Berita & Informasi

Sunnah-Sunnah Umroh yang Sering Diabaikan Jamaah Pemula

Suci
30 April 2026
No Responses

Rukun umroh memang yang pertama dipelajari. Wajar, karena rukunlah yang menentukan sah tidaknya ibadah. Di luar rukun, ada yang namanya sunnah yang juga perlu diketahui.

Sunnah adalah amalan yang Rasulullah SAW kerjakan dan anjurkan kepada umatnya. Bukan kewajiban, namun juga bukan sesuatu yang remeh. Jika dikerjakan, pahalanya nyata. Jika ditinggalkan, tidak ada denda dan ibadah tetap sah. Tetapi jika ditinggalkan, ada yang kurang. Bukan dari sisi sah atau tidaknya, namun dari sisi seberapa penuh ibadah itu dijalankan.

Baca Juga: Mengapa Umroh Disebut Haji Kecil? Pelajari Alasannya di Sini!

Inilah yang sering luput dari perhatian jamaah pemula. Fokus pada rukun dan larangan adalah hal yang benar, tetapi berhenti di sana saja membuat banyak amalan sunnah umroh berlalu begitu saja tanpa sempat dikerjakan. Padahal beberapa di antaranya sangat mudah dilakukan dan tidak membutuhkan waktu atau tenaga yang besar.

Masalahnya, sunnah-sunnah ini jarang masuk ke sesi manasik secara mendalam. Pembahasan manasik biasanya lebih banyak menyentuh hal-hal yang wajib dan larangan yang harus dihindari. Sunnah sering hanya disebutkan sekilas, tanpa penjelasan mengapa ini penting dan bagaimana cara mengerjakannya di lapangan.

Padahal perjalanan ke sana bukan sesuatu yang bisa diulang kapan saja. Setiap momen yang berlalu tanpa amalan sunnah adalah momen yang tidak bisa dikembalikan.

Supaya ibadah Anda lebih lengkap dan berkesan, berikut sunnah-sunnah umroh yang sering diabaikan jamaah pemula.

Sunnah Ifrad

Ifrad adalah niat melaksanakan haji secara terpisah dari umroh. Artinya, jamaah mendahulukan haji terlebih dahulu sebelum mengerjakan umroh. Dengan cara ini, jamaah bisa lebih fokus menyempurnakan seluruh rangkaian haji tanpa membagi perhatian dengan ibadah lainnya.

Setelah seluruh amalan haji selesai, barulah umroh dikerjakan. Meski tidak wajib, ifrad termasuk sunnah yang dianjurkan karena mencerminkan kesungguhan dalam menunaikan ibadah yang paling agung.

Sunnah Talbiyah

Talbiyah adalah kalimat yang diucapkan sebagai sambutan atas panggilan Allah. Bunyinya: Labbaikallahumma labbaik, laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syariika lak.

Bagi laki-laki, talbiyah diucapkan dengan suara lantang. Bagi perempuan, cukup dilafalkan pelan. Kalimat ini bukan sekadar hafalan, ini adalah pengakuan bahwa seorang hamba datang menjawab undangan Tuhannya, dengan sepenuh hati dan tanpa syarat.

Jumhur ulama sepakat bahwa hukumnya sunnah muakkad, sangat dianjurkan untuk terus diulang sepanjang perjalanan ibadah berlangsung.

Sunnah Tawaf Qudum

Tawaf qudum adalah tawaf selamat datang yang dilakukan saat pertama kali tiba di Makkah. Sunnah ini dianjurkan bagi jamaah yang bukan penduduk Makkah, sebagai bentuk penghormatan kepada Ka’bah sejak langkah pertama memasuki kota suci.

Baca Juga: Apakah Boleh Melaksanakan Umroh Bagi yang Belum Pernah Haji?

Caranya sama dengan tawaf pada umumnya, mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran searah jarum jam. Tidak wajib, tetapi sayang untuk dilewatkan ketika sudah sejauh itu menempuh perjalanan.

Mabit di Muzdalifah

Setelah wukuf di Arafah, jamaah haji disunnahkan untuk bermalam di Muzdalifah sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina. Mabit di sini tidak harus semalam penuh, berhenti dan beristirahat sejenak pun sudah mencukupi. Di sinilah jamaah biasanya mengumpulkan batu kerikil untuk pelemparan jumrah.

Selain itu, bermalam di Muzdalifah adalah cara mengikuti jejak Rasulullah SAW dalam menunaikan haji. Ada ketenangan tersendiri yang sulit digambarkan bagi siapa pun yang pernah merasakannya.

Shalat Sunnah Tawaf

Setelah menyelesaikan tujuh putaran tawaf, jamaah disunnahkan untuk melaksanakan shalat dua rakaat. Tempat yang paling utama adalah di belakang Maqam Ibrahim, yaitu tempat bekas pijakan kaki Nabi Ibrahim AS ketika membangun Ka’bah.

Jika area tersebut terlalu padat, shalat bisa dilakukan di mana saja di dalam Masjidil Haram. Sunnah ini berlaku setelah tawaf qudum maupun tawaf wada’, dan menjadi penutup yang baik dari setiap rangkaian tawaf yang dikerjakan. Dua rakaat yang singkat ini punya bobot yang jauh lebih besar dari yang terlihat, karena dikerjakan di tempat yang paling mulia di muka bumi.

Mabit di Mina

Mina adalah tempat jamaah haji bermalam selama hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Di sinilah pelemparan jumrah dilakukan setiap harinya.

Mabit di Mina termasuk sunnah haji yang sangat dianjurkan, dan bagi jamaah yang memilih untuk bertahan hingga tanggal 13 Dzulhijjah, amalan ini disebut nafar tsani. Ada nilai spiritual yang tinggi dalam bermalam di Mina, karena di tempat inilah Nabi Ibrahim AS pernah diuji dengan ujian terberat dalam hidupnya.

Tawaf Wada’

Tawaf wada’ adalah tawaf perpisahan yang dilakukan sebelum meninggalkan Makkah. Ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian ibadah haji, sekaligus penghormatan terakhir kepada Ka’bah sebelum jamaah kembali ke tanah asal.

Bagi banyak jamaah, inilah momen yang paling berat. Langkah-langkah terakhir mengelilingi Ka’bah terasa berbeda dari putaran-putaran sebelumnya. Ada rasa syukur yang bercampur dengan harapan agar Allah mengizinkan mereka kembali suatu hari nanti.

Doa yang dipanjatkan di putaran terakhir tawaf wada’ sering kali adalah doa yang paling dalam dan paling jujur sepanjang perjalanan ibadah.

Mandi Ihram

Sebelum berangkat ke miqat dan mengenakan ihram, jamaah disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu. Mandi ini dilakukan seperti mandi junub, membersihkan seluruh tubuh hingga tidak ada kotoran yang tersisa. Tujuannya bukan hanya kebersihan fisik, namun juga sebagai persiapan memasuki kondisi ihram dengan tubuh yang bersih dan niat yang sudah tertata.

Sunnah sederhana ini sering dilewatkan karena dianggap sepele, padahal ini adalah pembuka yang baik sebelum memulai perjalanan ibadah. Memulai sesuatu yang besar dengan kebersihan adalah bagian dari adab yang diajarkan Rasulullah SAW.

Membaca Doa Ketika Melihat Ka’bah

Saat Ka’bah pertama kali terlihat, ada doa yang dianjurkan untuk dibaca: Allahumma zid haadzal baita tasyriifan wa ta’dziiman wa takriiman wa mahaabatan, wa zid man syarafahu wa karamahu mim man hajjahu awi’tamarahu tasyriifan wa takriiman wa ta’dziiman wa birran. Momen ini tidak datang setiap hari.

Bagi sebagian jamaah, ini adalah momen yang sudah dinantikan bertahun-tahun, bahkan mungkin sepanjang hidupnya. Membaca doa saat melihat Ka’bah untuk pertama kali adalah cara terbaik untuk mengisi momen tersebut dengan sesuatu yang bernilai.

Shalat di Hijir Ismail

Hijir Ismail adalah area setengah lingkaran yang berada di sisi utara Ka’bah. Rasulullah SAW pernah menyampaikan kepada Aisyah RA bahwa tempat ini adalah bagian dari Ka’bah itu sendiri.

Baca Juga: Daftar Paket Umroh Promo dari Madinah Iman Wisata Solo

Shalat di dalamnya berarti shalat di dalam Ka’bah. Kesempatan ini tidak selalu mudah didapat mengingat area tersebut sering dipadati jamaah, tetapi bagi siapa pun yang sempat, ini adalah salah satu pengalaman ibadah yang paling berkesan selama berada di Tanah Suci.

FAQ Seputar Konten

  • Apakah meninggalkan sunnah umroh membuat ibadah tidak sah? Tidak. Sunnah umroh maupun haji jika ditinggalkan tidak membatalkan ibadah dan tidak perlu membayar dam. Namun, pahalanya tentu berkurang karena amalan tambahan tersebut tidak dikerjakan.
  • Apakah semua sunnah umroh bisa dikerjakan oleh jamaah pemula? Bisa. Sebagian besar tidak membutuhkan kemampuan khusus. Yang terpenting adalah memahaminya sejak sebelum berangkat agar tidak terlewat saat sudah berada di Tanah Suci.
  • Apa saja sunnah umroh yang sering diabaikan jamaah pemula? Beberapa yang sering terlewat antara lain mandi ihram sebelum miqat, membaca talbiyah secara konsisten, membaca doa saat pertama melihat Ka’bah, dan shalat sunnah tawaf di belakang Maqam Ibrahim.

Kesimpulan

Sunnah umroh memang tidak wajib, tetapi lebih baik tidak melewatkannya begitu saja. Setiap amalan sunnah yang dikerjakan di Tanah Suci adalah kesempatan pahala yang belum tentu datang dua kali.

Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.