Berita & Informasi

Bagaimana Hukumnya Minum Air Zamzam Sambil Berdiri?

andri creativism.id
8 May 2026
No Responses

Air zamzam memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam. Tidak hanya dikenal sebagai air penuh keberkahan, zamzam juga memiliki banyak adab yang sering menjadi pembahasan di kalangan kaum muslimin. Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah mengenai hukum minum air zamzam sambil berdiri. Sebagian orang menganggap minum sambil berdiri dilarang secara mutlak, sementara sebagian lainnya memahami bahwa ada pengecualian tertentu, khususnya ketika meminum air zamzam.

Dalam beberapa hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memang melarang minum sambil berdiri. Namun di sisi lain, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa beliau pernah meminum air zamzam sambil berdiri. Perbedaan riwayat ini kemudian dijelaskan oleh para ulama agar umat Islam dapat memahami hukumnya secara benar dan tidak salah dalam mengambil kesimpulan.

Keutamaan Air Zamzam dalam Islam

  • Air yang Penuh Keberkahan

Air zamzam bukanlah air biasa. Dalam sejarah Islam, air ini pertama kali muncul sebagai pertolongan Allah kepada Nabi Ismail ‘alaihis salam dan ibunya, Siti Hajar, ketika berada di padang pasir yang tandus di Makkah. Hingga saat ini, sumur zamzam tetap mengalir dan menjadi salah satu mukjizat yang dapat disaksikan langsung oleh umat Islam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan bahwa air zamzam memiliki banyak keberkahan. Bahkan air ini disebut sebagai makanan yang mengenyangkan dan memiliki manfaat sesuai dengan niat orang yang meminumnya.

  • Dianjurkan Membaca Doa Saat Minum Zamzam

Ketika minum air zamzam, para ulama menganjurkan untuk membaca doa dan menghadirkan niat yang baik. Banyak jamaah umroh maupun haji memanfaatkan momen ini untuk memohon kesehatan, keberkahan hidup, ilmu yang bermanfaat, hingga kemudahan dalam urusan dunia dan akhirat.

Karena keistimewaannya, tidak heran jika adab minum air zamzam menjadi pembahasan yang cukup penting.

Larangan Minum Sambil Berdiri dalam Hadis

Hadits Larangan Minum Berdiri

Dalam hadis shahih dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu disebutkan:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَجَرَ عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا

Artinya:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh melarang dari minum sambil berdiri.”
(HR. Muslim no. 2024)

Larangan ini dipahami oleh mayoritas ulama sebagai bentuk anjuran adab yang lebih baik, yaitu minum sambil duduk. Sebab posisi duduk dianggap lebih sopan, lebih tenang, dan lebih baik bagi kesehatan tubuh.

Hikmah Minum dalam Posisi Duduk

Selain mengikuti sunnah, minum sambil duduk juga memiliki sejumlah hikmah. Di antaranya adalah membantu tubuh lebih rileks ketika menerima cairan serta mengurangi resiko tersedak. Dari sisi adab, posisi duduk juga mencerminkan ketenangan dan tidak tergesa-gesa.Karena itu, dalam kondisi normal, minum sambil duduk memang lebih utama  dilakukan oleh seorang muslim.

Penjelasan Tentang Minum Air Zamzam Sambil Berdiri

Rasulullah Pernah Minum Zam Zam Sambil Berdiri

Meski terdapat larangan minum sambil berdiri, terdapat pula hadits shahih yang menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah meminum air zamzam sambil berdiri.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ قَائِمًا

Artinya:

“Aku memberi minum kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari air zam-zam, lalu beliau minum sambil berdiri.”
(HR. Bukhari no. 1637 dan Muslim no. 2027)

Hadis inilah yang menjadi dasar bahwa minum air zamzam sambil berdiri diperbolehkan.

Terdapat hadis dari Anas bin Malik yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang minum sambil berdiri. Namun kemudian dijelaskan pula hadis lain dari Ibnu Abbas bahwa Nabi pernah minum air zamzam sambil berdiri.

Selain itu, terdapat juga riwayat dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata:

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْرَبُ قَائِمًا وَقَاعِدًا

Artinya:

“Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sambil berdiri, begitu pula pernah dalam keadaan duduk.”
(HR. Tirmidzi no. 1883 dan dinyatakan hasan shahih)

Dari penjelasan hadis-hadis tersebut, mayoritas ulama memahami bahwa minum sambil berdiri hukumnya boleh, meskipun duduk tetap lebih utama dalam kebanyakan keadaan.

Pendapat Mayoritas Ulama

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa larangan minum sambil berdiri bukanlah larangan haram secara mutlak, melainkan makruh atau meninggalkan sesuatu yang lebih utama. Sedangkan hadis Nabi yang minum zamzam sambil berdiri menunjukkan adanya kebolehan.

Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa Nabi melakukan hal tersebut untuk menjelaskan kepada umat bahwa perbuatan itu tidak haram. Dengan demikian, tidak ada pertentangan antara hadis larangan dan hadis kebolehan.

Mengapa Air Zamzam Sering Diminum Sambil Berdiri?

Kondisi di Area Masjidil Haram

Salah satu alasan praktis mengapa banyak jamaah meminum air zamzam sambil berdiri adalah kondisi di sekitar Masjidil Haram yang sangat ramai. Jamaah sering mengambil air zamzam di tempat-tempat penyediaan air dan langsung meminumnya tanpa duduk terlebih dahulu.

Keadaan tersebut tentu berbeda dengan kondisi santai di rumah atau tempat biasa. Karena itulah para ulama memandang hal ini sebagai sesuatu yang diperbolehkan.

Mencontoh Perbuatan Rasulullah

Sebagian jamaah juga memilih minum air zamzam sambil berdiri karena ingin mengikuti riwayat bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukannya. Selama niatnya baik dan tidak meyakini bahwa berdiri adalah satu-satunya cara yang benar, maka hal tersebut tidak menjadi masalah.

Namun tetap perlu dipahami bahwa minum sambil duduk juga merupakan sunnah Nabi yang sangat dianjurkan.

Adab Minum Air Zamzam yang Perlu Diperhatikan

  • Membaca Basmalah

Sebelum minum air zamzam, dianjurkan membaca basmalah sebagaimana adab makan dan minum dalam Islam.

  • Minum dengan Tiga Tegukan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mencontohkan minum dengan beberapa tegukan dan tidak langsung sekaligus.

  • Menghadap Kiblat dan Berdoa

Sebagian ulama menganjurkan menghadap kiblat ketika minum air zamzam. Setelah itu, perbanyak doa kepada Allah sesuai kebutuhan dan harapan yang diinginkan.

  • Tidak Berlebihan

Walaupun air zamzam penuh keberkahan, seorang muslim tetap dianjurkan menjaga adab dan tidak berlebihan saat meminumnya.

FAQ Seputar Konten

  1. Apakah minum air zamzam sambil berdiri lebih utama dibanding duduk? Tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa berdiri lebih utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukannya sebagai bentuk kebolehan. Namun secara umum, minum sambil duduk tetap lebih utama.
  2. Apakah minum sambil berdiri berdosa? Mayoritas ulama berpendapat bahwa minum sambil berdiri hukumnya boleh dan tidak berdosa, meskipun duduk lebih dianjurkan dalam kondisi normal.
  3. Mengapa banyak jamaah di Masjidil Haram minum zamzam sambil berdiri? Karena kondisi tempat yang ramai dan untuk memudahkan jamaah. Selain itu, terdapat hadis shahih yang menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah meminum air zamzam sambil berdiri.

Kesimpulan

Hukum minum air zamzam sambil berdiri adalah boleh berdasarkan hadits shahih yang meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukannya. Meski demikian, minum sambil duduk tetap menjadi adab yang lebih utama dalam kondisi biasa. Dengan memahami seluruh hadis secara menyeluruh, umat Islam dapat bersikap lebih bijak dan tidak mudah menyalahkan perbedaan praktik yang ada di tengah masyarakat.

Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.