Berita & Informasi

Tips Mengatur Uang Saku Selama Umroh agar Tidak Boros di Tanah Suci

andri creativism.id
18 June 2026
No Responses

Menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci menjadi impian banyak umat Muslim. Selain menyiapkan fisik dan perlengkapan ibadah, jamaah juga perlu mempersiapkan kondisi keuangan dengan matang. Tidak sedikit jamaah yang menghabiskan uang saku lebih cepat dari yang diperkirakan karena terlalu sering berbelanja, membeli oleh-oleh secara berlebihan, atau tidak membuat anggaran sejak awal. 

Padahal, pengelolaan keuangan yang baik dapat membuat ibadah lebih nyaman dan tenang. Oleh karena itu, memahami tips mengatur uang saku selama umroh sangat penting agar kebutuhan selama di Makkah dan Madinah tercukupi tanpa mengganggu fokus utama, yaitu beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Berapa Uang Saku yang Ideal Selama Umroh?

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan calon jamaah adalah berapa uang saku yang sebaiknya dibawa selama umroh. Jawabannya bergantung pada durasi perjalanan, kebiasaan belanja, serta kebutuhan pribadi masing-masing.

Secara umum, untuk perjalanan umroh selama 9–12 hari, jamaah dapat menyiapkan uang saku sekitar 500–1.000 Riyal Saudi (SAR) atau setara Rp2 juta hingga Rp4,5 juta, tergantung nilai tukar rupiah saat itu.

Nominal tersebut biasanya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadi, konsumsi tambahan, sedekah, dan membeli oleh-oleh dalam jumlah wajar. Jika seluruh fasilitas seperti hotel, konsumsi, dan transportasi sudah ditanggung oleh travel, maka uang saku lebih banyak digunakan untuk kebutuhan pribadi dan buah tangan.

Perkiraan Pembagian Uang Saku

Berikut gambaran pembagian uang saku yang dapat dijadikan acuan:

  • Kebutuhan pribadi dan konsumsi tambahan: 150–250 SAR
  • Transportasi lokal dan kebutuhan mendadak: 50–100 SAR
  • Sedekah dan donasi: 50–100 SAR
  • Oleh-oleh: 250–500 SAR

Jumlah tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing jamaah. Hindari membawa uang tunai terlalu banyak karena berisiko hilang dan mendorong pengeluaran yang tidak terencana. Sebagai penyelenggara perjalanan ibadah yang telah berpengalaman mendampingi ribuan jamaah, Madinah Iman Wisata juga mengimbau jamaah untuk membawa uang secukupnya dan mengutamakan kebutuhan selama beribadah.

Baca Juga: Tips Belanja di Pasar Malam Madinah yang Aman untuk Jamaah

Pos Pengeluaran yang Perlu Disiapkan Selama Umroh

Membuat daftar pengeluaran sejak sebelum keberangkatan merupakan langkah penting agar anggaran tetap terkendali. Berikut beberapa pengeluaran yang umum muncul selama di Tanah Suci.

  • Konsumsi Tambahan

Meskipun paket umroh biasanya sudah mencakup makan tiga kali sehari, banyak jamaah yang ingin mencicipi kuliner khas Arab Saudi seperti nasi mandi, kebab, roti tamis, atau aneka minuman khas Timur Tengah. Oleh karena itu, siapkan anggaran khusus untuk kebutuhan ini.

  • Kebutuhan Pribadi

Pengeluaran pribadi meliputi:

  • Obat-obatan tambahan
  • Vitamin
  • Kartu internet
  • Perlengkapan mandi
  • Masker dan tisu
  • Keperluan kecil lainnya

Pos pengeluaran ini sering dianggap sepele, padahal jumlahnya bisa cukup besar jika tidak dipersiapkan.

  • Sedekah dan Donasi

Banyak jamaah memanfaatkan kesempatan di Tanah Suci untuk memperbanyak sedekah. Menyiapkan anggaran khusus untuk sedekah dapat membantu menjaga keseimbangan antara ibadah dan kondisi keuangan.

  • Oleh-Oleh

Kurma, coklat, air zamzam, tasbih, sajadah, parfum non-alkohol, dan kacang Arab menjadi oleh-oleh favorit jamaah Indonesia. Pos inilah yang paling sering menyebabkan pembengkakan anggaran.

  • Dana Darurat

Dana darurat penting untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga, seperti membeli obat, biaya transportasi tambahan, atau keperluan lain yang mendesak.

Tips Mengatur Uang Saku Selama Umroh agar Tidak Boros di Tanah Suci

Menerapkan tips mengatur uang saku selama umroh dapat membantu jamaah lebih bijak dalam mengelola pengeluaran sehingga ibadah tetap menjadi prioritas utama.

  • Buat Anggaran Sejak Sebelum Berangkat

Sebelum berangkat, tentukan alokasi dana untuk setiap kebutuhan. Misalnya:

  • Oleh-oleh: 40%
  • Kebutuhan pribadi: 30%
  • Sedekah: 20%
  • Dana darurat: 10%

Pembagian ini memudahkan jamaah mengetahui batas maksimal pengeluaran.

  • Pisahkan Uang Berdasarkan Kebutuhan

Simpan uang di beberapa amplop atau dompet terpisah. Cara sederhana ini efektif untuk menghindari penggunaan dana yang berlebihan.

  • Utamakan Kebutuhan daripada Keinginan

Di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi terdapat banyak pusat perbelanjaan yang menawarkan beragam barang menarik. Namun, jangan mudah tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Ingatlah bahwa tujuan utama umroh adalah beribadah.

Allah SWT berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ

Artinya:

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197).

Ayat ini mengingatkan bahwa bekal terbaik selama perjalanan ibadah bukanlah banyaknya barang yang dibeli, melainkan ketakwaan kepada Allah SWT.

  • Terapkan Mindful Spending

Biasakan bertanya pada diri sendiri sebelum membeli sesuatu:

  • Apakah barang ini benar-benar dibutuhkan?
  • Apakah harganya sesuai?
  • Apakah pembelian ini masih masuk dalam anggaran?

Kebiasaan ini dapat mengurangi belanja impulsif yang sering menjadi penyebab uang saku cepat habis.

  • Jangan Membawa Semua Uang Saat Keluar Hotel

Bawalah uang secukupnya sesuai kebutuhan hari itu. Menyimpan seluruh uang dalam satu dompet dapat memicu keinginan untuk berbelanja lebih banyak. Sebagai travel yang telah lama mendampingi jamaah Indonesia ke Tanah Suci, Madinah Iman Wisata selalu mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan tujuan ibadah selama umroh.

Cara Mengatur Budget Oleh-Oleh agar Tidak Membengkak

Membeli oleh-oleh memang menjadi tradisi yang melekat pada jamaah Indonesia. Namun, pengeluaran untuk buah tangan perlu diatur agar tidak mengganggu kebutuhan lainnya.

  • Buat Daftar Penerima Oleh-Oleh

Tentukan sejak awal siapa saja yang akan diberikan oleh-oleh, misalnya:

  • Orang tua
  • Saudara kandung
  • Tetangga dekat
  • Rekan kerja tertentu

Cara ini membantu menghindari pembelian yang berlebihan.

  • Tentukan Batas Anggaran

Misalnya Anda menetapkan maksimal 300 SAR untuk oleh-oleh. Berapapun godaan saat berbelanja, jangan melebihi batas tersebut.

  • Pilih Oleh-Oleh yang Bermanfaat

Tidak perlu membeli barang mahal. Oleh-oleh sederhana seperti kurma, tasbih, atau cokelat khas Arab Saudi sudah cukup bermakna dan bernilai.

  • Bandingkan Harga di Beberapa Toko

Harga barang di Makkah dan Madinah bisa berbeda antara satu toko dan toko lainnya. Luangkan waktu untuk membandingkan harga sebelum membeli dalam jumlah besar.

  • Jangan Membeli Karena Ikut-Ikutan

Banyak jamaah membeli barang karena melihat rombongan lain berbelanja. Padahal, belum tentu barang tersebut benar-benar dibutuhkan. Bersama Madinah Iman Wisata, jamaah biasanya mendapatkan arahan mengenai tempat belanja yang aman dan sesuai kebutuhan sehingga pengeluaran dapat lebih terkontrol.

Baca Juga: Inilah Deretan Oleh-oleh Umroh yang Paling Populer

Kesalahan yang Membuat Uang Saku Cepat Habis Saat Umroh

Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan jamaah sehingga uang saku habis sebelum perjalanan selesai.

  • Tidak Membuat Anggaran

Tanpa anggaran, pengeluaran akan berjalan tanpa kendali dan sulit dipantau.

  • Terlalu Sering Berbelanja

Membeli sedikit demi sedikit setiap hari sering kali membuat total pengeluaran jauh lebih besar dari perkiraan.

  • Membeli Oleh-Oleh Berlebihan

Keinginan membawa buah tangan untuk banyak orang dapat menghabiskan sebagian besar uang saku.

  • Tidak Menyiapkan Dana Darurat

Saat muncul kebutuhan mendadak, jamaah terpaksa menggunakan dana dari pos lain sehingga perencanaan keuangan menjadi berantakan.

Lebih Fokus Berbelanja daripada Beribadah

Kesalahan terbesar adalah menjadikan belanja sebagai tujuan utama.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Artinya:

“Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menjadi pengingat bahwa niat utama selama berada di Tanah Suci adalah memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagai travel yang telah berpengalaman lebih dari dua dekade, Madinah Iman Wisata terus mengedukasi jamaah agar mampu mengelola keuangan secara bijak sehingga dapat menjalani ibadah dengan tenang dan khusyuk.

Kesimpulan

Mengelola uang saku selama umroh bukan berarti membatasi diri secara berlebihan, melainkan mengatur pengeluaran agar kebutuhan terpenuhi tanpa mengganggu fokus beribadah. Menentukan jumlah uang saku yang ideal, membuat anggaran, memisahkan pos pengeluaran, mengendalikan pembelian oleh-oleh, serta menghindari belanja impulsif merupakan langkah penting yang perlu diterapkan setiap jamaah.

Dengan menerapkan tips mengatur uang saku selama umroh, Anda dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, nyaman, dan terhindar dari kekhawatiran kehabisan dana di Tanah Suci.

Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.