Sahabat MIW, setiap Muslim pasti memiliki kerinduan mendalam untuk menjejakkan kaki di Tanah Suci. Panggilan Baitullah adalah getaran iman yang tak ternilai harganya. Namun, tahukah Anda bahwa kenyamanan dan kelancaran ibadah kita di sana tidak lepas dari peran penting sebuah lembaga negara di Arab Saudi? Lembaga tersebut adalah Kementerian Haji dan Umrah.
Sebagai calon tamu Allah, memahami regulasi yang ditetapkan oleh otoritas setempat adalah langkah awal dari fiqih persiapan perjalanan. Bagi Anda yang berada di Solo Raya dan sekitarnya, artikel ini akan mengupas tuntas apa itu Kementerian Haji dan Umrah, fungsi utamanya, serta kebijakan terbaru yang wajib Anda ketahui sebelum berangkat.
Sejarah dan Visi Saudi 2030
Dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Haji dan Umrah melakukan transformasi besar-besaran sejalan dengan Saudi Vision 2030. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas layanan untuk menampung 30 juta jamaah umrah per tahun pada 2030.
Baca Juga: Petugas Haji: Tugas, Jenis, dan Peran Pentingnya untuk Jamaah
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 196: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah…”
Untuk membantu kita menyempurnakan ibadah tersebut, kementerian ini terus berinovasi, memastikan setiap “Duyufurrahman” (Tamu Allah) dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
Kebijakan Terbaru Kementerian Haji dan Umrah (Update 2025-2026)
Bagi Sahabat MIW yang berencana berangkat tahun ini, berikut adalah beberapa kebijakan krusial yang dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan Umrah yang perlu diperhatikan:
1. Digitalisasi Layanan Melalui Aplikasi Nusuk
Dulu dikenal sebagai Eatmarna, kini segala akses perizinan disatukan dalam aplikasi bernama Nusuk. Kementerian mewajibkan penggunaan aplikasi ini untuk:
-
Booking slot masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi.
-
Mengajukan permohonan visa umrah secara mandiri (namun tetap disarankan didampingi travel resmi untuk keamanan).
-
Melihat panduan manasik digital.
2. Aturan Visa yang Lebih Fleksibel
Pemerintah Saudi kini melonggarkan jenis visa yang bisa digunakan untuk umrah. Selain visa khusus umrah, jamaah bisa menggunakan visa turis atau visa transit. Namun, untuk Haji, aturan tetap ketat: hanya pemegang Visa Haji resmi (Mujamalah/Furoda atau Kuota Pemerintah) yang diizinkan berhaji.
3. Kesehatan dan Vaksinasi
Sesuai arahan Kementerian Kesehatan yang berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah, status vaksinasi (seperti Meningitis) seringkali menjadi syarat mutlak penerbitan visa. Pastikan buku kesehatan Anda valid.
Tugas dan Fungsi Utama Kementerian
Agar Sahabat MIW lebih paham alur birokrasi di Tanah Suci, berikut adalah rincian tugas utama kementerian ini:
| Bidang Layanan | Tugas Utama |
| Perizinan & Visa | Menerbitkan visa haji dan umrah serta memantau validitasnya. |
| Transportasi | Mengatur lalu lintas bus jamaah antar kota (Makkah-Madinah-Jeddah). |
| Akomodasi | Melakukan akreditasi hotel di Makkah dan Madinah agar layak huni. |
| Manajemen Kerumunan | Mengatur alur tawaf dan sai untuk mencegah kepadatan berlebih. |
| Bimbingan Ibadah | Menyediakan pusat layanan multibahasa bagi jamaah yang tersesat atau butuh bantuan. |
Sinergi Kementerian Haji Saudi dengan Kemenag RI & Travel
Mungkin Sahabat MIW bertanya, “Jika aturan dibuat oleh Saudi, apa peran Kemenag RI dan Travel seperti MIW?”
Hubungannya sangat erat. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memberikan kuota dan regulasi umum (Makro). Kemudian, Kementerian Agama (Kemenag) RI bertindak sebagai koordinator pelaksana bagi jamaah Indonesia.
Baca Juga: Syarat Wajib Haji: Panduan Lengkap & Dalilnya (Terbaru)
Di sinilah peran penting Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dan PPIU seperti Madinah Iman Wisata (MIW) Travel Solo. Kami bertugas:
-
Menerjemahkan regulasi Saudi ke dalam teknis perjalanan yang nyaman.
-
Mengurus input data jamaah ke sistem Saudi (e-Hajj).
-
Memastikan hotel dan katering yang kami pesan sesuai standar akreditasi Saudi.
Mengapa Harus Waspada Terhadap Tawaran Haji “Non-Resmi”?
Belakangan ini, Kementerian Haji dan Umrah gencar melakukan razia terhadap jamaah yang berhaji tanpa visa resmi (sering disebut haji sandal jepit/haji backpacker). Risikonya sangat besar:
-
Deportasi dan dilarang masuk Saudi selama 10 tahun.
-
Denda finansial yang besar.
-
Yang paling menyedihkan: Ibadah haji dianggap tidak sah secara administrasi negara, dan berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah.
Oleh karena itu, memilih travel yang memiliki izin resmi (PPIU/PIHK) adalah bentuk ikhtiar untuk menjaga kemabruran haji. Madinah Iman Wisata Solo berkomitmen menyelenggarakan perjalanan sesuai koridor hukum syariat dan regulasi kedua negara.
Tips Mematuhi Aturan Selama di Tanah Suci
Agar perjalanan Sahabat MIW lancar dan tidak berurusan dengan pihak berwajib (Askar) di sana, patuhi tips berikut:
-
Selalu Bawa ID Card/Nusuk Card: Ini adalah identitas resmi Anda yang terdaftar di sistem kementerian.
-
Patuhi Jadwal Raudhah: Jangan memaksakan masuk Raudhah di luar jam yang tertera di surat izin (Tasreh) atau aplikasi Nusuk.
-
Ikuti Arahan Mutawwif: Pembimbing ibadah dari MIW Travel selalu update dengan kondisi lapangan dan aturan situasional.
-
Jaga Dokumen Paspor: Serahkan urusan penyimpanan paspor kepada manajemen travel jika diminta, demi keamanan.
FAQ Seputar Konten
- Apakah aplikasi Nusuk wajib bagi semua jamaah? Ya, saat ini Kementerian Haji dan Umrah mewajibkan penggunaan aplikasi Nusuk, terutama untuk penjadwalan masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi dan umrah sunnah bagi pemegang visa tertentu.
- Apakah bisa berhaji dengan visa turis? Tidak bisa. Kementerian menegaskan bahwa visa turis, visa kunjungan, atau visa umrah tidak berlaku pada musim haji. Anda wajib memiliki Visa Haji resmi.
- Berapa batasan usia untuk berangkat umrah sekarang? Saat ini, Kementerian Haji dan Umrah telah mencabut batasan usia ketat yang sempat berlaku saat pandemi. Anak-anak dan lansia diperbolehkan berangkat selama kondisi kesehatan memungkinkan.
- Di mana saya bisa mengecek travel haji yang resmi? Anda bisa mengecek legalitas travel melalui aplikasi “Pusaka” milik Kemenag RI atau website resmi Kementerian Agama. MIW Travel adalah travel berizin resmi.
Kesimpulan
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memegang peranan vital dalam kelancaran ibadah kita. Sebagai tamu Allah, menaati peraturan yang mereka buat adalah bagian dari taat kepada ulil amri demi kemaslahatan bersama. Peraturan yang ketat sejatinya dibuat untuk keamanan dan kenyamanan jutaan jamaah.
Baca Juga: Paket Haji dan Umroh MIW
Siap berangkat haji atau umroh dengan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana perjalanan ibadah Anda bersama PT. Madinah Iman Wisata Solo. Kami menyediakan paket Haji Plus dan Umroh dengan pembimbing berpengalaman. Hubungi MIW Travel Solo Sekarang di klik link WhatsApp berikut!