Sahabat MIW, umroh adalah ibadah yang didambakan oleh setiap Muslim. Mengunjungi Baitullah untuk bersimpuh dan memohon ampunan Allah SWT merupakan pengalaman spiritual yang tak ternilai harganya. Bagi Anda yang berdomisili di Solo Raya dan sekitarnya, memahami tata cara umroh yang benar sebelum berangkat adalah langkah awal menuju ibadah yang mabrur.
Baca Juga: Petugas Haji: Tugas, Jenis, dan Peran Pentingnya untuk Jamaah
Seringkali, calon jamaah merasa khawatir akan melakukan kesalahan saat beribadah di Tanah Suci. Oleh karena itu, Madinah Iman Wisata (MIW) Solo menyusun panduan komprehensif ini untuk memudahkan Anda memahami urutan ibadah umroh sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Apa Itu Umroh?
Secara bahasa, umroh berarti “berkunjung”. Sedangkan menurut istilah syara’, umroh adalah mengunjungi Ka’bah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.
Baca Juga: Daftar Rukun Haji: 6 Urutan & Penjelasan Lengkap!
Dasar Hukum dan Dalil Umroh
Ibadah umroh memiliki landasan hukum yang kuat dalam Al-Qur’an dan Hadits. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 196:
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah…” (QS. Al-Baqarah: 196).
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda mengenai keutamaan umroh:
“Antara satu umroh dengan umroh berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Memahami dalil ini penting agar Sahabat MIW memiliki landasan niat yang lurus semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk tujuan duniawi.
Rukun dan Wajib Umroh
Sebelum masuk ke langkah-langkah detail, penting untuk membedakan antara Rukun Umroh dan Wajib Umroh.
-
Rukun Umroh: Jika ditinggalkan, maka umrohnya tidak sah dan tidak bisa diganti dengan denda (dam). Rukun umroh terdiri dari: Niat Ihram, Tawaf, Sa’i, Tahallul, dan Tertib.
-
Wajib Umroh: Jika ditinggalkan, umroh tetap sah namun wajib membayar Dam (denda). Wajib umroh adalah: Berihram dari Miqat dan menjauhi larangan ihram.
Langkah-Langkah Tata Cara Umroh (Step-by-Step)
Berikut adalah panduan urutan ibadah umroh yang perlu Anda perhatikan dengan seksama:
1. Persiapan dan Mandi Sunnah
Sebelum menuju Miqat, jamaah disunnahkan untuk membersihkan diri. Hal ini meliputi memotong kuku, mencukur bulu kemaluan dan ketiak, serta mandi besar (mandi junub). Bagi laki-laki, disunnahkan memakai wewangian di tubuh (bukan di kain ihram) sebelum berniat.
2. Ihram dan Berniat dari Miqat
Langkah pertama dalam tata cara umroh adalah mengambil miqat. Miqat adalah batas tempat dimulainya ibadah umroh.
-
Bagi jamaah gelombang I (Madinah ke Makkah), miqatnya di Masjid Bir Ali (Dzulhulaifah).
-
Bagi jamaah gelombang II (Jeddah ke Makkah), miqat biasanya diambil di Yalamlam (di atas pesawat) atau Bandara Jeddah (mengikuti pendapat ulama tertentu).
Setelah memakai pakaian ihram (dua helai kain tak berjahit bagi pria, dan pakaian menutup aurat bagi wanita), ucapkanlah niat:
Labbaykallahumma ‘umrah (Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berumroh).
Setelah niat diucapkan, maka berlakulah semua larangan ihram. Perbanyaklah membaca kalimat Talbiyah selama perjalanan menuju Masjidil Haram:
“Labbaykallahumma labbayk, labbayka laa syariika laka labbayk. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syariika lak.”
3. Masuk Masjidil Haram
Saat tiba di Masjidil Haram, masuklah dengan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid. Ketika melihat Ka’bah, angkat tangan dan berdoalah, karena ini adalah salah satu waktu mustajab.
4. Tawaf (Mengelilingi Ka’bah)
Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad.
-
Posisi: Ka’bah berada di sebelah kiri badan jamaah.
-
Istilam: Disunnahkan mencium Hajar Aswad, atau cukup melambaikan tangan kanan ke arahnya sambil mengucap “Bismillahi Allahu Akbar”.
-
Putaran: Lakukan 7 kali putaran dengan tenang.
-
Suci: Syarat tawaf harus suci dari hadas kecil dan besar (berwudhu).
Setelah selesai 7 putaran, disunnahkan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim dan meminum air Zam-zam.
5. Sa’i (Berlari Kecil antara Safa dan Marwah)
Setelah tawaf, lanjutkan menuju Bukit Safa untuk memulai Sa’i.
-
Mulai: Sa’i dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwah.
-
Hitungan: Perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung 1 kali, dan sebaliknya dihitung 1 kali. Total 7 kali perjalanan, sehingga berakhir di Marwah.
-
Sunnah: Bagi laki-laki, disunnahkan berlari-lari kecil (raml) saat melewati pilar hijau.
-
Bacalah doa dan dzikir di setiap putaran. Tidak ada bacaan khusus yang wajib, namun dianjurkan memperbanyak doa untuk kebaikan dunia akhirat.
6. Tahallul (Mencukur Rambut)
Tahallul adalah penutup dari rangkaian tata cara umroh.
-
Laki-laki: Disunnahkan mencukur habis rambut (gundul/halq) atau memendekkannya (taqshir). Mencukur habis lebih utama.
-
Wanita: Cukup memotong ujung rambut seukuran ruas jari (sekitar 2-3 cm).
Dengan selesainya tahallul, maka selesailah ibadah umroh dan halal kembali segala larangan ihram.
7. Tertib
Semua rukun di atas harus dilakukan secara berurutan, tidak boleh dibolak-balik.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Berdasarkan pengalaman tim pembimbing MIW Travel Solo, berikut adalah kesalahan yang sering terjadi:
-
Membuka Pundak (Idtiba) Saat Sa’i: Membuka pundak kanan bagi laki-laki hanya disunnahkan saat Tawaf saja. Saat shalat dan Sa’i, kedua pundak harus tertutup kain ihram.
-
Selfie Berlebihan: Mengambil foto boleh saja untuk kenangan, namun jangan sampai mengganggu kekhusyukan ibadah atau menghalangi jalan jamaah lain saat Tawaf.
-
Wanita Berpakaian Ketat: Pastikan pakaian ihram wanita tidak membentuk lekuk tubuh dan tidak transparan.
-
Tidak Membayar Dam: Jika melanggar larangan ihram (seperti memakai wangi-wangian atau memotong kuku sebelum tahallul), wajib membayar dam. Konsultasikan dengan muthawif (pembimbing) Anda.
Tips Praktis Umroh untuk Jamaah Solo Raya
-
Latihan Fisik: Ibadah umroh adalah ibadah fisik. Biasakan jalan kaki pagi minimal 30 menit setiap hari, satu bulan sebelum keberangkatan.
-
Pelajari Manasik: Ikuti bimbingan manasik yang diselenggarakan oleh MIW Travel agar Anda tidak bingung saat di Tanah Suci.
-
Jaga Kesehatan: Perubahan cuaca di Arab Saudi bisa ekstrem. Bawa obat-obatan pribadi dan vitamin.
-
Pilih Travel Terpercaya: Pastikan Anda memilih travel berizin resmi Kemenag seperti Paket Umroh MIW Travel untuk menjamin keamanan dan kenyamanan perjalanan.
FAQ Seputar Konten
- Berapa lama durasi ibadah umroh di Tanah Suci? Secara teknis, prosesi umroh (Tawaf, Sa’i, Tahallul) hanya memakan waktu 2-4 jam. Namun, paket perjalanan umroh biasanya berlangsung selama 9, 12, atau 13 hari termasuk ziarah di Makkah dan Madinah.
- Apakah wanita wajib didampingi mahram saat umroh? Berdasarkan peraturan terbaru dari Kerajaan Arab Saudi, wanita diperbolehkan umroh tanpa mahram asalkan pergi bersama rombongan yang aman (seperti travel resmi) dan terpercaya.
- Apa bedanya Rukun dan Wajib Umroh? Rukun menentukan sah atau tidaknya umroh dan tidak bisa diganti denda. Wajib umroh adalah hal yang harus dilakukan, jika ditinggalkan umroh tetap sah tapi wajib membayar Dam (denda).
Kesimpulan
Memahami tata cara umroh yang benar mulai dari niat ihram di miqat, tawaf, sa’i, hingga tahallul adalah syarat mutlak agar ibadah Anda sah dan diterima oleh Allah SWT (mabrur). Meskipun rangkaian ibadah ini terlihat memiliki banyak aturan fiqih, Anda tidak perlu khawatir merasa kesulitan.
Baca Juga: Paket Umroh
Konsultasikan rencana perjalanan ibadah Anda bersama PT. Madinah Iman Wisata Solo. Kami menyediakan paket Haji Plus dan Umroh dengan pembimbing berpengalaman. Hubungi MIW Travel Solo Sekarang di klik link WhatsApp berikut!