Berita & Informasi

Tata Cara Ziarah ke Makam Nabi Muhammad

Suci
7 May 2026
No Responses

Madinah bukan kota yang bisa dimasuki dengan hati yang biasa. Ada sesuatu yang berubah begitu seseorang mendekat ke kota ini. Langkah terasa lebih berat, mata lebih mudah berkaca, dan dada terasa penuh oleh sesuatu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Di sinilah Rasulullah SAW dimakamkan. Bagi banyak jamaah, menginjakkan kaki di Madinah sudah cukup untuk membuat air mata jatuh tanpa permisi. Apalagi ketika sudah benar-benar berdiri di depan makam beliau.

Baca Juga: Jadwal Umrah Terbaru Madinah Iman Wisata Solo – Cek di Sini

Namun justru karena momennya begitu berharga, banyak jamaah yang datang tanpa benar-benar tahu apa yang harus dilakukan. Berdiri di depan makam Rasulullah SAW, lalu bingung. Apakah ini sudah benar? Adakah yang terlewat? Apakah adab saya sudah terjaga?

Pertanyaan-pertanyaan itu wajar. Para ulama sudah merumuskannya dengan jelas berdasarkan tuntunan yang sahih.
Memahami tata cara ziarah ke Makam Nabi Muhammad sebelum berangkat bukan soal formalitas. Namun ketika sudah di sana, waktu terasa singkat dan suasana tidak selalu kondusif untuk berpikir jernih. Lebih baik tahu dulu sebelum sampai, supaya saat berdiri di depan makam beliau, yang ada hanya kekhusyukan.

Simak penjelasannya berikut ini!

Niatkan Ziarah dan Salat Sunnah

Langkah pertama dalam tata cara ziarah ke Makam Nabi Muhammad dimulai dari niat. Tidak ada waktu khusus yang ditetapkan untuk berziarah ke Madinah, kapan pun seseorang mampu, saat itulah waktu yang tepat. Yang penting, niatkan kepergian itu untuk ziarah ke Masjid Nabawi sekaligus salat di dalamnya.

Salat di Masjid Nabawi bukan salat biasa. Rasulullah SAW sendiri menegaskan bahwa satu kali salat di masjid beliau lebih utama dari seribu kali salat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram. Maka niat yang tulus sejak awal bukan hanya soal adab, tetapi juga soal memanfaatkan kesempatan langka yang tidak semua orang bisa merasakannya.

Tak Perlu Berihram

Sebagian jamaah, terutama yang baru pertama kali, kadang bingung apakah ziarah ke Makam Nabi memerlukan ihram seperti saat umroh. Jawabannya tidak. Ziarah ke Masjid Nabawi tidak memiliki kaitan langsung dengan rangkaian ibadah haji maupun umroh. Tidak ada ihram, tidak ada talbiyah, dan tidak ada miqat yang harus diperhatikan.

Baca Juga: Badal Umroh: Pengertian, Hukum, Syarat & Tata Cara Lengkap

Ini adalah kunjungan yang berdiri sendiri sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Datanglah sebagaimana biasa, dengan pakaian sopan, hati yang siap, dan langkah yang tenang.

Mendoakan Nabi Muhammad

Setibanya di Masjid Nabawi, masuklah dengan mendahulukan kaki kanan. Bacalah basmalah dan shalawat untuk Nabi, lalu panjatkan doa agar Allah membukakan pintu rahmat-Nya. Setelah itu, pergilah ke makam Rasulullah SAW dan berdirilah di hadapannya dengan sopan dan penuh hormat.

Ucapkan salam dengan lirih: “Assalamualaika ayuhal nabiyu warahmatullahi wabarakaatuhu.” Kemudian doakan beliau, memohon kepada Allah agar melimpahkan kemuliaan dan kedudukan tertinggi kepada Rasulullah SAW.

Setelah selesai, bergeserlah sedikit ke kanan untuk berada di hadapan makam Umar RA. Sampaikan salam dan doa untuknya sebagaimana yang diajarkan.

Berpakaian Sopan dan Menjaga Adab

Masjid Nabawi bukan sekadar bangunan bersejarah. Ini adalah tempat yang dijaga kesuciannya, dan setiap orang yang masuk membawa tanggung jawab untuk menjaga suasananya.

Kenakan pakaian yang bersih dan sopan. Jaga suara agar tidak keras, apalagi di area dekat makam. Tidak perlu menangis berlebihan atau melakukan gerakan yang menarik perhatian. Kekhusyukan justru lahir dari ketenangan, bukan dari ekspresi yang berlebih-lebihan.

Hormati jamaah lain yang juga datang dengan kerinduan yang sama. Antrian panjang di area makam adalah hal biasa, sabar di sana adalah bagian dari adab itu sendiri.

Berdoa di Raudhah

Raudhah adalah tempat yang disebut Rasulullah SAW sebagai taman dari taman-taman surga, yaitu area antara rumah beliau dan mimbarnya. Berdoa di sini memiliki keutamaan yang besar, dan kesempatan untuk menginjakkan kaki di sana tidak boleh disia-siakan.

Baca Juga: Apa Hukumnya Mencium Hajar Aswad? Pelajari di Sini!

Jika memungkinkan, lakukan salat Tahiyatul Masjid di Raudhah. Setelah itu, berdoalah dengan sungguh-sungguh. Tidak perlu doa yang panjang dan rumit. Doa yang keluar dari hati, dalam bahasa apa pun, akan sampai kepada Allah.

Jika Raudhah sedang penuh dan tidak bisa masuk, salat tetap bisa dikerjakan di bagian lain Masjid Nabawi. Yang terpenting, kesempatan berada di masjid ini tidak berlalu begitu saja tanpa diisi dengan ibadah.

FAQ Seputar Konten

  • Apakah ziarah ke Makam Nabi Muhammad termasuk bagian dari rukun umroh atau haji? Tidak. Ziarah ke Makam Nabi adalah amalan sunnah yang berdiri sendiri, terpisah dari rangkaian ibadah haji maupun umroh.
  • Bolehkah berdoa langsung kepada Nabi saat berziarah? Tidak diperbolehkan. Doa tetap dipanjatkan kepada Allah, bukan kepada Nabi. Ziarah adalah bentuk penghormatan, bukan sarana meminta kepada penghuni makam.
  • Apa saja yang termasuk tata cara ziarah ke Makam Nabi Muhammad yang perlu diperhatikan? Niatkan ziarah dengan ikhlas, berpakaian sopan, ucapkan salam di depan makam, dan sempatkan salat serta berdoa di Raudhah.

Kesimpulan

Memahami tata cara ziarah ke Makam Nabi Muhammad adalah bekal penting sebelum menginjakkan kaki di Masjid Nabawi. Tujuannya agar setiap langkah yang diambil punya makna. Jaga adab, luruskan niat, dan manfaatkan setiap momen selama berada di sana. Kesempatan berdiri di depan makam manusia paling mulia bukan hal yang datang setiap saat.

Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo.

Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.