Bagi jutaan umat Islam di seluruh dunia, berangkat ke Tanah Suci adalah impian yang terus dipupuk dari waktu ke waktu. Salah satu ibadah yang bisa ditunaikan selain haji adalah umroh, sebuah perjalanan yang sering disebut sebagai haji kecil karena rangkaian ibadahnya memiliki kemiripan, meski tidak identik. Perbedaan paling mendasar antara keduanya adalah tidak adanya wukuf di Padang Arafah dalam pelaksanaan umroh.
Sebelum berangkat, ada satu hal yang tidak boleh dilewatkan: memahami urutan ibadah umroh dengan benar. Bukan sekadar mengetahui nama-namanya, tapi benar-benar memahami bagaimana setiap tahapan dijalankan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta mengapa urutan itu tidak bisa diacak sesuka hati.
Baca Juga: Menu Makanan Umroh Favorit Jamaah Indonesia di Arab Saudi
Rukun umroh adalah serangkaian aktivitas yang wajib dilakukan secara berurutan agar ibadah menjadi sah. Mulai dari berihram, tawaf, sa’i, hingga tahallul, setiap langkah memiliki makna dan ketentuan tersendiri yang perlu dipahami jauh sebelum kaki menginjak Tanah Makkah.
Dalam artikel ini, seluruh urutan akan dibahas satu per satu, sehingga Anda bisa menjalankan ibadah dengan lebih tenang, khusyuk, dan penuh keyakinan.
Ihram
Ihram adalah rukun pertama yang wajib dilakukan sebelum memasuki rangkaian urutan ibadah umroh secara keseluruhan. Dalam konteks ibadah haji maupun umroh, ihram merujuk pada niat yang diucapkan secara lisan disertai dengan pemakaian pakaian khusus sebagai tanda seseorang telah resmi memasuki kondisi suci untuk beribadah.
Ketentuan pakaian ihram antara pria dan wanita berbeda. Untuk jamaah pria, wajib mengenakan dua lembar kain putih tanpa jahitan, satu melilit bagian bawah tubuh dan satu lagi menutupi bagian atas. Selama berihram, pria tidak diperbolehkan menutup kepala dalam bentuk apa pun. Sementara jamaah wanita tidak memiliki ketentuan pakaian khusus, cukup mengenakan busana muslim yang menutup seluruh aurat, kecuali wajah dan telapak tangan yang tetap dibiarkan terbuka.
Niat ihram tidak bisa diucapkan di sembarang tempat. Ada titik-titik batas yang disebut miqat, dan setiap jamaah wajib melafalkan niatnya sebelum melewati batas tersebut. Lokasi miqat ditentukan berdasarkan dari mana jamaah berangkat, berikut rinciannya:
- Bir Ali (Zulhulaifah), diperuntukkan bagi jamaah yang datang dari arah Madinah. Jamaah Indonesia yang berangkat dari Madinah umumnya menggunakan miqat ini.
- Yalamlam, diperuntukkan bagi jamaah yang datang dari arah Yaman.
- Qarnul Manazil, diperuntukkan bagi jamaah yang berangkat dari Malaysia. Niat ihram wajib dilafalkan sebelum pesawat melewati titik Qarnul Manazil.
- Al-Juhfah, diperuntukkan bagi jamaah yang berangkat dari Mesir, Syam, Tunisia, Lebanon, Yordania, hingga Palestina.
- Zatu Irqin, diperuntukkan bagi jamaah yang datang dari arah Irak.
Setelah niat resmi diucapkan di miqat, jamaah wajib mematuhi seluruh aturan dan larangan ihram tanpa pengecualian. Larangan tersebut mencakup berbagai hal, mulai dari penggunaan wewangian, memotong kuku, hingga larangan yang bersifat lebih spesifik antara pria dan wanita. Semua larangan ini baru gugur setelah tahallul dilaksanakan.
Tawaf
Rukun kedua dalam urutan ibadah umroh adalah tawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran penuh. Tawaf dimulai dan diakhiri di titik yang sejajar dengan Hajar Aswad, dengan arah putaran berlawanan jarum jam. Selama mengelilingi Ka’bah, posisi pundak kiri jamaah harus selalu menghadap bangunan Ka’bah.
Baca Juga: Kumpulan Doa Saat Tawaf Setiap Putaran Beserta Artinya
Tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan selama tawaf berlangsung. Jamaah bebas berzikir, membaca doa, atau sekadar menikmati momen spiritual yang jarang bisa dirasakan di tempat lain. Setelah putaran ketujuh selesai, disunnahkan untuk melaksanakan sholat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim sebelum melanjutkan ke rukun berikutnya.
Sa’i
Sa’i adalah rukun ketiga yang dilakukan setelah tawaf. Secara teknis, sa’i berarti berjalan dan berlari-lari kecil di antara bukit Safa dan bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Hitungan dimulai dari bukit Safa menuju bukit Marwah sebagai satu kali perjalanan, kemudian dari Marwah kembali ke Safa dihitung satu kali lagi, dan seterusnya hingga genap tujuh kali yang akan berakhir tepat di bukit Marwah.
Setiap kali jamaah tiba di atas bukit Safa maupun Marwah, dianjurkan untuk berhenti sejenak menghadap ke arah Ka’bah dan memanjatkan doa. Sa’i bukan sekadar ritual fisik, gerakan bolak-balik ini merupakan bentuk penghormatan atas perjuangan Siti Hajar yang berlari mencari air untuk putranya, Ismail, dan kisah itu kini diabadikan sebagai bagian dari urutan ibadah umroh yang wajib dijalankan setiap jamaah.
Tahallul
Tahallul adalah rukun keempat yang menandai berakhirnya masa ihram. Pelaksanaannya dilakukan dengan cara memotong rambut, minimal tiga helai, sebagai simbol bahwa jamaah telah menyelesaikan rangkaian ibadah dan kembali ke kondisi normal. Bagi jamaah pria, banyak yang memilih untuk mencukur seluruh kepala atau setidaknya sebagian besar rambutnya. Sedangkan bagi jamaah wanita, cukup memotong sedikit ujung rambut dari balik hijab, tidak perlu sampai terlihat dari luar.
Begitu tahallul selesai dilaksanakan, seluruh larangan ihram yang sebelumnya mengikat secara otomatis gugur. Jamaah kembali bebas melakukan berbagai hal yang selama masa ihram tidak diperbolehkan.
Baca Juga: Paket Umroh yang Cocok untuk Lansia – Pelajari di Sini
Tertib
Tertib adalah rukun kelima sekaligus penutup dari urutan ibadah umroh. Maknanya adalah kewajiban untuk melaksanakan semua rukun secara berurutan, mulai dari ihram, tawaf, sa’i, sampai tahallul. Tanpa ada satu pun tahapan yang dilewati, dibalik, atau diabaikan.
Tertib bukan sekadar soal kedisiplinan dalam menjalankan prosedur. Lebih dari itu, tertib adalah syarat keabsahan ibadah itu sendiri. Jika salah satu rukun tidak dilaksanakan sesuai urutan yang benar, maka ibadah umroh yang telah dijalankan dengan susah payah tersebut bisa dianggap tidak sah menurut ketentuan syariat.
FAQ Seputar Konten
- Apakah urutan ibadah umroh boleh dilakukan tidak berurutan? Tidak boleh. Tertib atau keteraturan urutan adalah salah satu rukun umroh itu sendiri. Jika ada rukun yang dilewati atau dilakukan tidak sesuai urutan, maka ibadah umroh bisa dinyatakan tidak sah menurut ketentuan syariat.
- Apakah jamaah wanita wajib mencukur rambut saat tahallul? Tidak harus mencukur habis. Jamaah wanita cukup memotong beberapa helai rambut dari balik hijab. Yang terpenting, minimal tiga helai rambut sudah terpotong agar rukun tahallul terpenuhi.
- Berapa jumlah putaran tawaf yang harus dilakukan saat umroh? Tawaf dilakukan sebanyak tujuh putaran penuh mengelilingi Ka’bah, dimulai dan diakhiri di titik sejajar Hajar Aswad dengan arah berlawanan jarum jam.
Kesimpulan
Memahami urutan ibadah umroh bukan sekadar persiapan teknis, melainkan bagian dari ikhtiar agar ibadah yang dijalankan benar-benar sah dan bermakna. Dari ihram hingga tertib, setiap rukun memiliki peran yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Sebelum berangkat ke Tanah Suci, luangkan waktu untuk mempelajari setiap tahapannya dengan sungguh-sungguh, karena perjalanan sejauh ini terlalu berharga untuk dilewatkan tanpa persiapan yang matang.
Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.
