Kebanyakan orang yang hendak berangkat umroh sudah tahu apa yang harus disiapkan. Tabungan sudah dihitung, paspor sudah diurus, perlengkapan ihram sudah dibeli. Jadwal keberangkatan pun sudah ditandai di kalender jauh-jauh hari. Semua itu penting dan memang harus disiapkan dengan matang. Padahal soal diterima atau tidaknya ibadah, itu juga urusan yang tidak kalah penting dari sekadar urusan logistik.
Para ulama sudah lama membahas hal ini. Masalahnya, tidak semua yang penting itu populer. Umroh mabrur sudah sering didoakan orang-orang terdekat saat melepas keberangkatan. Tapi ada istilah lain yang jarang disebut, padahal sama pentingnya untuk diketahui sejak awal.
Baca Juga: Umroh Bisa Dilakukan Berapa Kali dalam Setahun?
Namanya adalah umroh mardud. Apa itu? Apa yang bisa menyebabkannya? Lalu apa bedanya dengan makbul dan mabrur?
Memahami umroh mardud bukan berarti pesimis atau berburuk sangka terhadap diri sendiri. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk kehati-hatian yang perlu dimiliki setiap jamaah sebelum berangkat. Karena perjalanan sejauh ribuan kilometer menuju Tanah Suci tentu layak diisi dengan ibadah yang benar-benar berkualitas, bukan sekadar lengkap secara prosedur saja.
Supaya ibadah umroh Anda lebih siap, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Apa itu Umroh Mardud?
Mardud berasal dari kata radda-yaruddu dalam bahasa Arab, yang berarti ditolak atau dikembalikan. Dalam konteks ibadah, umroh mardud adalah umroh yang tidak diterima oleh Allah SWT karena ada hal yang merusaknya, baik dari sisi niat maupun cara pelaksanaannya.
Istilah ini penting dipahami bukan untuk menghakimi orang lain, melainkan sebagai pengingat bagi diri sendiri agar ibadah yang sudah dipersiapkan dengan susah payah tidak sia-sia di hadapan Allah.
Penyebab Umroh Mardud yang Harus Diketahui!
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan umroh seseorang menjadi mardud. Pertama, niat yang tidak ikhlas. Berangkat ke Tanah Suci dengan tujuan pamer atau mencari pengakuan sosial adalah contoh niat yang jauh dari lillahi ta’ala. Kedua, menggunakan harta yang tidak halal untuk membiayai perjalanan.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seseorang yang datang ke Baitullah dengan bekal haram, maka seruannya pun tidak akan disambut oleh malaikat. Ketiga, melakukan perbuatan yang melanggar syariat selama ibadah berlangsung, seperti merugikan sesama jamaah atau melakukan tindakan yang dilarang.
Baca Juga: 7 Momen Tak Terlupakan yang Hanya Bisa Dirasakan Saat Umroh
Yang membuat ketiganya perlu diwaspadai adalah sifatnya yang tidak selalu terasa. Niat bisa bergeser tanpa disadari. Sumber harta kadang tidak ditelusuri lebih jauh. Perilaku di Tanah Suci pun bisa ikut terbawa kebiasaan sehari-hari. Itulah mengapa persiapan batin sebelum berangkat sama pentingnya dengan persiapan fisik dan finansial. Bahkan bisa dibilang, inilah persiapan yang paling sering dilewatkan.
Perbedaan Umroh Mardud dengan Makbul dan Mabrur
Ketiga istilah ini sering muncul bersamaan, tapi maknanya berbeda dan penting untuk dipahami satu per satu.
Umroh Makbul
Umroh makbul adalah umroh yang dikabulkan, dalam artian doa-doa yang dipanjatkan selama ibadah didengar dan dijawab oleh Allah SWT. Tandanya bisa berupa ketenangan hati yang terasa nyata, atau hajat yang terpenuhi setelah pulang dari Tanah Suci. Perasaan ini bersifat sangat personal dan hanya bisa dirasakan oleh jamaah itu sendiri. Ini adalah tingkatan yang sudah sangat baik, meski masih ada yang lebih tinggi darinya.
Umroh Mabrur
Umroh mabrur adalah tingkatan tertinggi, yaitu umroh yang benar-benar diterima dan membawa perubahan nyata pada diri seseorang. Bukan hanya soal doa yang terkabul, tapi soal bagaimana seseorang berperilaku setelah pulang dari Tanah Suci: lebih sabar, lebih taat beribadah, lebih peduli kepada orang lain, dan lebih sederhana dalam menjalani hidup. Perubahan inilah yang menjadi tanda paling nyata dari umroh yang mabrur, dan hanya Allah yang benar-benar tahu apakah ibadah seseorang sampai pada tingkatan ini.
Doa Agar Mendapatkan Umroh Mabrur
Tidak ada doa khusus yang disebutkan secara spesifik dalam hadis untuk memohon umroh mabrur. Namun jamaah bisa memanjatkan doa berikut, terutama setelah thawaf dan sa’i:
اللهم اجعل عمرتي عمرًة مبرورة، وسعيًا مشكورًا، وذنبًا مغفورًا، وتجارةً لن تبور
“Ya Allah, jadikanlah umrohku ini umroh yang mabrur, sa’i yang Engkau terima, dosa yang Engkau ampuni, dan perdagangan yang tidak merugi.”
Baca Juga: Apa Saja Didapatkan dari Paket Promo Super Hemat MIW Travel Solo?
Doa ini bisa dipanjatkan kapan saja selama berada di Tanah Suci. Yang paling penting, iringi dengan niat yang ikhlas dan ibadah yang sungguh-sungguh sejak sebelum berangkat. Karena umroh mabrur bukan hanya tentang apa yang dilakukan di sana, tapi juga tentang siapa diri kita setelah pulang dari sana.
FAQ Seputar Konten
- Apakah umroh mardud berarti ibadahnya tidak sah? Tidak selalu. Umroh mardud merujuk pada ibadah yang tidak diterima Allah, bukan otomatis tidak sah secara rukun. Keduanya adalah hal yang berbeda.
- Apakah seseorang bisa tahu sendiri apakah umrohnya mardud atau mabrur? Tidak ada yang bisa memastikannya. Hanya Allah yang mengetahui diterima atau tidaknya sebuah ibadah. Perubahan perilaku setelah pulang bisa menjadi salah satu pertanda.
- Apa yang dimaksud dengan umroh mardud? Umroh mardud adalah umroh yang ditolak Allah SWT karena niat yang tidak ikhlas, penggunaan harta haram, atau pelanggaran syariat selama pelaksanaan ibadah.
Kesimpulan
Umroh mardud adalah pengingat bahwa ibadah bukan hanya soal kehadiran fisik di Tanah Suci, tetapi tentang niat, bekal, dan perilaku selama menjalankannya.
Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.
