Banyak jamaah yang sudah hafal tata cara sa’i jauh sebelum berangkat. Tujuh putaran, mulai dari Shafa, berakhir di Marwah. Berlari-lari kecil di bagian tertentu, berjalan biasa di sisanya. Secara teknis, tidak terlalu sulit dipahami.
Namun, mengetahui caranya dan memahami maknanya adalah dua hal yang berbeda.
Sa’i bukan ritual yang muncul begitu saja tanpa latar belakang. Sa’i bukan ritual yang muncul tanpa latar belakang. Ada kisah di baliknya, kisah yang sudah ribuan tahun usianya tetapi tidak pernah kehilangan relevansinya.
Baca Juga: Rukun dan Wajib Umroh yang Harus Dipahami Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
Tidak sedikit jamaah yang baru benar-benar merasakan maknanya justru setelah pulang. Saat menghadapi masalah, saat merasa lelah, tiba-tiba langkah-langkah antara Shafa dan Marwah itu kembali terlintas.
Memahami hikmahnya sebelum berangkat bisa membuat sa’i terasa berbeda. Bukan sekadar tujuh putaran yang harus diselesaikan, melainkan tujuh putaran yang benar-benar dihayati. Simak selengkapnya di bawah ini.
Menguatkan Iman di Saat-Saat Sulit
Siti Hajar tidak tahu apa yang akan terjadi saat ditinggalkan di lembah yang gersang. Tidak ada air, tidak ada makanan, tidak ada siapa pun. Yang ada hanya satu keyakinan: Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang taat.
Sa’i mengajarkan bahwa iman bukan soal tahu hasilnya lebih dulu. Iman adalah tetap melangkah meski tidak tahu ujungnya di mana. Banyak orang yang imannya goyah justru di saat keadaan paling sulit. Padahal di titik itulah keteguhan paling dibutuhkan.
Setiap putaran antara Shafa dan Marwah adalah pengingat bahwa kesulitan bukan tanda ditinggalkan Allah. Justru di titik paling berat itulah pertolongan-Nya sering kali datang, dari arah yang tidak pernah diperhitungkan sebelumnya.
Menggambarkan Perjuangan Seorang Ibu
Sa’i lahir dari kisah seorang ibu yang berlari antara dua bukit demi seteguk air untuk anaknya. Bukan sekali, tetapi tujuh kali. Dalam kondisi kelelahan, kehausan, dan tanpa kepastian bahwa usahanya akan berhasil.
Islam mengabadikan perjuangan itu sebagai rukun ibadah yang dilakukan jutaan orang hingga hari ini. Ini bukan kebetulan. Ada pesan yang kuat di baliknya: bahwa pengorbanan seorang ibu adalah sesuatu yang mulia di mata Allah. Tidak ada yang terlalu kecil dari perjuangan itu, dan tidak ada yang terlewat dari catatan-Nya.
Baca Juga: Apa itu Mahram dalam Umroh? Umroh Tanpa Mahram Apakah Boleh?
Sa’i adalah penghormatan nyata terhadap kekuatan, kesabaran, dan cinta seorang ibu yang tidak mengenal batas, bahkan di kondisi yang paling berat sekalipun.
Rezeki Selalu Datang dari Arah Tidak Terduga dan untuk Mereka yang Berusaha
Siti Hajar berlari antara Shafa dan Marwah mencari air. Namun, air zamzam justru muncul dari bawah kaki Ismail, bukan dari arah yang ia cari. Bukan dari bukit yang ia daki. Bukan dari tempat yang ia tuju.
Ini bukan berarti usahanya sia-sia. Justru sebaliknya, Allah menghargai setiap langkah ikhtiarnya. Allah juga menunjukkan bahwa rezeki tidak selalu datang dari arah yang kita perkirakan.
Kadang kita berusaha ke satu arah, tetapi Allah kirimkan jawaban dari tempat yang sama sekali tidak kita sangka. Tugas manusia adalah terus bergerak dan berusaha dengan cara yang benar. Soal dari mana rezeki itu datang, itu sepenuhnya urusan Allah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk setiap hamba-Nya.
Mengajarkan Kita untuk Tawakal Kepada Allah
Tawakal bukan berarti diam menunggu keajaiban. Siti Hajar membuktikan itu. Ia berlari, berusaha, berdoa, dan terus bergerak. Namun di saat yang sama, ia menyerahkan hasilnya sepenuhnya kepada Allah. Tidak ada kepanikan yang berlebihan, tidak ada putus asa yang melumpuhkan.
Allah berfirman dalam Surah At-Thalaq ayat 3 bahwa siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Itulah yang terjadi pada Siti Hajar. Air zamzam memancar bukan karena kekuatannya sendiri, tetapi karena Allah melihat ikhtiar dan tawakalnya yang tulus.
Sa’i mengajarkan bahwa dua hal ini tidak bisa dipisahkan: usaha yang sungguh-sungguh dan kepasrahan yang tulus kepada Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung.
Ikhlas dengan Pemberian dari Allah
Siti Hajar tidak protes saat ditinggalkan di lembah tandus. Tidak mengeluh, tidak menyalahkan siapa pun. Ia menerima ketetapan Allah dengan hati yang lapang, lalu melakukan yang bisa ia lakukan dengan segenap tenaga yang tersisa.
Keikhlasan bukan berarti tidak merasakan beratnya ujian. Siti Hajar pasti merasakannya. Seorang ibu yang melihat anaknya menangis kehausan tentu merasakan kepedihan yang luar biasa. Namun, ia memilih untuk tidak membiarkan beratnya ujian mengalahkan keyakinannya kepada Allah.
Baca Juga: Berapa Biaya Paket Umroh Solo MIW Travel? Pelajari di Sini!
Menerima ketetapan Allah dengan ikhlas bukan tanda menyerah. Justru itulah salah satu bentuk iman yang paling tinggi, dan dari keikhlasan itulah lahir pertolongan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
FAQ Seputar Konten
- Apakah sa’i harus dilakukan dengan berlari penuh sepanjang jalurnya? Tidak. Sa’i dilakukan dengan berlari-lari kecil, dan bagi jamaah lanjut usia atau yang memiliki keterbatasan fisik, berjalan biasa pun diperbolehkan. Yang terpenting adalah menyelesaikan tujuh putaran.
- Apakah hikmah sa’i hanya bisa dirasakan saat berada di Tanah Suci? Tidak. Nilai-nilai yang terkandung dalam sa’i seperti ikhtiar, tawakal, dan keikhlasan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, jauh setelah ibadah selesai.
- Apa hikmah sa’i yang bisa dipelajari jamaah? Sa’i mengajarkan keteguhan iman, semangat ikhtiar, tawakal kepada Allah, dan keikhlasan menerima ketetapan-Nya. Semua nilai yang lahir dari kisah perjuangan Siti Hajar.
Kesimpulan
Sa’i bukan sekadar berlari-lari kecil antara dua bukit. Di baliknya ada pelajaran tentang iman, ikhtiar, tawakal, dan keikhlasan yang bisa dibawa pulang jauh melampaui perjalanan ibadah itu sendiri.
Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.
