Tawaf adalah salah satu rukun ibadah yang wajib dilaksanakan bagi seorang Muslim saat umrah maupun haji. Jika seorang Muslim tidak melaksanakan rukun ibadah ini, maka umrah atau haji yang ia laksanakan menjadi tidak sah. Perlu diketahui juga bahwa rukun ibadah ini tidak diganti dengan dam (denda).
Lalu, apa itu tawaf? Tawaf adalah ibadah yang mengharuskan Anda mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran di Masjidil Haram, Makkah, berlawanan dengan arah jarum jam. Adapun titik mulai putaran adalah Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama pula.
Tawaf dapat kita pelajari ke dalam banyak jenis. Lima di antaranya adalah:
- Tawaf Ifadhah. Tawaf jenis ini merupakan rukun haji dan wajib untuk Anda laksanakan setelah wukuf di Arafah serta bermalam di Muzdalifah. Jenis tawaf ini tidak dapat diganti dengan dam.
- Tawaf Qudum. Hukum ibadah dari tawaf qudum adalah sunnah. Jenis tawaf ini ditekankan untuk Anda yang baru masuk ke kota Mekkah. Adapun pelaksanaannya dimulai dari Anda yang berjalan cepat pada tiga putaran pertama, kemudian berjalan sedang di tiga putaran berikutnya, dan berjalan lambat pada putaran terakhir.
- Tawaf Wada’. Tawaf ini memiliki hukum asal wajib. Wada’ sendiri berarti perpisahan, merujuk pada peristiwa haji terakhir Rasulullah. Jika Anda meninggalkannya maka Anda wajib membayar dam.
- Tawaf Sunnah. Seperti namanya, tawaf ini memiliki hukum asal ibadah sunnah. Tawaf ditekankan kepada mereka yang masuk ke Masjidil Haram tanpa mengenakan pakaian ihram. Tidak ada kewajiban membayar dam bagi yang tidak melakukannya.
- Tawaf Nadzar. Jenis tawaf yang terakhir dapat dilakukan kapan saja, dan diperuntukkan untuk memenuhi nadzar atau janji yang sudah terucap.
Selama pelaksanaan tawaf, Anda harus memenuhi beberapa syarat ibadah penting seperti:
- Suci dari hadas kecil dan besar.
- Menutup aurat.
- Mulai tawaf dari Hajar Aswad.
- Menempatkan Ka’bah di sebelah kiri.
- Mensejajarkan pundak kiri di Hajar Aswad.
- Anggota badan atau pakaian ada di luar bangunan Ka’bah.
- Tawaf sebanyak tujuh kali.
Tata Cara Pelaksanaan Tawaf
Mengutip dari laman Muhammadiyah, berikut ini tata cara pelaksanaan tawaf yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Baca Juga: Apa Saja Perbedaan Haji Tours, Haji Reguler, dan Haji Plus?
Rangkaian ini dapat menjadi panduan bagi jamaah agar ibadah tawaf dilakukan dengan benar dan khusyuk.
Mengenakan ihram dengan cara idtiba’ (khusus laki-laki)
Bagi jamaah laki-laki, kain ihram dikenakan dengan posisi bagian tengah berada di bawah ketiak kanan. Ujung kain kemudian disampirkan ke pundak kiri sehingga pundak kiri tertutup, sedangkan pundak kanan tetap terbuka.
Memberi penghormatan kepada Hajar Aswad
Ketika sampai di sudut Hajar Aswad, jamaah dianjurkan untuk menciumnya. Jika tidak memungkinkan karena kondisi yang ramai, cukup memberi isyarat dengan tangan lalu mencium tangan tersebut.
Alternatif lainnya adalah menyentuhnya menggunakan tongkat. Hal ini dilakukan setiap kali memulai satu putaran tawaf.
Membaca takbir
Saat menghadap Hajar Aswad, jamaah dianjurkan membaca takbir: “Bismillahi wallahu akbar.”
Membaca doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Ketika berada di antara Rukun Yamani dan sudut Hajar Aswad, jamaah dianjurkan membaca doa berikut:
رَبَّنَا ءَاتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Berdoa selama tawaf
Pada dasarnya tidak terdapat doa khusus yang wajib dibaca selama tawaf. Jamaah diperbolehkan memanjatkan doa apa pun sesuai dengan kebutuhan dan harapan masing-masing.
Menuju Maqam Ibrahim setelah tawaf
Setelah menyelesaikan tujuh putaran tawaf, jamaah dianjurkan menuju Maqam Ibrahim sambil membaca ayat:
وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ
Melaksanakan shalat dua rakaat
Selanjutnya jamaah melaksanakan shalat sunnah dua rakaat.
- Rakaat pertama membaca surah Al-Kafirun.
- Rakaat kedua membaca surah Al-Ikhlas.
Minum air zam-zam
Setelah rangkaian tawaf selesai, jamaah disunnahkan untuk meminum air zam-zam sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Kumpulan Doa Saat Tawaf Setiap Putaran
Setelah mengetahui tentang apa itu tawaf, jenis, dan tata cara pelaksanaannya, beberapa dari Anda mungkin bertanya-tanya tentang apa saja doa yang perlu dipanjatkan di setiap putarannya.
Baca Juga: Hukum Menggunakan Kursi Roda saat Tawaf dan Sa’i
Berdasarkan BPKH, inilah kumpulan doa saat tawaf yang bisa panjatkan di setiap putaran.
Dimulai dari doa saat tawaf yang pertama yakni:
1. Doa Saat Tawaf Putaran 1
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُللهِ وَلآ إِلٰهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَاَللّٰهُمَّ إِيْمَانًا بِكَ وَتَصْدِيْقًا بِكِتَابِكَ وَوَفَآءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَاَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَوَالْعَافِيَةَ واْلمُعَافَاةَ الدَّآئِمَةَ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا اْلٰاخِرَةِ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّار
Subhanallah walhamdulillah walaailaaha illaallah wallaahu akbar walahaula walakuwwata illa billahil aliyyil adziim. Allahumma iimaanan bika wa tasdiiqanbikitaabika wawafaa an bi’ahdika wattibaa’an lisunnati nabiyyika muhammadin shallallahu ‘alaihi wassalam.Allahumma inni as aluka ‘afwa wal ‘afiyata wal mu’aafatad daaimata fiddini waddun yaa wal akhirati wal fauza bil jannati wannajaata minannaar.
Artinya: “Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Tiada daya (untuk memperoleh manfaat) dan tiada kemampuan (untuk menolak bahaya) kecuali bersumber dari Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Shalawat dan salam bagi Rasulullah saw.
Ya Allah, aku Tawaf ini karena beriman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, dan memenuhi janji-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad saw. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ampunan, kesehatan dan kesejahteraan yang kekal dalam menjalankan agama, di dunia dan di akhirat dari siksa neraka”
2. Doa Saat Tawaf Putaran 2
Untuk putaran kedua, Anda dapat membaca:
اَللّٰهُمَّ إِنَّ هٰذَا اْلبَيْتَ بَيْتُكَ وَالْحَرَمَ حَرَمُكَ وَاْلأَمْنَ أَمْنُكَ وَالْعَبْدَ عَبْدُكَ وَأَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدُكَ وَهٰذَا مَقَامُ الْعَائِذِبِكَ مِنْ النَّارِ فَحَرِّمْ لُحُوْمَنَا وَبَشَرَتَنَا عَلَى النَّارِ. اَللّٰهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا اْلإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْإِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ. اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنِى الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَاب
Allahumma inna haadzal baita baituka wal harama haramuka wal amna amnuka wal ‘abda ‘abduka wa ana ‘abduka wabnu abdika wa haadza maqaamul ‘aaidzi bika minan naari faharrin luhuumanaa wabasyaratanaa alannaar. Allahumma habbib ilainal iimana, wazayyinhu fii qulubinaa wa karrih ilainal kufra wal fusyuuqa wal ishyana waj alnaa minarraasyidiin. Allahumma qinii azaabaka yauma tab’atsu ibadaaka. Allahummarzuqnil jannata bighairi hisaab.
Artinya: “Ya Allah,sesungguhnya Baitullah ini rumah-Mu, Tanah mulia ini tanah haram-Mu, Negeri aman ini Negeri-Mu, hamba ini hamba-Mu, dan aku hamba-Mu anak dari hamba-Mu dan tempat ini tempat berlindung pada-Mu dari siksa neraka.
Ya Allah cintakanlah kami pada iman dan peliharalah ia dari hati kami, bencikanlah kami pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat dan durhaka serta masukkanlah kami ini dalam golongan yang mendapat petunjuk. Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu di hari kelak Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu. Ya Allah, anugerahkanlah surga kepadaku tanpa hisab”.
3. Doa Saat Tawaf Putaran 3
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ اشَّكِّ وَالشِّرْكِ وَالشِّقَاقِ وَالنِّفَاقِ وَسُوٓءِاْلأَخْلَاقِ وَسُوٓءِاْلمَنْظَرِ وَاْلمُنْقَلَبِ فِى اْلمَالِ وَاْلأَهْلِ وَالْوَلَدِ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُك رِضَاكَوَالْجَنَّةَ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ اْلمَحْيَا وَاْلمَمَات
Allaahumma innii a’uudzubika minasysyakki wasysyirki wasysyiqaaqi wannifaaqi wasuuil akhlaaqi wasuuilmandzhari wal mungqalabi fil maali wal ahli walwaladi. Allahumma innii as aluka ridhaakawal jannata wa a’uudzubikamin sakhatika wan naari. Allahumma innii a’uudzubika min fitnatil qabri wa a’uudzubika min fitnatil mahyaaya wal mamaat.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu daripada syak, was-was, syirik, cerai berai (bertengkar) muka dua, buruk budi pekerti, buruk pandangan (salah urus) terhadap harta benda dan keluarga. Ya Allah sesungguhnya aku mohon pada-Mu keridhaan-Mu dan syurga, dan aku berlindung pada-Mu daripada murka-Mu dan neraka. Ya Allah, aku berlindung padaMu dari fitnah kubur serta dari fitnah kehidupan dan derita kematian.”
4. Doa Saat Tawaf Putaran 4
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًامَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا صَالِحًا مَقْبُوْلًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ. يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِ أَخْرِجْنِيْ يَا اللهُ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ. اَللّٰهُمَ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَآئِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ. رَبِّ قَنِّعْنِيْ بِمَا رَزَقْتَنِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَنِيْ وَاخْلُفْ عَلٰى كُلِّ غَائِبَةٍ لِيْ مِنْكَ بِخَيْر
Allahummaj’alhu hajjan mabruura wasa’yan masykuuraa wa zanban maghfuuraa wa’amalan shaalihan maqbuula watijaaratan lantabuura yaa ‘aalima maa fissuduuri akhrijnii yaa Allaahu minazzulumaati ilannuur.Allahumma innii as aluka muujibati rahmatika wa ‘azaa ima maghfirotika wassalaamata min kulli itsmin walghaniimata min kulli birrin wal fauza biljannati wannajaata minannaar.Rabbi qanni’nii bimaa razaqtanii wabaariklii fiimaa a’thaitanii wakhluf ‘alaa kulli ghaa ibatin lii minka bikhairin.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hajiku ini haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni dan amal shaleh yang dikabulkan dan perdagangan yang tidak akan mengalami rugi selamanya. Wahai Tuhan Yang Maha Mengetahui apa-apa yang terkandung dalam dada.
Keluarkanlah aku dari kegelapan ke cahaya yang terang benderang. Ya Allah aku mohon pada-Mu segala hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan segala ampunan-Mu selamat dari segala dosa dan beruntung dengan mendapat rupa-rupa kebaikan, beruntung memperoleh surga, terhindar dari neraka. Tuhanku anugerahkan padaku dan gantilah apa-apa yang aku luput daripadanya dengan kebajikan dari-Mu.”
5. Doa Saat Tawaf Putaran 5
اَللّٰهُمَّ أَظِلَّنِيْ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلِّ اِلَّا ظِلُّكَ وَلَا بَاقِىَ اِلَّا وَجْهُكَ وَأَسْقِنِيْ مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ شُرْبَةً هَنِيَْئَةً مَرِيْئَةً لَا نَظْمَأُ بَعْدَ هَا أَبَدًا اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَنَعِيْمَهَا وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ.
Allahumma azillanii tahta zhilli ‘arsyika yauma laa zilla illaa zhilluka wa laa baaqiya illaa wajhuka wasqinii min haudhi nabiyyika Muhammadin shallallahu ‘alaihi wassalam syurbatan haniiatan mariiatan laanazhma’u ba’dahaa abadaa. Allahumma inni as aluka min khairi maa sa alaka minhu Nabiyyuka Muhammadin Sallallaahu ‘alaihi wasallam. Wa a’uudzubika minsyarri masta’aadzaka minhu Nabiyyuka Muhammadin Sallallaahu ‘alaihi wasallam. Allahumma inni as aluka jannata wana’iimahaa wamaa yuqarribunii ilaiha min qaulin au fi’lin au ‘amalin, wa a’uudzubika minannari wamaa yuqorribunii ilaihaa min qaulin au fi’lin au ‘amailn.
Artinya: “Ya Allah lindungilah aku di bawah lindungan-Mu pada hari yang tidak ada naungan selain dari naungan-Mu dan tidak ada yang tinggal kekal selain wajah-Mu. Dan berilah aku minuman dari telaga Nabi Muhammad saw. dengan suatu minuman yang lezat nyaman, sesudah itu aku tidak akan haus untuk selamanya.
Ya Allah, aku mohon pada-Mu kebaikan yang diminta oleh Nabi Muhammad saw., dan aku berlindung pada-Mu dari kejahatan dan minta perlindungan-Mu daripada yang diminta Nabi Muhammad saw. Ya Allah, aku mohon pada-Mu surga serta nikmat-Nya dan apapun yang dapat mendekatkan aku pada-Nya dari perkataan atau perbuatan ataupun amal. Dan aku berlindung pada-Mu dari neraka serta apapun yang mendekatkan aku kepada-Nya, baik ucapan, perbuatan ataupun amal.
6. Doa Saat Tawaf Putaran 6
اللّهُمَّ إِنَّ لَكَ عَلَيَّ حُقُوْقًا كَثِيْرَةًفِيْمَا بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ وَحُقُوْقًا كَثِيْرَةً فِيْمَا بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَلْـقِكَ. اللّهُمَّ مَاكَانَ لَكَ مِنْهَا فَاغْفِرْهُ لِيْ وَمَاكَانَ لِخَلْقِكَ فَتَحَمَّلْهُ عَنِّيْ وَأَغْنِنِى بِحَلاَ لِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَا عَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ يَاوَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ. اَللّهُمَّ إِنَّ بَيْتَكَ عَظِيْمٌ وَوَجْهَكَ كِرَيْمٌ اَنْتَ يَااللهُ حَلِيْمٌ كَرِيْمٌ عَظِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allhamumma inna laka alayya huquuqon katsirotan fiima bainii wabainaka wahuquuqon katsirotan fiima bainii wabaina kholqika. Allaahumma maa kaana laka minhaa fagfirhuu lii wa maa kaana likholqika fatahammalhu annii waagninii bihalaalika waharoomika wabito’oatika an ma’siyatika wabifadlika amman siwaaka yaa waasi’al magfiroh. Allhumma inna baitaka adiim wawajhaka kariim anta ya Allah haliimun kariimun adiimun tuhibbul afwa fa’fu anni.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mempunyai hak yang banyak sekali atas diriku dalam hubungan antara aku dengan-Mu. Dan Engkau juga mempunyai hak yang banyak sekali dalam hubungan antara aku dengan makhluk-Mu. Ya Allah, apa yang menjadi hak-Mu atas diriku, maka ampunilah aku. Dan apa saja yang menjadi hak makhluk-Mu atas diriku, maka tanggungkanlah dariku.
Cukupkanlah diriku dengan rezeki-Mu yang halal, terhindar dari yang haram. Dan dengan ta’at kepada-Mu, terhindar dari kemaksiatan. Dan dengan anugerah-Mu terhindar daripada mengharap dari selain daripada-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Luas pengampunan-Nya. Ya Allah, sesungguhnya rumah-Mu ini agung, Zat-Mu pun sungguh mulia, dan Engkau ya Allah, Maha Penyabar, Maha Pemurah dan Maha Agung, Engkau suka memberi ampun, maka ampunilah aku”
7. Doa Saat Tawaf Putaran 7
اللّهُمَّ إِنِّيْ أسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَا مِلًا وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَحَلَالًا طَيِّبًا وَتَوْبَةً نَصُوْحًا وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ بِرَ حْمَتِكَ يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ.رَبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا وَاَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِيْن
Allahumma innii as aluka iimanan kaamilan wa yaqiinan shaadiqan wa rizqan halaalan waasian wa qalban khaashi’an wa lisaanan dzaakiran wa taubatan qoblal maut warohmatan ingdal maut wamagfirotan ba’dal maut walafwa indgdal hisaab walfauja biljannah wannajaata minannaar yaa aziiz ya goffar. Robbi zidnii ilman wa’alhiqnii bissholihiin.
Artinya: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, rizki yang luas, hati yang khusyu’, lidah yang selalu berdzikir, rizki yang halal dan baik, tobat yang diterima, taubat sebelum mati, ampunan dan rahmat sesudah mati, ampunan ketika dihisab, keberuntungan memperoleh surga dan selamat dari neraka, dengan kasih sayang-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengampun. Tuhanku, berilah aku tambahan ilmu pengetahuan dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh”
FAQ Seputar Konten
- Apa itu tawaf dalam ibadah haji dan umrah? Tawaf adalah ibadah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran di Masjidil Haram dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri. Ibadah ini termasuk rukun haji dan umrah sehingga wajib dilaksanakan.
- Apakah ada doa khusus yang harus dibaca saat tawaf? Tidak ada doa khusus yang diwajibkan saat tawaf. Jamaah dapat membaca doa apa saja, meskipun terdapat beberapa contoh doa yang umum dibaca pada setiap putaran.
- Apa yang terjadi jika tawaf tidak dilakukan saat haji atau umrah? Jika tawaf sebagai rukun ibadah tidak dilaksanakan, maka ibadah haji atau umrah menjadi tidak sah dan tidak dapat diganti dengan dam.
Kesimpulan
Tawaf merupakan salah satu rukun penting dalam ibadah haji dan umrah yang harus dilaksanakan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Dengan memahami jenis, syarat, tata cara, serta doa yang dapat dibaca selama tawaf, jamaah diharapkan dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan syariat.
Baca Juga: Paket Umroh dan Paket Haji dari MIW Travel Solo
Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp