Berita & Informasi

Kapan Waktu Terbaik Thawaf agar Tidak Berdesakan di Masjidil Haram?

andri creativism.id
15 June 2026
No Responses

Menjalankan thawaf di Masjidil Haram merupakan momen yang sangat dinantikan oleh setiap jamaah umroh dan haji. Namun, banyak jamaah merasa khawatir karena kondisi di sekitar Ka’bah seringkali padat dan penuh sesak. Padahal, dengan memilih waktu yang tepat, ibadah thawaf bisa dilakukan dengan lebih nyaman, khusyuk, dan aman. 

Mengetahui waktu terbaik thawaf agar tidak berdesakan menjadi informasi penting, terutama bagi lansia, jamaah yang membawa anak, maupun mereka yang ingin beribadah dengan lebih tenang. Dengan perencanaan yang baik dan didampingi pembimbing berpengalaman seperti Madinah Iman Wisata, jamaah dapat memaksimalkan pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci.

Mengapa Memilih Waktu Thawaf yang Tepat Itu Penting

Masjidil Haram merupakan pusat ibadah umat Islam dari seluruh dunia. Pada musim umroh maupun haji, jumlah jamaah yang hadir bisa mencapai ratusan ribu orang setiap hari. Kepadatan ini tentu memengaruhi kenyamanan saat melakukan thawaf.

Memilih waktu yang tepat untuk thawaf memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  • Mengurangi risiko berdesakan dan terdorong oleh arus jamaah.
  • Membantu menjaga kekhusyukan ibadah.
  • Memudahkan lansia dan jamaah dengan kondisi fisik tertentu.
  • Menghemat tenaga sehingga masih bisa menjalankan ibadah lainnya.
  • Mengurangi risiko kelelahan dan cedera.

Pada dasarnya, thawaf dapat dilakukan kapan saja karena Masjidil Haram dibuka selama 24 jam. Namun, ada waktu-waktu tertentu yang relatif lebih lengang dibandingkan waktu lainnya.

Selain memilih waktu thawaf yang lebih lengang, jamaah juga dapat merasakan berbagai kemudahan berkat teknologi modern yang diterapkan di Masjidil Haram. Pelajari lebih lanjut melalui artikel 6 Teknologi Canggih di Masjidil Haram yang Jadikan Jamaah Nyaman Beribadah.

Waktu Terbaik Thawaf agar Tidak Berdesakan

Pagi Hari (Pukul 06.00–08.00) — Paling Direkomendasikan

Waktu ini sering dianggap sebagai waktu terbaik untuk thawaf. Setelah pelaksanaan shalat Subuh dan sebagian jamaah kembali ke hotel untuk beristirahat atau sarapan, area thawaf biasanya lebih longgar.

Pada pukul 06.00–08.00, suhu udara juga masih cukup sejuk dibandingkan siang hari sehingga jamaah tidak mudah lelah. Arus pergerakan jamaah cenderung lebih tertib dan tidak terlalu padat.

Waktu pagi menjadi pilihan yang direkomendasikan bagi lansia dan jamaah yang ingin lebih dekat dengan Ka’bah. Banyak pembimbing umroh dari Madinah Iman Wisata juga menyarankan jadwal thawaf pagi karena lebih aman dan nyaman.

Waktu Dhuha (Setelah Matahari Terbit–Menjelang Dzuhur)

Rentang waktu sekitar pukul 08.00–10.30 juga termasuk periode yang relatif kondusif. Sebagian jamaah biasanya memilih kembali ke hotel untuk beristirahat, mengikuti kajian, atau melakukan aktivitas lainnya. Kepadatan jamaah masih relatif terkendali meskipun mulai meningkat menjelang Zuhur.

Namun, perlu diperhatikan bahwa suhu di Makkah mulai meningkat pada jam-jam ini, terutama pada musim panas. Oleh karena itu, jamaah disarankan membawa air minum yang cukup dan menjaga kondisi tubuh.

Ba’da Ashar hingga Menjelang Maghrib

Setelah salat Asar, kondisi Masjidil Haram kembali lebih nyaman untuk thawaf. Matahari mulai menurun sehingga cuaca tidak sepanas siang hari.

Sebagian jamaah memilih memanfaatkan waktu ini untuk memperbanyak ibadah sebelum memasuki waktu Maghrib. Kepadatan memang mulai bertambah, tetapi masih tergolong lebih baik dibandingkan setelah salat Isya atau akhir pekan. Bagi jamaah yang tidak sempat thawaf pada pagi hari, waktu ba’da Ashar dapat menjadi alternatif yang baik.

Setelah Isya (Alternatif Malam)

Malam hari sering menjadi pilihan banyak jamaah karena suhu udara lebih sejuk. Namun, kondisi ini juga menyebabkan jumlah jamaah bertambah. Pada waktu tertentu, terutama menjelang tengah malam, area tawaf dapat kembali terasa lebih longgar.

Bagi jamaah yang memiliki stamina baik dan tidak keberatan beribadah hingga larut malam, waktu ini bisa menjadi alternatif. Pendampingan dari travel berpengalaman seperti Madinah Iman Wisata akan membantu jamaah menentukan waktu yang paling sesuai dengan kondisi fisik masing-masing jamaah.

Waktu yang Sebaiknya Dihindari saat Thawaf

Agar ibadah berjalan lebih nyaman, beberapa waktu berikut sebaiknya dihindari:

  1. Setelah Shalat Maghrib

Banyak jamaah berkumpul di Masjidil Haram menjelang dan sesudah Maghrib sehingga area thawaf menjadi sangat padat.

  1. Setelah Shalat Isya pada Musim Ramadhan

Pada bulan Ramadhan, jamaah yang ingin melaksanakan umroh malam hari sangat banyak sehingga kepadatan meningkat tajam.

  1. Akhir Pekan dan Musim Liburan

Kedatangan jamaah dari berbagai negara meningkat pada akhir pekan atau musim liburan tertentu.

  1. Menjelang dan Sesudah Shalat Fardhu

Ketika waktu shalat tiba, jamaah akan memenuhi area sekitar Ka’bah sehingga thawaf menjadi kurang nyaman.

Tips Thawaf Nyaman agar Tidak Berdesakan

Selain memilih waktu yang tepat, beberapa tips berikut dapat membantu jamaah menjalankan tawaf dengan lebih nyaman:

  • Pilih Lantai yang Lebih Lengang

Apabila area mataf di dekat Ka’bah sangat padat, jamaah dapat memilih area lantai atas yang biasanya lebih longgar.

  • Jangan Memaksakan Diri Mendekati Hajar Aswad

Mencium Hajar Aswad merupakan sunnah. Namun, apabila kondisi sangat padat, cukup menghadap dan memberikan isyarat dengan tangan.

  • Gunakan Alas Kaki yang Sesuai

Pilih sandal yang nyaman dan mudah dikenakan kembali setelah ibadah selesai.

  • Jaga Kondisi Fisik

Pastikan tubuh cukup istirahat dan terhidrasi sebelum melakukan thawaf.

  • Ikuti Arahan Pembimbing

Pendamping yang berpengalaman memahami pola kepadatan jamaah dan dapat membantu menentukan waktu terbaik untuk beribadah.

Sekilas Tata Cara Thawaf Sunnah

Thawaf sunnah dilakukan sebanyak tujuh putaran mengelilingi Ka’bah dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri.

Secara umum, langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Berwudhu terlebih dahulu.
  2. Menutup aurat dengan sempurna.
  3. Berniat thawaf sunnah.
  4. Memulai thawaf dari arah Hajar Aswad.
  5. Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran.
  6. Memperbanyak doa dan berzikir selama tawaf.

Selain mengetahui waktu terbaik untuk tawaf, memahami tata cara berdoa saat ibadah juga tidak kalah penting. Bagi Anda yang ingin mengetahui hukum berdoa dengan bahasa Indonesia ketika tawaf dan sa’i, baca artikel Bolehkah Berdoa dengan Bahasa Indonesia Saat Tawaf dan Sa’i? untuk penjelasan selengkapnya

Salah satu doa yang dianjurkan ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad adalah:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya:

“Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”

Setelah selesai tawaf, jamaah disunnahkan melaksanakan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim apabila memungkinkan, kemudian memperbanyak doa dan berzikir. Dengan memahami waktu terbaik thawaf agar tidak berdesakan, jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk, aman, dan nyaman.

Kesimpulan

Menentukan waktu thawaf yang tepat merupakan bagian penting dari persiapan ibadah umroh dan haji. Secara umum, waktu yang paling direkomendasikan adalah pukul 06.00–08.00 pagi karena kondisi area thawaf relatif lebih lengang, suhu masih sejuk, dan pergerakan jamaah tidak terlalu padat. Waktu dhuha, ba’da Ashar, serta menjelang tengah malam juga dapat menjadi alternatif yang baik.

Perencanaan yang matang dan pendampingan yang tepat akan membantu jamaah memperoleh pengalaman ibadah yang lebih nyaman dan berkesan bersama Madinah Iman Wisata.

Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.