Berita & Informasi

Tips Mengingat 7 Putaran Tawaf dengan Membagi Tema Doa

andri creativism.id
4 August 2026
No Responses

Agar hitungan tawaf lebih mudah diingat, jamaah dapat menetapkan satu tema doa untuk setiap putaran. Tema tersebut menjadi penanda urutan sehingga jamaah tidak hanya mengandalkan hitungan angka. Cara ini bukan ketentuan khusus dalam syariat, melainkan alat bantu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jamaah. 

Dalam fatwa Departemen Al-Iftaa Yordania yang dikutip dari hadis riwayat At-Tirmidzi tentang keutamaan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dengan hitungan yang lengkap. Hadis tersebut tidak menetapkan tema doa khusus untuk setiap putaran, tetapi menunjukkan pentingnya memastikan jumlah tawaf tetap tepat. Untuk membantu memantau urutannya, jamaah dapat menggunakan tema doa sebagai penanda sederhana pada setiap putaran.

Baca juga: Bolehkah Berdoa dengan Bahasa Indonesia Saat Tawaf dan Sa’i?

Contoh Pembagian Tema Doa dalam 7 Putaran Tawaf

Pembagian berikut dapat digunakan sebagai penanda untuk membantu mengingat urutan tawaf. Jamaah tetap boleh berdoa dengan bacaan lain atau menggunakan bahasa yang paling mudah dipahami.

Putaran Pertama: Doa untuk Diri Sendiri

Pada putaran pertama, jamaah dapat memohon ampunan, kesehatan, keteguhan iman dan kemudahan dalam menjalani berbagai urusan. Salah satu doa yang dapat dibaca adalah QS. Taha ayat 25-26.

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي ۝ وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

Rabbi syrah li shadri, wa yassir li amri.

Artinya:

“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku.”

Putaran Kedua: Doa untuk Pasangan atau Jodoh

Bagi jamaah yang sudah menikah, putaran ini dapat digunakan untuk mendoakan keharmonisan dan kebaikan agama pasangan. Jamaah yang belum menikah dapat memohon agar dipertemukan dengan pasangan yang baik agama dan akhlaknya. Contoh doanya terdapat dalam QS. Al-Furqan ayat 74.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun, waj‘alna lil-muttaqina imama.

Artinya:

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati, serta jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertakwa.”

Putaran Ketiga: Doa untuk Anak dan Keturunan

Jamaah yang sudah memiliki anak dapat memohon kesehatan, perlindungan serta kebaikan iman dan akhlak bagi mereka. Bagi yang belum memiliki anak, tema ini dapat digunakan untuk memohon keturunan yang baik pada masa depan. Salah satu contohnya adalah doa Nabi Zakaria dalam QS. Ali Imran ayat 38.

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Rabbi hab li min ladunka dzurriyyatan tayyibah, innaka sami‘ud du‘a.

Artinya:

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

Putaran Keempat: Doa untuk Orang Tua

Pada putaran keempat, jamaah dapat memohon ampunan, kesehatan dan perlindungan untuk kedua orang tua. Jika orang tua sudah wafat, doa tetap dapat dipanjatkan agar Allah mengampuni dan merahmati mereka. Contoh doa untuk orang tua terdapat dalam QS. Al-Isra ayat 24.

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Rabbir hamhuma kama rabbayani shaghira.

Artinya:

“Ya Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah menyayangiku ketika aku masih kecil.”

Putaran Kelima: Doa untuk Saudara dan Orang Terdekat

Putaran kelima dapat digunakan untuk mendoakan kakak, adik, sahabat, atau orang-orang terdekat. Jamaah tidak harus menggunakan bacaan khusus dan dapat menyebut kebutuhan mereka dengan bahasa yang dipahami. Salah satu doa yang dapat dibaca berasal dari QS. Al-Hasyr ayat 10.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Rabbanaghfir lana wa li ikhwaninalladzina sabaquna bil-iman, wa la taj‘al fi qulubina ghillan lilladzina amanu, rabbana innaka ra’ufur rahim.

Artinya:

“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman. Janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

Putaran Keenam: Menyampaikan Hajat Pribadi

Pada putaran keenam, jamaah dapat menyampaikan kebutuhan yang sedang dihadapi. Hajat tersebut dapat berkaitan dengan kesehatan, pekerjaan, pendidikan, rumah tangga, rezeki atau ketenangan hati. Doa dalam QS. Al-Baqarah ayat 201 dapat menjadi contoh permohonan yang mencakup kebaikan dunia dan akhirat.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.

Artinya:

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.”

Setelah membacanya, jamaah dapat melanjutkan dengan menyampaikan hajat pribadi menggunakan bahasa yang paling mudah dipahami.

Putaran Ketujuh: Doa Titipan dan Kesempatan Kembali ke Baitullah

Pada putaran terakhir, jamaah dapat membacakan doa titipan keluarga atau kerabat. Jika tidak ada titipan, doa dapat ditujukan untuk umat Islam, penerimaan ibadah, serta kesempatan kembali ke Baitullah. Salah satu doa penutup yang dapat dibaca adalah QS. Al-Baqarah ayat 127.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Rabbana taqabbal minna, innaka antas-sami‘ul ‘alim.

Artinya:

“Ya Tuhan kami, terimalah amal dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Jamaah dapat melanjutkannya dengan doa pribadi, seperti memohon agar ibadah diterima dan diberi kesempatan untuk kembali mengunjungi Baitullah.

Urutan tersebut tidak harus diikuti secara kaku. Jamaah dapat mengganti, menukar, atau menggabungkan tema sesuai keadaan pribadi. Contoh doa di atas juga bukan bacaan khusus yang ditetapkan untuk setiap putaran, melainkan pilihan doa yang dapat membantu jamaah mengingat urutan tawaf.

Baca juga: Cara Menghafal Doa-Doa Umroh dalam 2 Minggu Sebelum Keberangkatan

Cara Menyiapkan Tema Doa agar Mudah Diingat

Tema doa sebaiknya disiapkan sebelum jamaah memulai tawaf. Persiapan sederhana ini membantu jamaah mengingat urutan tanpa terlalu sering melihat catatan atau hanya mengandalkan hitungan angka.

  • Kenali titik awal setiap putaran

Satu putaran tawaf dihitung mulai dari posisi sejajar dengan Hajar Aswad hingga kembali ke titik tersebut. Selama tawaf, posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jamaah. Titik ini dapat dijadikan penanda untuk berganti ke tema doa berikutnya.

  • Tentukan tujuh tema sejak awal.

Jamaah dapat menyiapkan tema seperti yang dicontohkan di atas. Urutan tersebut boleh disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

  • Gunakan satu kata kunci untuk setiap tema. 

Cukup ingat kata seperti “diri”, “pasangan”, “anak”, “orang tua”, “saudara”, “hajat”, dan “titipan”. Kata kunci yang singkat akan lebih mudah diingat saat berpindah putaran.

  • Pilih doa yang pendek dan dipahami maknanya. 

Jamaah tidak perlu menghafal banyak doa panjang. Bacaan yang singkat dan sudah dipahami dapat membantu menjaga kekhusyukan sekaligus menjadi penanda putaran.

  • Catat doa titipan sebelum berangkat. 

Doa dari keluarga atau kerabat dapat ditulis dalam buku kecil atau catatan di ponsel. Namun, jangan terlalu sibuk membaca catatan hingga mengganggu langkah, konsentrasi ibadah, atau jamaah lain.

  • Minta bantuan jika ragu dengan hitungan. 

Apabila jamaah bingung atau kehilangan urutan putaran, mintalah arahan kepada muthawif atau pembimbing ibadah. Pendamping dapat membantu jamaah mengikuti tata cara tawaf sesuai bimbingan yang tepat.

Pembagian tema ini hanya berfungsi sebagai alat bantu mengingat. Jamaah tetap dapat mengganti atau menggabungkan tema sesuai keadaan selama tawaf.

Baca juga: Kumpulan Doa Saat Tawaf Setiap Putaran Beserta Artinya

Apakah Setiap Putaran Tawaf Memiliki Doa Khusus?

Setiap putaran tawaf tidak memiliki tema doa khusus yang wajib dibaca. Jamaah boleh berzikir, membaca doa yang dipahami, atau menyampaikan permohonan pribadi selama menjalankan tawaf.

Jamaah tidak harus membaca doa yang berbeda pada setiap putaran. Jamaah boleh berzikir, membaca doa dari Al-Qur’an, menyampaikan permohonan pribadi, atau berdoa menggunakan bahasa yang dipahami.

Pembagian tema doa tidak menentukan sah atau tidaknya tawaf. Metode ini hanya membantu jamaah menjaga hitungan sambil berdoa secara lebih terarah. Contoh doa dalam artikel ini juga bukan bacaan wajib yang harus dibaca sesuai urutan putaran.

FAQ Seputar 7 Putaran Tawaf

Berapa lama menyelesaikan 7 putaran tawaf?

Tujuh putaran tawaf umumnya selesai dalam waktu sekitar 30 hingga 60 menit. Durasi dapat lebih lama tergantung kepadatan jamaah, lokasi pelaksanaan tawaf, kondisi fisik, dan kecepatan berjalan.

Apakah Tawaf Harus Dilakukan Sebanyak 7 Putaran?

Ya, tawaf dilaksanakan sebanyak tujuh putaran, dimulai dari posisi sejajar dengan Hajar Aswad dan berakhir setelah kembali ke titik tersebut pada putaran ketujuh. Jika ragu dengan hitungannya, jamaah dapat meminta arahan kepada muthawif atau pembimbing ibadah.

Mengapa tawaf dilakukan sebanyak 7 putaran?

Tawaf dilakukan tujuh putaran karena mengikuti tata cara ibadah yang dicontohkan Rasulullah saw. Jumlah tersebut merupakan ketentuan dalam pelaksanaan tawaf, sehingga jamaah perlu memastikan hitungannya lengkap.

Kesimpulan

Membagi tujuh putaran tawaf ke dalam tema doa dapat membantu jamaah menjaga hitungan dan berdoa lebih terarah. Tema tersebut hanya alat bantu, bukan bacaan wajib atau penentu sahnya tawaf. Jamaah tetap boleh berzikir atau menyampaikan doa pribadi dengan bahasa yang dipahami.

Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja MIW Travel Solo. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama MIW Travel Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.