Tidak sedikit jamaah yang mengaku kehilangan kata-kata saat pertama kali melihat Ka’bah. Ada yang langsung menitikkan air mata, ada yang mematung beberapa saat, bahkan ada pula yang lupa dengan doa yang sudah dihafalkan sejak jauh-jauh hari.
Momen itu memang sulit dijelaskan. Perasaan haru bercampur syukur seolah hadir dalam waktu yang bersamaan.
Bagi umat Islam, berdiri di pelataran Masjidil Haram lalu memandang Ka’bah secara langsung adalah nikmat yang luar biasa. Setelah sekian lama hanya melihatnya lewat foto, video, atau siaran langsung, akhirnya Allah memberikan kesempatan untuk berada di hadapan rumah-Nya.
Karena itulah, banyak orang mencari tahu doa saat pertama kali melihat ka’bah agar bisa mengisi momen tersebut dengan amalan terbaik. Sebenarnya, Islam memberikan tuntunan yang cukup sederhana.
Ada doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika pertama kali memandang Ka’bah. Di sisi lain, para ulama juga menjelaskan bahwa seorang Muslim boleh memanjatkan doa apa pun yang berkaitan dengan kebutuhan dunia maupun akhirat.
Jadi, jangan khawatir apabila Anda ingin menyampaikan doa-doa yang selama ini dipendam dalam hati. Supaya ibadah terasa lebih tenang, ada baiknya memahami doa yang dianjurkan sekaligus adab ketika berada di depan Ka’bah. Dengan begitu, setiap detik yang dilalui di Tanah Suci benar-benar menjadi pengalaman ibadah yang berkesan.
Doa Saat Pertama Kali Melihat Ka’bah
Dalam kitab-kitab fikih dijelaskan bahwa terdapat doa yang dianjurkan ketika seseorang pertama kali melihat Ka’bah.
Berikut bacaannya.
اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا.
Artinya:
“Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan kepada rumah ini (Ka’bah). Tambahkan pula kemuliaan, kehormatan, keagungan, serta kebaikan kepada setiap orang yang memuliakannya, baik dengan ibadah haji maupun umrah.”
Doa tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Baitullah sekaligus harapan agar setiap orang yang datang untuk beribadah mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Dijelaskan bahwa doa ini berasal dari riwayat yang banyak disebutkan dalam kitab-kitab ulama, sehingga cukup dikenal di kalangan jamaah haji dan umrah.
Meski demikian, jangan sampai terpaku hanya pada satu bacaan ini saja. Setelah membacanya, Anda bisa melanjutkan dengan doa-doa lainnya.
Justru inilah saat yang banyak dimanfaatkan jamaah untuk memohon ampunan, kesehatan, kemudahan rezeki, keberkahan keluarga, hingga memohon agar Allah menerima seluruh amal ibadahnya. Banyak orang yang baru menyadari bahwa ketika berada di depan Ka’bah, hati terasa lebih mudah tersentuh.
Doa yang biasanya sulit diucapkan seakan mengalir begitu saja. Karena itu, jangan terburu-buru. Nikmati setiap detik yang Allah berikan.
Apabila Anda berangkat bersama Madinah Iman Wisata, muthawif biasanya akan mengingatkan kapan waktu yang tepat membaca doa tersebut. Jamaah juga dibimbing agar tidak hanya sibuk menghafal bacaan, tetapi benar-benar menghayati makna dari setiap doa yang dipanjatkan.
Baca juga: Cara Menghafal Doa-Doa Umroh dalam 2 Minggu Sebelum Keberangkatan
Bolehkah Membaca Doa Pribadi Saat Melihat Ka’bah?
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa orang yang pertama kali memandang Ka’bah dianjurkan memperbanyak doa untuk berbagai urusan, baik yang berkaitan dengan kehidupan dunia maupun akhirat.
Artinya, setelah membaca doa yang dianjurkan, Anda dipersilakan menyampaikan segala harapan kepada Allah SWT. Tidak ada larangan untuk memohon kesehatan, rezeki yang halal, kelapangan hati, keberkahan keluarga, kemudahan mencari pekerjaan, pendidikan anak, hingga memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
Tidak Harus Selalu Menggunakan Bahasa Arab
Doa adalah bentuk komunikasi seorang hamba dengan Rabb-nya. Setelah membaca doa yang diajarkan, Anda boleh melanjutkan dengan bahasa yang paling mudah dipahami. Yang terpenting adalah isi doa tersebut baik, penuh harapan, serta dipanjatkan dengan hati yang tulus.
Sering kali, doa yang keluar dari hati justru terasa lebih khusyuk dibandingkan doa yang hanya dibaca karena hafalan. Allah Maha Mengetahui isi hati setiap hamba-Nya, bahkan sebelum doa itu diucapkan.
Karena itulah, tidak perlu merasa minder apabila belum hafal banyak doa berbahasa Arab. Sampaikan saja segala harapan kepada Allah dengan penuh keyakinan.
Siapkan Daftar Doa Sebelum Berangkat
Ada cerita yang cukup sering terdengar dari para jamaah. Setelah pulang ke Indonesia, mereka baru teringat bahwa masih ada beberapa doa yang belum sempat dipanjatkan ketika berada di depan Ka’bah.
Hal ini biasanya terjadi karena suasana di Masjidil Haram begitu mengharukan hingga pikiran menjadi kosong.
Supaya tidak mengalami hal yang sama, cobalah menuliskan daftar doa sebelum keberangkatan. Tuliskan doa untuk diri sendiri, kedua orang tua, pasangan, anak-anak, keluarga, sahabat, bahkan orang-orang yang menitipkan doa kepada Anda.
Cara sederhana ini cukup membantu agar tidak ada harapan yang terlupakan ketika berada di tempat yang begitu istimewa.
Baca juga: Bolehkah Berdoa dengan Bahasa Indonesia Saat Tawaf dan Sa’i?
Adab Berdoa Saat Pertama Kali Melihat Ka’bah
Selain mengetahui doa yang dianjurkan, seorang Muslim juga sebaiknya memahami adab ketika berada di hadapan Ka’bah. Adab ini bukan sekadar tata krama, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kekhusyukan selama beribadah.
Hadirkan Hati yang Ikhlas
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghadirkan niat yang ikhlas karena Allah SWT. Jangan sampai perhatian justru tersita untuk mengambil foto atau merekam video hingga melupakan keistimewaan momen tersebut.
Tidak ada yang salah dengan mengabadikan kenangan. Namun, akan jauh lebih baik apabila beberapa saat pertama benar-benar digunakan untuk berdoa dan bersyukur kepada Allah.
Awali dengan Memuji Allah dan Bershalawat
Para ulama menganjurkan agar doa diawali dengan memuji Allah SWT, kemudian membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Adab ini menunjukkan kerendahan hati seorang hamba sebelum menyampaikan permohonannya.
Setelah itu, bacalah doa saat pertama kali melihat Ka’bah, lalu lanjutkan dengan doa-doa pribadi yang menjadi harapan Anda.
Berdoa dengan Penuh Keyakinan
Berdoalah dengan hati yang yakin bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa. Hindari perasaan ragu atau berprasangka buruk kepada Allah.
Perlu dipahami bahwa terkabulnya doa tidak selalu berbentuk apa yang kita inginkan saat itu juga. Kadang Allah mengabulkannya pada waktu yang paling tepat, atau menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik.
Jangan Terburu-buru
Banyak jamaah yang ingin segera melanjutkan rangkaian ibadah sehingga membaca doa dengan sangat cepat.
Padahal, tidak ada salahnya meluangkan beberapa menit untuk menikmati suasana di depan Ka’bah. Ucapkan doa secara perlahan, pahami maknanya, lalu resapi setiap kalimat yang keluar dari hati.
Momen ini mungkin hanya datang sekali dalam seumur hidup. Karena itu, manfaatkan sebaik mungkin.
Kesimpulan
Melihat Ka’bah untuk pertama kalinya merupakan salah satu momen paling berkesan dalam kehidupan seorang Muslim. Selain membaca doa saat pertama kali melihat ka’bah yang dijelaskan oleh para ulama, jangan lewatkan kesempatan untuk memanjatkan doa-doa terbaik bagi diri sendiri, keluarga, maupun orang-orang tercinta.
Sebagaimana dijelaskan oleh Imam An-Nawawi, seseorang dianjurkan memperbanyak doa yang berkaitan dengan urusan dunia dan akhirat ketika memandang Ka’bah. Lengkapi pula dengan adab yang baik agar ibadah terasa semakin khusyuk dan bermakna.
Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.
