Berita & Informasi

Cara Tetap Terhubung dengan Lansia yang Sedang Umroh

andri creativism.id
16 July 2026
No Responses

Melepas orang tua atau anggota keluarga lansia untuk berangkat umroh tentu membahagiakan. Namun, di balik rasa syukur tersebut, keluarga mungkin khawatir ketika mereka sulit dihubungi, terpisah dari rombongan, atau kesulitan menggunakan ponsel. 

Karena itu, persiapan perangkat, koneksi internet, jadwal komunikasi, dan kontak pendamping perlu dilakukan sebelum keberangkatan agar keluarga tetap memperoleh kabar tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah.

Baca juga: Bolehkah Lansia Berangkat Umroh Sendirian Tanpa Pendamping?

Siapkan HP dan Koneksi Sebelum Lansia Berangkat

Persiapan komunikasi sebaiknya dilakukan jauh sebelum hari keberangkatan. Jangan menunggu setelah tiba di Tanah Suci karena akan lebih sulit melakukan pengaturan dari jarak jauh.

  • Gunakan ponsel yang sederhana dan mudah dipahami

Tidak semua lansia nyaman menggunakan smartphone dengan banyak aplikasi. Sebaiknya gunakan ponsel yang sudah biasa mereka pakai sehari-hari. Hindari mengganti perangkat baru menjelang keberangkatan karena mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Atur tampilan layar dengan ukuran huruf yang lebih besar, aktifkan mode sederhana jika tersedia, dan letakkan aplikasi penting di halaman utama agar mudah ditemukan.

  • Pastikan paket internet dan WhatsApp siap digunakan

Sebelum berangkat, pilih paket roaming khusus haji atau umroh agar lansia tetap memakai kartu SIM Indonesia, seperti RoaMAX Umrah dari Telkomsel, SimpelRoam Umrah & Haji dari IM3, atau paket Haji & Umrah dari XL. 

Sesuaikan masa aktif dan kuota dengan durasi perjalanan serta pola pemakaian, terutama untuk video call, agar paket tidak habis di tengah perjalanan. Lakukan juga uji coba telepon dan WhatsApp beberapa hari sebelum keberangkatan.

  • Simpan semua kontak penting

Masukkan nomor keluarga dalam daftar favorit sehingga cukup satu sentuhan untuk menghubungi mereka.

Selain keluarga, simpan juga nomor:

  • Ketua rombongan
  • Muthawif
  • Hotel
  • Kantor travel
  • Teman satu kamar

Beri nama kontak dengan tulisan yang mudah dipahami, misalnya “Anak”, “Muthawif”, atau “Ketua Rombongan”.

  • Aktifkan fitur berbagi lokasi

Jika lansia sudah cukup familiar dengan smartphone, aktifkan fitur berbagi lokasi melalui WhatsApp atau Google Maps. Fitur ini bukan untuk mengawasi, tetapi membantu apabila sewaktu-waktu mereka terpisah dari rombongan.

  • Siapkan bantuan pengelolaan aplikasi Nusuk

Beberapa layanan dan perizinan tertentu, seperti izin masuk Raudhah, dikelola melalui aplikasi Nusuk. Apabila lansia kesulitan menggunakannya, keluarga dapat membantu menyiapkan akun sebelum keberangkatan, sedangkan pengelolaannya selama di Tanah Suci dapat dibantu oleh pendamping Madinah Iman Wisata sesuai prosedur yang berlaku.

  • Gunakan gelang pelacak sebagai perlengkapan tambahan

Dengan persetujuan lansia, AirTag dapat ditempatkan dalam holder berbentuk gelang atau lanyard agar tetap melekat selama perjalanan dan membantu menunjukkan perkiraan lokasi jika jamaah terpisah dari rombongan. 

Namun, AirTag bukan GPS waktu nyata dan tidak menggantikan pendamping, kartu identitas, titik temu, maupun fitur berbagi lokasi melalui ponsel.

Sepakati Jadwal Memberi Kabar dan Kontak Cadangan

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan keluarga adalah berharap lansia bisa dihubungi kapan saja.

Padahal jadwal ibadah umroh sangat padat. Ada waktu thawaf, sa’i, ziarah, istirahat, hingga kegiatan bersama rombongan. Karena itu, buatlah kesepakatan sejak awal mengenai waktu komunikasi.

Misalnya setiap selesai shalat Subuh waktu Arab Saudi atau setelah shalat Isya. Dengan jadwal yang jelas, keluarga tidak mudah panik apabila panggilan belum dijawab pada siang hari.

Selain jadwal rutin, tentukan juga siapa saja kontak cadangan apabila nomor utama tidak aktif.

Kontak tersebut dapat berupa:

  • Teman sekamar.
  • Ketua rombongan.
  • Muthawif.
  • Petugas travel.

Cara sederhana ini sangat membantu mengurangi kepanikan keluarga di rumah.

Jangan lupa mengingatkan lansia agar selalu mengisi daya ponsel setiap malam. Membawa power bank juga menjadi pilihan yang baik, terutama ketika aktivitas ibadah berlangsung cukup lama di luar hotel.

Sampaikan pula kepada orang tua bahwa tidak perlu merasa sungkan menghubungi keluarga apabila membutuhkan bantuan. Komunikasi dua arah akan membuat kedua belah pihak sama-sama merasa tenang.

Lakukan Langkah Ini Jika Lansia Sulit Dihubungi

Walaupun sudah dipersiapkan dengan baik, ada kalanya komunikasi terputus. Penyebabnya bisa karena sinyal, baterai habis, ponsel tertinggal di hotel, atau sedang beribadah.

Jika mengalami kondisi tersebut, lakukan langkah berikut secara berurutan.

1. Hubungi melalui telepon dan WhatsApp

Mulailah dengan menghubungi nomor ponsel melalui telepon biasa dan WhatsApp. Kadang panggilan WhatsApp tidak masuk karena koneksi internet kurang stabil, sedangkan telepon biasa masih dapat tersambung.

2. Tunggu sesuai jadwal komunikasi

Jangan langsung berasumsi terjadi sesuatu. Apabila sebelumnya sudah ada jadwal komunikasi, tunggulah hingga waktu yang disepakati. Bisa jadi lansia sedang menjalankan ibadah sehingga sengaja tidak membuka ponsel.

3. Hubungi teman sekamar atau anggota rombongan

Jika masih belum ada kabar, segera hubungi teman sekamar atau anggota rombongan yang nomor teleponnya sudah disimpan sebelumnya. Biasanya mereka mengetahui keberadaan jamaah karena hampir selalu beraktivitas bersama.

4. Hubungi ketua rombongan atau muthawif

Langkah berikutnya adalah menghubungi ketua rombongan atau muthawif. Pendamping lapangan umumnya mengetahui jadwal jamaah serta dapat membantu memastikan kondisi mereka.

5. Hubungi kantor travel

Apabila belum memperoleh informasi yang jelas, segera hubungi kantor travel. Travel yang profesional biasanya memiliki sistem koordinasi antara kantor Indonesia dan tim di Arab Saudi sehingga proses pencarian informasi dapat dilakukan lebih cepat.

6. Gunakan informasi darurat dan dokumen perjalanan

Jika situasi benar-benar mendesak, gunakan data yang telah dipersiapkan sebelumnya. Simpan salinan paspor, visa, identitas hotel, nomor kamar, nomor koper, hingga kartu identitas jamaah. 

Dokumen tersebut akan sangat membantu proses koordinasi apabila dibutuhkan.

Yang terpenting, tetap tenang. Lansia yang belum memberikan kabar belum tentu mengalami masalah karena ponselnya mungkin kehabisan daya, tertinggal di hotel, mengalami kendala jaringan, atau sedang digunakan untuk beribadah .

Setelah berikhtiar, keluarga juga dapat bertawakal kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya: 

حَسْبُنَا ٱللّٰهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ

Artinya, “Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 173)

Pentingnya Pembimbing yang Dekat dengan Jamaah Sepuh

Bagi jamaah lansia, keberadaan pembimbing sering kali jauh lebih penting dibandingkan fasilitas lainnya. Muthawif bukan hanya menjelaskan tata cara ibadah, tetapi juga membantu memastikan jamaah tetap nyaman, aman, dan tidak merasa sendirian selama berada di Tanah Suci.

Pendamping yang mudah diajak berbicara biasanya membuat jamaah sepuh lebih berani bertanya ketika mengalami kesulitan. Inilah salah satu keunggulan Madinah Iman Wisata yang dikenal memberikan perhatian kepada setiap jamaah, termasuk mereka yang sudah berusia lanjut.

Salah satu pembimbing ibadah Madinah Iman Wisata adalah Ustadz Opan Baizair Tarmizi, seorang muthawif yang telah berpengalaman sejak 2017. Dengan latar belakang pendidikan di Ponpes Darullugah Wadda’wah dan Ponpes Al-Falah Ploso, beliau dikenal memiliki pendekatan yang hangat, adaptif, dan memberikan perhatian khusus kepada jamaah sepuh.  

“Kenyamanan dan kesehatan jamaah adalah prioritas utama kami.”  –Ustadz Opan Baizair Tarmizi, Pembimbing Ibadah Madinah Iman Wisata

Pendekatan tersebut membantu jamaah lansia lebih nyaman menyampaikan kesulitan selama perjalanan. Bagi keluarga di Indonesia, keberadaan pembimbing yang memahami kebutuhan jamaah sepuh juga memberikan ketenangan ketika koordinasi diperlukan.

Inilah alasan mengapa memilih travel bukan hanya soal harga, tetapi juga kualitas pelayanan dan kepedulian terhadap jamaah.

Baca juga: Paket Umroh yang Cocok untuk Lansia – Pelajari di Sini

Kesimpulan

Menjaga komunikasi dengan orang tua selama berada di Tanah Suci sebenarnya tidak sulit apabila dipersiapkan sejak awal. Mulai dari menyiapkan ponsel yang mudah digunakan, memastikan koneksi internet, menyepakati jadwal komunikasi, hingga memiliki kontak cadangan merupakan langkah sederhana yang sangat membantu. 

Jika sewaktu-waktu komunikasi terputus, lakukan pengecekan secara bertahap tanpa panik. Kehadiran pendamping yang ramah dan berpengalaman juga menjadi nilai tambah yang membuat jamaah lansia lebih nyaman menjalankan ibadah.

Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.