Berita & Informasi

Home – Single Blog

Rukun Umroh: Panduan Lengkap & Tata Cara Sah Sesuai Sunnah

Rukun Umroh Panduan Lengkap dan Tata Cara Sah Sesuai Sunnah
andri creativism.id
2 January 2026
No Responses

Rukun umroh adalah rangkaian ibadah inti yang wajib dilaksanakan oleh setiap jamaah dan tidak dapat digantikan dengan denda (dam). Jika salah satu rukun ini ditinggalkan, maka ibadah umroh seseorang dianggap tidak sah atau batal. Secara syariat, rukun umroh terdiri dari lima hal utama: niat ihram, tawaf, sa’i, tahallul (memotong rambut), dan dilaksanakan secara tertib sesuai urutan yang benar.

Baca Juga: Umroh Berapa Hari? Cek Durasi & Jadwal Perjalanan Terbaik

Memahami urutan dan tata cara yang benar adalah langkah awal bagi Sahabat MIW untuk meraih umroh yang mabrur.

Dasar Hukum dan Dalil Rukun Umroh

Melaksanakan umroh memiliki landasan yang kuat dalam Al-Quran dan Hadits. Perintah untuk menyempurnakan ibadah ini tertuang dalam firman Allah SWT:

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah…” (QS. Al-Baqarah: 196)

Selain itu, Rasulullah SAW memberikan teladan langsung mengenai bagaimana rukun ini harus dijalankan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah, Rasulullah SAW bersabda: “Ambillah dariku manasik (tata cara ibadah) kalian.” (HR. Muslim).

Berdasarkan kesepakatan para ulama (ijma’), rukun adalah pilar utama. Berbeda dengan “Wajib Umroh” yang jika ditinggalkan bisa diganti dengan dam, rukun umroh tidak memiliki kompensasi lain selain harus dikerjakan dengan benar.

5 Rukun Umroh Beserta Penjelasan Detailnya

Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai langkah-langkah rukun umroh yang harus Sahabat MIW pahami sebelum berangkat ke tanah suci.

1. Ihram dan Niat

Ihram adalah keadaan seseorang yang telah berniat untuk melaksanakan ibadah umroh dengan mengenakan pakaian khusus (dua lembar kain putih tanpa jahitan bagi laki-laki, dan pakaian yang menutup aurat bagi perempuan).

  • Tempat Niat (Miqat): Niat harus dilakukan di tempat yang telah ditentukan (Miqat). Bagi jamaah dari Solo yang mengambil penerbangan langsung ke Madinah, Miqat biasanya dilakukan di Bir Ali (Dzulhulaifah).
  • Lafadz Niat: “Labbaykallahumma ‘umratan” (Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumroh).
  • Larangan Ihram: Setelah berniat, jamaah terikat pada larangan-larangan tertentu seperti tidak boleh memakai wangi-wangian, memotong kuku, hingga berhubungan suami istri.

2. Tawaf (Mengelilingi Ka’bah)

Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Tawaf dimulai dan diakhiri di sudut Hajar Aswad.

  • Syarat Sah Tawaf: Harus suci dari hadats besar maupun kecil, menutup aurat, dan Ka’bah berada di sebelah kiri jamaah.
  • Putaran: Dilakukan sebanyak 7 kali putaran sempurna.
  • Sunnah dalam Tawaf: Membaca doa, berdzikir, dan melakukan shalat sunnah dua rakaat di belakang Makam Ibrahim setelah selesai.

3. Sa’i (Berlari-lari Kecil)

Sa’i adalah berjalan kaki/berlari-lari kecil antara bukit Safa dan bukit Marwah. Ibadah ini mengenang perjuangan Ibunda Hajar saat mencari air untuk Nabi Ismail AS.

  • Ketentuan: Dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwah.
  • Jumlah: Dilakukan sebanyak 7 kali perjalanan (Safa ke Marwah hitungan satu, Marwah ke Safa hitungan dua).
  • Doa: Disunnahkan memperbanyak doa saat berada di atas bukit Safa dan Marwah sambil menghadap kiblat.

4. Tahallul (Memotong Rambut)

Tahallul secara bahasa berarti “menghalalkan”. Ini adalah tanda bahwa rangkaian ibadah umroh telah selesai dan larangan-larangan ihram kembali diperbolehkan.

  • Bagi Laki-laki: Disunnahkan mencukur gundul (halq) atau memotong pendek secara merata (taqshir).
  • Bagi Perempuan: Cukup memotong rambut sepanjang ujung jari atau minimal tiga helai rambut.

5. Tertib

Tertib artinya semua rukun di atas harus dilakukan secara berurutan. Sahabat MIW tidak boleh melakukan sa’i sebelum tawaf, atau tahallul sebelum sa’i. Jika urutannya tertukar secara sengaja, maka umrohnya tidak sah.

Perbedaan Rukun Umroh dan Wajib Umroh

Banyak jamaah yang sering tertukar antara rukun dan wajib. Berikut adalah tabel perbandingannya:

Fitur Rukun Umroh Wajib Umroh
Status Hukum Syarat sah ibadah Kewajiban dalam rangkaian ibadah
Jika Ditinggalkan Ibadah batal/tidak sah Ibadah tetap sah, tapi wajib bayar Dam (denda)
Contoh Tawaf, Sa’i, Tahallul Miqat, Meninggalkan larangan ihram

Baca Juga: Perbedaan Haji dan Umroh: Panduan Lengkap untuk Jamaah

Tips Praktis Menjalankan Rukun Umroh bagi Pemula

  1. Jaga Stamina Fisik: Tawaf dan Sa’i membutuhkan energi yang besar. Pastikan Sahabat MIW rutin berolahraga ringan sebelum keberangkatan.
  2. Pelajari Doa-doa Inti: Meski boleh berdoa dengan bahasa sendiri, menghafal doa-doa ma’tsur akan menambah kekhusyukan.
  3. Gunakan Alas Kaki yang Nyaman: Saat menuju masjid, gunakan alas kaki yang nyaman agar kaki tidak lecet, namun ingat saat tawaf dan sa’i biasanya dilakukan tanpa alas kaki (kecuali kondisi medis tertentu).
  4. Pilih Travel Berizin Resmi: Pastikan Anda berangkat dengan travel yang memiliki izin resmi Kemenag seperti Madinah Iman Wisata untuk menjamin keamanan dan kenyamanan ibadah.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menjalankan Rukun Umroh

Agar ibadah Sahabat MIW sempurna, hindari beberapa kesalahan umum berikut:

  • Salah Hitungan Tawaf: Seringkali jamaah ragu apakah sudah 6 atau 7 putaran. Tipsnya: ambil hitungan terkecil jika ragu.
  • Tidak Suci Saat Tawaf: Jika batal wudhu saat tawaf, jamaah harus berwudhu kembali dan melanjutkan putaran yang tersisa (menurut pendapat yang kuat).
  • Memulai Sa’i dari Marwah: Ingat, sa’i selalu dimulai dari Bukit Safa.
  • Melanggar Larangan Ihram sebelum Tahallul: Seperti memakai parfum atau menutup kepala (bagi pria) sebelum memotong rambut.

Baca Juga: Rukun Haji: Panduan Lengkap 6 Pilar Ibadah Haji yang Sah

FAQ

  1. Apakah sah umroh jika tidak melakukan tahallul? Tidak sah. Tahallul adalah rukun umroh yang menjadi penanda selesainya ibadah tersebut.
  2. Bagaimana jika saya sakit saat harus melaksanakan Sa’i? Bagi jamaah yang sakit, lanjut usia, atau memiliki keterbatasan fisik, diperbolehkan melaksanakan tawaf dan sa’i menggunakan kursi roda atau skuter matic yang disediakan oleh pengelola Masjidil Haram.
  3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh rukun umroh? Secara normal, rangkaian dari tawaf hingga tahallul membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 4 jam, tergantung pada kepadatan jamaah di Masjidil Haram.
  4. Apakah niat umroh harus di Miqat? Ya, niat ihram harus dilakukan sebelum atau tepat saat melewati batas Miqat yang ditentukan. Jika terlewati, jamaah wajib kembali ke Miqat atau membayar denda (dam).
  5. Di mana saya bisa mendapatkan bimbingan manasik umroh di Solo? Anda bisa mengikuti bimbingan manasik intensif yang disediakan oleh MIW Travel Solo sebelum jadwal keberangkatan Anda.

Kesimpulan

Menjalankan rukun umroh dengan benar adalah kunci diterimanya ibadah kita di sisi Allah SWT. Dengan pemahaman yang matang mengenai ihram, tawaf, sa’i, tahallul, dan tertib, Sahabat MIW akan lebih percaya diri dan khusyuk saat berada di tanah suci.

Baca Juga: Paket Umroh MIW Travel Solo

Siap berangkat umroh dengan pelayanan premium dan bimbingan sesuai sunnah? Konsultasikan rencana perjalanan ibadah Anda bersama tim profesional kami. Hubungi MIW Travel Solo Sekarang di klik link WhatsApp berikut!