Berita & Informasi

Menu Makanan Umroh Favorit Jamaah Indonesia di Arab Saudi

Jamaah Pria dan Wanita Sedang Menyantap Hidangan yang Diberikan | Pelajari Menu Makanan Favorit Jamaah Indonesia di Arab Saudi
Suci
7 April 2026
No Responses

Bagi banyak jamaah, umroh itu ujiannya tidak cuma soal fisik yang capek atau panas Makkah yang beda level. Ada satu hal kecil yang sering bikin berat, perut yang tiba-tiba minta masakan rumah. Makanan Arab enak, tidak perlu diragukan. Tapi lidah orang Indonesia ya tetap punya seleranya sendiri. Semangkuk bakso panas, nasi soto yang kuahnya gurih, atau sambal yang pedasnya pas. Hal-hal sepele itu tiba-tiba jadi sangat berarti waktu Anda sedang ada di seberang benua.

Baca Juga: Tips Belanja di Pasar Malam Madinah yang Aman untuk Jamaah

Untungnya, menu makanan umroh favorit jamaah Indonesia sekarang sudah jauh lebih gampang dicari di Arab Saudi. Data dari survei Kementerian Luar Negeri Indonesia di 132 kantor perwakilan luar negeri menyebut Arab Saudi masuk tiga besar negara dengan restoran Indonesia terbanyak, dari total 1.221 restoran yang tersebar di 67 negara. Bukan angka kecil.

Lebih dari itu, BPKH Limited selaku anak perusahaan Badan Pengelola Keuangan Haji juga ikut turun tangan. Mereka menyewakan area lobi dan restoran penginapan jamaah kepada pelaku UMKM diaspora Indonesia. Sekitar 120 pedagang ambil bagian, dan sebagian besar menjual makanan Nusantara seperti bakso, soto, sampai berbagai lauk khas Indonesia, langsung di tengah kota Makkah.

Lalu, apa saja yang paling banyak dicari? Ini daftarnya.

Rendang

Rendang - Makanan Umroh Favorit

Sebelum berangkat, banyak jamaah sudah sibuk memastikan ada rendang dalam koper atau tas bawaannya. Wajar saja. Masakan khas Minangkabau ini tahan lama, bumbunya meresap sempurna, dan entah kenapa rasanya makin nagih waktu dimakan jauh dari rumah.

Di Madinah, beberapa restoran Padang di sekitar Masjid Nabawi sudah lama menjadikan rendang sebagai menu andalan. Ada juga yang menawarkan rendang unta. Buat yang penasaran, ini pengalaman yang susah ditemukan di tempat lain. Jamaah yang menginap di Makkah bisa mampir ke Restoran Nusantara di Al-Waha Mall. Tempatnya cukup dikenal dan masakannya tidak mengecewakan.

Nasi Porang

Nasi Porang - Makanan Favorit Jemaah Umroh

Nasi porang mungkin belum setenar rendang, tapi namanya pelan-pelan mulai dikenal, terutama di kalangan jamaah yang lebih memperhatikan kondisi kesehatan selama perjalanan. Dibuat dari umbi porang yang tinggi serat, nasi ini punya indeks glikemik lebih rendah dibanding nasi putih. Pilihan yang lebih aman buat jamaah yang kadar gulanya perlu dijaga.

Soal rasa dan tampilan, tidak beda jauh dari nasi biasa. Jadi tidak perlu waktu lama untuk terbiasa. Cocok dimakan dengan lauk apa saja, termasuk masakan Arab yang tersedia di sekitar penginapan.

Shawarma

 Shawarma ayam - Favorit Jemaah Umroh

Jika ada satu makanan lokal yang hampir pasti dicoba semua jamaah Indonesia, itu shawarma. Daging sapi, ayam, atau kambing berbumbu, dibungkus roti tipis yang lembut, dijual di mana-mana dengan harga yang tidak bikin dompet menangis. Praktis dibawa jalan, bisa dimakan sambil menuju masjid, dan cukup mengenyangkan.

Yang tidak suka rasa terlalu kuat, tinggal minta saus yang lebih ringan. Dua nama yang sering disebut jamaah adalah Shawarma House dan Abu Zaid, keduanya punya pilihan isian yang lumayan lengkap dan porsinya tidak tanggung-tanggung.

Baca Juga: Cara Memilih Jadwal Umroh yang Tepat Berdasarkan Usia dan Kondisi Kesehatan

Nasi Mandi

Nasi mandi

Buat jamaah yang benar-benar tidak bisa jauh dari nasi, nasi mandi jawabannya. Ini hidangan khas Timur Tengah, nasi dimasak dengan rempah aromatik, disajikan bersama daging kambing atau ayam yang empuk dan meresap. Rasanya tidak asing, mirip nasi kebuli yang sudah banyak dikenal di Indonesia.

Porsinya besar, lebih enak dimakan ramai-ramai setelah seharian ibadah. Yang kurang cocok dengan kambing, bisa pilih versi ayam yang lebih ringan. Restoran Al-Tazaj dan Al-Romansiah dua tempat yang paling sering direkomendasikan jamaah untuk mencoba nasi mandi di Arab Saudi.

Kurma Isi Kacang

Kurma isi dengan kacang

Kurma memang sudah identik dengan tanah suci. Tapi kurma isi kacang almond ini levelnya berbeda. Manis kurmanya ketemu gurih kacangnya, dan hasilnya susah berhenti makan. Bahkan jamaah yang sebelumnya bukan penggemar kurma pun sering akhirnya ketagihan.

Di Makkah dan Madinah, produk ini mudah ditemukan, dari toko oleh-oleh dekat hotel, pasar tradisional, sampai supermarket besar seperti Bin Dawood. Ada juga varian yang dilapisi cokelat Arab, cocok dijadikan hampers untuk keluarga di rumah. Di pasar kurma Madinah, pembeli bahkan bisa pesan langsung sesuai jenis kurma dan isian yang diinginkan.

Roti Arab & Hummus

Roti Arab & Hummus Menu Makanan Favorit Jamaah Indonesia di Arab Saudi

Untuk sarapan sebelum ibadah, banyak jamaah memilih yang simpel tapi mengenyangkan. Roti Arab alias khubz dengan hummus sudah jadi kombinasi favorit. Hummus itu teksturnya lembut, dibuat dari kacang Arab yang dihaluskan bersama minyak zaitun dan bawang putih. Rasanya sedikit mengingatkan pada bubur kacang hijau, jadi tidak terlalu asing di lidah orang Indonesia.

Tambahkan minyak zaitun di atasnya, minum bersama teh Arab hangat, dan sarapan sudah beres. Menu ini tersedia di banyak restoran lokal sekitar Masjidil Haram, termasuk gerai sarapan seperti Albaik.

Mutabbaq

Mutabbaq

Mutabbaq itu pada dasarnya martabak telur versi Arab Saudi. Kulit tipisnya renyah, isiannya daging cincang, telur, dan bawang, gurih dan langsung akrab di lidah. Harganya murah, mudah ditemukan di pedagang kaki lima sekitar Masjidil Haram maupun pasar tradisional di Makkah dan Madinah.

Baca Juga: 7 Momen Tak Terlupakan yang Hanya Bisa Dirasakan Saat Umroh

Yang tidak suka daging kambing bisa pilih isian ayam atau telur saja. Satu hal penting: makan selagi hangat. Begitu dingin, kerenyahannya berkurang dan rasanya tidak semaksimal waktu baru matang. Tidak heran mutabbaq selalu masuk daftar menu makanan umroh favorit jamaah Indonesia yang wajib dicoba minimal sekali.

FAQ Seputar Konten

  • Apakah makanan Indonesia mudah ditemukan di Arab Saudi? Tidak perlu terlalu khawatir soal ini. Restoran Padang dan warung Nusantara sudah cukup banyak tersebar di sekitar Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Jamaah masih bisa menikmati rasa rumah meski sedang jauh dari Indonesia.
  • Apakah shawarma dan mutabbaq cocok untuk lidah orang Indonesia? Rata-rata jamaah langsung cocok tanpa perlu adaptasi panjang. Shawarma rasanya gurih dan tidak terlalu asing, sedangkan mutabbaq teksturnya mirip martabak telur yang sudah sering dijumpai sehari-hari.
  • Di mana tempat terbaik membeli kurma isi kacang di Makkah dan Madinah? Pasar kurma Madinah jadi tujuan utama banyak jamaah karena bisa pesan sesuai selera langsung di tempat. Toko oleh-oleh dekat hotel dan supermarket Bin Dawood juga pilihan yang praktis dengan kemasan yang lebih rapi.

Kesimpulan

Soal makanan, jamaah Indonesia tidak perlu lagi khawatir berlebihan. Menu makanan umroh favorit jamaah Indonesia kini sudah semakin mudah ditemukan, dari restoran Nusantara hingga kuliner lokal yang ternyata cocok di lidah. Dari rendang sampai shawarma, semuanya bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kenyamanan selama ibadah.

Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.