Umroh adalah salah satu jenis ibadah sunnah yang paling banyak digemari oleh jamaah Muslim dari seluruh dunia. Hal ini wajar mengingat umroh menawarkan pengalaman layaknya haji. Tidak heran jika umroh sering disebut sebagai haji kecil. Tidak hanya itu, umroh juga menawarkan banyak keutamaan. Salah satunya adalah balasan surga untuk jamaah yang mendapatkan umroh mabrur. Lalu, bagaimana caranya agar Anda bisa mendapatkan umroh mabrur?
Sebagaimana ibadah pada umumnya, umroh mabrur baru bisa didapatkan apabila Anda memenuhi dua syarat diterimanya ibadah. Dua syarat utama tersebut adalah:
- Ikhlas karena Allah.
- Mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dua syarat ini tidak mudah untuk dipenuhi serta tidak dapat dipisahkan. Tidak mungkin seorang Muslim berkata bahwa ia beribadah ikhlas karena Allah tetapi dalam praktik ibadahnya menyalahi aturan yang ada. Begitu pula sebaliknya, apabila tata cara ibadah Anda sudah sesuai dengan aturan yang berlaku tetapi niat Anda tidak ikhlas karena Allah, maka ibadah itu akan tertolak.
Baca Juga: Panduan Urus Paspor Umroh untuk yang Pertama Kali
Anda perlu menguatkan ibadah hati dan ibadah jasmani agar selalu selaras. Apabila Anda sudah memantapkan hati agar beribadah hanya karena Allah, maka langkah selanjutnya adalah Anda yang harus memahami tata cara umroh yang sesuai syariat. Secara umum, Anda harus memahami rukun dan wajib umroh. Di dalam artikel ini, admin akan menjelaskan tentang apa saja rukun dan wajib umroh.
Penasaran? Silakan simak baik-baik artikel ini ya!
Rukun Umroh
Secara umum, rukun umroh dapat dipelajari dalam lima rukun umroh. Lima rukun umroh tersebut adalah:
- Ihram dengan niat umroh karena Allah SWT, yang diawali dengan membaca niat لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً. Pada tahap ini, jamaah mulai memasuki keadaan ihram dan wajib menjaga larangan-larangan yang berlaku selama ibadah berlangsung.
- Thawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri. Thawaf dilakukan dengan penuh kekhusyukan sambil memperbanyak doa dan dzikir.
- Sa’i, yakni berjalan dan berlari-lari kecil sebanyak 7 kali antara Bukit Shafa dan Marwah. Ibadah ini melambangkan perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail.
- Tahallul, yaitu mencukur atau menggunting rambut sebagai tanda berakhirnya rangkaian ibadah umroh. Minimal dilakukan dengan memotong tiga helai rambut, baik bagi laki-laki maupun perempuan.
- Tertib (berurutan), artinya seluruh rangkaian ibadah umroh harus dilakukan secara berurutan sesuai dengan ketentuan yang telah diajarkan, agar ibadah menjadi sah dan sempurna.
Wajib Umroh

Berikutnya untuk wajib umroh. Wajib umroh hanya terdiri dari satu perkara, yakni ihram dari miqat. Miqat adalah ketentuan waktu dan tempat yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya untuk melaksanakan ibadah Haji dan Umroh. Miqat bertujuan menandai garis batas antara tanah biasa dengan Tanah Suci, di mana seorang jamaah wajib berhenti sejenak untuk mengucapkan niat ihram dan mulai menjalankan larangan ihram.
Baca Juga: Kumpulan Doa Saat Tawaf Setiap Putaran Beserta Artinya
Miqat dapat dipelajari dalam dua jenis utama. Dua jenis utama tersebut adalah:
Miqat Zamani
Miqat zamani merupakan ketentuan waktu dimulainya pelaksanaan ibadah haji dan umroh. Untuk ibadah haji, miqat zamani dimulai sejak awal bulan Syawal hingga terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah (hari Arafah). Apabila seseorang melakukan ihram haji di luar rentang waktu tersebut, maka ibadahnya tidak dianggap sebagai haji, melainkan hanya bernilai sebagai umroh. Sementara itu, untuk ibadah umroh, miqat zamani berlaku sepanjang tahun tanpa batasan waktu tertentu, sehingga umroh dapat dilakukan kapan saja sesuai kesiapan jamaah.
Miqat Makani
Miqat makani adalah batas wilayah atau lokasi tertentu yang telah ditetapkan sebagai tempat dimulainya ihram dan niat haji maupun umroh. Setiap jamaah yang datang dari arah tertentu wajib mengenakan ihram ketika melewati atau sebelum sampai di titik miqat makani tersebut. Penentuan lokasi ini bertujuan agar seluruh jamaah memulai ibadah dari titik yang telah ditetapkan sesuai dengan syariat.
Didapatkan dari hadis Nabi dalam riwayat Bukhari, Abu Dawud dan an Nasa-i, miqat makani untuk umroh adalah:
- Dzul Hulaifah. Miqat bagi penduduk Madinah serta jamaah yang datang melalui Madinah. Lokasi ini juga dikenal sebagai Bir ‘Ali dan berjarak sekitar 450 km dari Makkah.
- Al-Juhfah. Diperuntukkan bagi jamaah dari wilayah Syam, Maroko, Mesir, dan sekitarnya. Saat ini, miqat ini berada di daerah Rabigh dengan jarak kurang lebih 183 km dari Makkah.
- Qarnul Manaazil. Merupakan miqat bagi penduduk Najed dan jamaah yang melewati jalur tersebut. Kini dikenal dengan nama As-Sail al-Kabir, berjarak sekitar 75 km dari Makkah.
- Yalamlam. Digunakan oleh jamaah dari Yaman dan yang melintasi jalurnya. Saat ini dikenal sebagai As-Sa’diyyah, dengan jarak sekitar 92 km dari Makkah.
- Dzatu ‘Irq. Miqat bagi jamaah dari Irak dan sekitarnya. Lokasinya kini dikenal sebagai Adh-Dharibah, dengan jarak sekitar 94 km dari Makkah.
FAQ Seputar Konten
- Apa saja rukun umroh? Rukun umroh terdiri dari ihram, thawaf, sa’i, tahallul, dan tertib.
- Apakah umroh bisa dilakukan kapan saja? Ya, karena miqat zamani umroh berlaku sepanjang tahun tanpa batas waktu tertentu.
- Apa yang terjadi jika tidak ihram dari miqat? Ihram dari miqat adalah wajib umroh, sehingga jika dilanggar, jamaah wajib membayar dam (denda).
Kesimpulan
Umroh mabrur hanya dapat diraih dengan niat ikhlas karena Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah. Selain itu, memahami serta melaksanakan rukun dan wajib umroh dengan benar menjadi kunci agar ibadah yang dilakukan sah dan sempurna.
Apabila Anda ingin melaksanakan umroh dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.
