Banyak jamaah umroh dan haji fokus beribadah di depan Ka’bah, mencium Hajar Aswad, atau memperbanyak tawaf. Namun, tidak sedikit yang justru melewatkan salah satu tempat paling istimewa di Masjidil Haram, yaitu Hijr Ismail. Padahal, tempat ini memiliki sejarah panjang, keutamaan besar, dan kedudukan khusus karena termasuk bagian dari Ka’bah.
Lalu, apa itu Hijr Ismail dan mengapa banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memanfaatkan kesempatan beribadah di sana? Memahami sejarah dan keutamaannya akan membuat ibadah di Tanah Suci menjadi lebih bermakna dan penuh penghayatan.
Apa Itu Hijr Ismail?
Hijr Ismail adalah area berbentuk setengah lingkaran yang berada di sisi utara Ka’bah. Area ini dibatasi oleh tembok pendek melengkung yang dikenal dengan nama Al-Hatim. Banyak orang mengira tempat tersebut berada di luar Ka’bah. Padahal, sebagian area Hijr Ismail justru termasuk bagian dari bangunan Ka’bah.
Hal ini terjadi karena pada masa renovasi Ka’bah oleh kaum Quraisy sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul, mereka kekurangan biaya yang halal untuk menyempurnakan pembangunan. Akibatnya, sebagian bangunan Ka’bah tidak dimasukkan ke dalam struktur utama dan diberi tanda berupa dinding setengah lingkaran.
Rasulullah SAW pernah menjelaskan kepada Aisyah RA bahwa jika kaumnya tidak baru memeluk Islam, maka beliau ingin membangun kembali Ka’bah sesuai fondasi Nabi Ibrahim AS, termasuk memasukkan Hijr Ismail ke dalam bangunan Ka’bah. Artinya, seseorang yang melaksanakan shalat di dalam Hijr Ismail seakan-akan sedang shalat di dalam Ka’bah.
Sejarah Hijr Ismail dan Kaitannya dengan Nabi Ibrahim AS
Tempat Berlindung Nabi Ismail dan Ibunya
Menurut riwayat sejarah Islam, area Hijr Ismail dahulu menjadi tempat berlindung Nabi Ismail AS dan ibunya, Siti Hajar. Di tempat inilah mereka tinggal setelah ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim AS atas perintah Allah SWT. Seiring berjalannya waktu, lokasi tersebut menjadi area yang sangat dimuliakan dan dipertahankan keberadaannya hingga sekarang.
Bagian dari Pondasi Ka’bah
Ka’bah pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim AS bersama Nabi Ismail AS. Ketika kaum Quraisy merenovasi Ka’bah, mereka tidak dapat membangun sesuai fondasi asli karena keterbatasan dana. Inilah alasan mengapa Hijr Ismail tetap diberi pembatas setengah lingkaran sebagai penanda bahwa daerah tersebut sesungguhnya merupakan bagian dari Ka’bah. Memahami sejarah ini membuat jamaah tidak lagi menganggap Hijr Ismail sebagai tempat biasa, melainkan bagian dari rumah Allah yang memiliki nilai spiritual sangat tinggi.
Baca Juga: Sejarah Singkat Ka’bah yang Wajib Jamaah Ketahui!
Keutamaan Beribadah di Hijr Ismail
Shalat di Dalamnya Bernilai Seperti Salat di Dalam Ka’bah
Keistimewaan terbesar Hijr Ismail adalah statusnya sebagai bagian dari Ka’bah. Banyak jamaah menginginkan kesempatan untuk masuk ke dalam Ka’bah, tetapi tidak semua orang memperoleh kesempatan tersebut. Karena itu, shalat sunnah di Hijr Ismail menjadi salah satu cara merasakan ibadah di area yang termasuk bagian dari Baitullah. Tidak heran jika para pembimbing umroh dari Madinah Iman Wisata sering mengingatkan jamaah agar memanfaatkan kesempatan ketika area ini tidak terlalu padat.
Tempat Mustajab untuk Berdoa
Banyak ulama menyebut Hijr Ismail sebagai salah satu tempat yang penuh keberkahan untuk memperbanyak doa dan munajat kepada Allah SWT.
Di tempat ini, jamaah dianjurkan untuk:
- Melaksanakan shalat sunnah dua rakaat.
- Memperbanyak istighfar.
- Berdoa memohon ampunan.
- Meminta kebaikan dunia dan akhirat.
- Mendoakan keluarga dan orang tua.
Meski tidak ada doa khusus yang diwajibkan, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa terbaik sesuai kebutuhan masing-masing.
Menambah Kekhusyukan Beribadah
Berada di area yang menjadi bagian dari Ka’bah memberikan pengalaman spiritual yang berbeda. Banyak jamaah merasakan ketenangan, haru, dan kedekatan dengan Allah SWT ketika dapat melaksanakan ibadah di Hijr Ismail. Pengalaman seperti ini sering menjadi momen paling berkesan selama menjalankan ibadah umroh dan haji.
Kapan Hijr Ismail Dibuka untuk Jamaah?
Salah satu pertanyaan yang sering diajukan jamaah adalah apakah Hijr Ismail selalu dapat dimasuki untuk beribadah.
Jawabannya, tidak selalu. Akses ke Hijr Ismail diatur oleh petugas Masjidil Haram untuk menjaga kelancaran arus tawaf dan keamanan jamaah. Oleh karena itu, area ini dapat dibuka atau ditutup sewaktu-waktu sesuai kondisi di lapangan.
Berdasarkan informasi yang dilansir oleh The Islamic Information (April 2026), pengelola Masjidil Haram menerapkan jadwal khusus bagi jamaah yang ingin beribadah di Hijr Ismail, yaitu:
Jamaah Laki-Laki
- Waktu akses: pukul 22.00–02.00 waktu setempat.
- Durasi beribadah: sekitar 10 menit per jamaah.
- Akses masuk: melalui sisi barat (Western Side).
Jamaah Perempuan
- Waktu akses: pukul 07.30–11.00 waktu setempat.
- Durasi beribadah: sekitar 10 menit per jamaah.
- Akses masuk: melalui sisi barat (Western Side).
Meski demikian, jadwal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan operasional Masjidil Haram. Pengelola dapat menyesuaikan waktu pembukaan karena proses pembersihan area, perawatan fasilitas, kondisi cuaca, maupun tingkat kepadatan jamaah.
Sebagai contoh, pernah terjadi perubahan jadwal ketika akses Hijr Ismail dibuka pada pukul 07.30 pagi, berbeda dari jadwal sebelumnya karena adanya kegiatan pembersihan area oleh petugas.
Karena waktu beribadah di dalam Hijr Ismail relatif singkat, jamaah disarankan mempersiapkan doa dan ibadah yang ingin dilakukan sebelum memasuki area tersebut. Selain itu, selalu ikuti arahan petugas Masjidil Haram dan pembimbing ibadah agar kesempatan beribadah dapat dimanfaatkan dengan aman, tertib, dan nyaman.
Adab Ketika Beribadah di Hijr Ismail
Tidak Berdesakan dan Menyakiti Jamaah Lain
Keutamaan suatu tempat tidak boleh membuat seseorang menyakiti muslim lainnya. Rasulullah SAW mengajarkan agar umat Islam menjaga adab, ketertiban, dan tidak memaksakan diri. Apabila kondisi sangat padat, lebih baik menunggu waktu yang lebih longgar dibandingkan harus mendorong atau melukai sesama jamaah.
Memperbanyak Zikir dan Doa
Ketika berada di Hijr Ismail, isi waktu dengan ibadah yang bermanfaat, seperti:
- Membaca Al-Qur’an.
- Berzikir.
- Bershalawat.
- Berdoa.
- Melaksanakan shalat sunnah.
Hindari terlalu sibuk mengambil foto atau membuat konten sehingga kehilangan momen ibadah yang sangat berharga.
Menjaga Kekhusyukan
Tujuan utama memasuki Hijr Ismail adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, jagalah kekhusyukan, hadirkan hati, dan manfaatkan setiap detik untuk beribadah.
Baca Juga: Cara Menghafal Doa-Doa Umroh dalam 2 Minggu Sebelum Keberangkatan
FAQ Seputar Hijr Ismail
Apakah Shalat di Hijr Ismail Sama dengan Salat di Dalam Ka’bah?
Ya. Karena sebagian area Hijr Ismail termasuk bagian dari Ka’bah, maka shalat di dalamnya dihukumi seperti salat di dalam Ka’bah.
Apakah Ada Doa Khusus di Hijr Ismail?
Tidak ada doa khusus yang diwajibkan. Jamaah dapat berdoa dengan bahasa apa pun dan memohon segala kebaikan kepada Allah SWT.
Apakah Semua Jamaah Bisa Masuk ke Hijr Ismail?
Bisa, tetapi bergantung pada kondisi kepadatan dan kebijakan pengelola Masjidil Haram. Oleh karena itu, jamaah perlu bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Kesimpulan
Hijr Ismail bukan sekadar area setengah lingkaran di samping Ka’bah. Tempat ini memiliki sejarah yang erat dengan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan termasuk bagian dari bangunan Ka’bah. Keutamaan salat dan berdoa di dalamnya menjadikan Hijr Ismail sebagai salah satu lokasi yang sangat istimewa di Masjidil Haram.
Bagi calon jamaah umroh, memahami apa itu Hijr Ismail akan membantu jamaah memaksimalkan ibadahnya selama berada di Tanah Suci. Dengan bimbingan yang tepat, jamaah dapat mengenali tempat-tempat bersejarah dan memahami makna spiritual di balik setiap rangkaian ibadah.
Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.
