Melaksanakan umrah atau haji bukan sekadar menyelesaikan rangkaian ibadah wajib. Banyak jamaah memanfaatkan waktu di Madinah untuk memperbanyak amal saleh karena kota ini memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.
Salah satu amalan yang sering menjadi target jamaah adalah Arbain, yaitu menjaga salat berjamaah di Masjid Nabawi selama 40 waktu berturut-turut. Meski cukup populer, masih banyak orang yang belum benar-benar memahami apa makna Arbain, dasar hukumnya, hingga apakah amalan ini wajib dilakukan.
Jika Anda juga sedang mencari penjelasan mengenai Apa Itu Arbain, artikel ini akan membahasnya secara lengkap dengan bahasa yang mudah dipahami. Dengan memahami konsep Arbain sejak awal, Anda bisa menyusun rencana ibadah di Madinah secara lebih tenang dan sesuai kemampuan.
Apa Itu Arbain?
Arbain berasal dari kata Arab أربعين yang berarti empat puluh. Dalam pelaksanaan umrah maupun haji, istilah ini digunakan untuk menyebut amalan menjaga 40 kali salat fardhu secara berjamaah di Masjid Nabawi tanpa melewatkan satu waktu salat.
Karena terdiri atas lima salat wajib setiap hari, jamaah biasanya membutuhkan waktu sekitar delapan hari agar seluruh rangkaian Arbain dapat diselesaikan. Itulah sebabnya banyak penyelenggara perjalanan memberikan waktu menginap di Madinah lebih lama dibandingkan kota lain.
Di Indonesia, Arbain sudah lama dikenal sebagai salah satu amalan yang dianjurkan ketika berada di Madinah. Tidak sedikit jamaah yang merasa lebih tenang apabila berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian salat tersebut.
Walaupun demikian, penting untuk memahami bahwa tujuan utama Arbain bukan sekadar mengejar angka 40, melainkan membiasakan diri menjaga salat berjamaah di salah satu masjid paling mulia di dunia. Hadis yang secara khusus menyebut keutamaan 40 salat di Masjid Nabawi memang menjadi bahan pembahasan para ulama.
Sebagian ahli hadits menilai riwayat tersebut memiliki kelemahan pada sanadnya sehingga dikategorikan sebagai hadis dhaif. Meski demikian, hal itu tidak mengurangi keutamaan Masjid Nabawi sendiri karena terdapat banyak hadis sahih yang menjelaskan besarnya pahala salat di masjid yang dibangun oleh Rasulullah saw.
Karena alasan tersebut, para ulama umumnya memandang Arbain sebagai amalan yang baik apabila mampu dilakukan. Namun, amalan ini tidak boleh dianggap sebagai kewajiban yang harus dipenuhi dalam setiap keadaan.
Banyak jamaah yang berangkat bersama Madinah Iman Wisata juga menjadikan Arbain sebagai salah satu target ibadah selama berada di Madinah. Pendamping ibadah biasanya membantu jamaah mengatur jadwal agar lebih mudah mengikuti seluruh salat berjamaah tanpa terburu-buru.
Keutamaan Salat di Masjid Nabawi
Pembahasan mengenai Arbain tidak bisa dipisahkan dari keutamaan Masjid Nabawi. Masjid yang berada di Kota Madinah ini memiliki kemuliaan yang sangat besar di sisi Allah SWT.
Rasulullah saw bersabda bahwa satu kali salat di Masjid Nabawi lebih baik daripada seribu salat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram. Hadis sahih inilah yang menjadi landasan utama mengapa umat Islam berlomba-lomba memperbanyak ibadah selama berada di Madinah.
Keutamaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah pahala. Beribadah di Masjid Nabawi juga memberikan pengalaman spiritual yang berbeda.
Suasana yang tenang, lantunan Al-Qur’an yang terdengar hampir sepanjang hari, serta kedekatan dengan tempat perjuangan Rasulullah saw membuat banyak jamaah merasakan ketenangan hati yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Selain menjaga salat wajib berjamaah, jamaah juga dapat memanfaatkan waktu dengan membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, berselawat kepada Nabi Muhammad saw, hingga memanjatkan doa.
Kesempatan seperti ini tentu tidak datang setiap saat sehingga sangat disayangkan apabila dilewatkan begitu saja. Bagi sebagian orang, keberhasilan menjaga salat berjamaah selama beberapa hari berturut-turut juga menjadi latihan untuk meningkatkan kedisiplinan beribadah setelah kembali ke Indonesia.
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Arbain?
Secara sederhana, Arbain adalah amalan menjaga 40 kali salat wajib berjamaah di Masjid Nabawi tanpa terputus. Perhitungannya sebagai berikut:
- Dalam satu hari terdapat 5 waktu salat wajib, yaitu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya.
- Target Arbain adalah 40 waktu salat berjamaah.
- 40 ÷ 5 = 8 hari.
Artinya, apabila seluruh salat dapat diikuti tanpa ada yang terlewat, rangkaian Arbain dapat diselesaikan dalam waktu sekitar delapan hari.
Meski demikian, banyak biro perjalanan memilih menyediakan waktu sekitar delapan hingga sembilan hari di Madinah. Tambahan waktu tersebut berguna untuk mengantisipasi jadwal kedatangan pesawat, perpindahan hotel, atau penyesuaian agenda ziarah sehingga jamaah tetap memiliki kesempatan menyelesaikan Arbain dengan lebih nyaman.
Agar tidak tertinggal salat berjamaah, jamaah biasanya sudah bersiap menuju masjid beberapa puluh menit sebelum azan. Saat musim haji atau musim liburan, jumlah jamaah yang sangat banyak membuat akses menuju Masjid Nabawi menjadi lebih padat sehingga datang lebih awal merupakan pilihan yang bijak.
Perjalanan ibadah bersama Madinah Iman Wisata umumnya disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan tersebut. Jamaah memiliki waktu yang cukup untuk beribadah tanpa harus merasa tergesa-gesa karena jadwal yang terlalu padat.
Apakah Arbain Wajib Saat Umrah?
Pertanyaan ini sering muncul, terutama dari calon jamaah yang baru pertama kali berangkat ke Tanah Suci.
Jawabannya adalah tidak.
Arbain bukan rukun umrah, bukan syarat sah umrah, dan bukan pula kewajiban yang harus dipenuhi setiap muslim yang datang ke Madinah. Seseorang tetap memperoleh umrah yang sah meskipun tidak menyelesaikan 40 waktu salat berjamaah.
Dalam praktiknya, kondisi setiap jamaah memang berbeda. Ada yang masih muda dan sehat sehingga mampu berjalan menuju masjid setiap waktu. Ada pula jamaah lanjut usia atau memiliki kondisi kesehatan tertentu yang membuat aktivitas fisik menjadi lebih terbatas.
Fatwa dari Dar al-Ifta Mesir juga menjelaskan bahwa Arbain boleh ditinggalkan apabila pelaksanaannya justru berpotensi membahayakan kesehatan atau mengganggu ibadah wajib lainnya. Prinsip ini sejalan dengan ajaran Islam yang tidak menghendaki kesulitan bagi umatnya.
Karena itu, jangan sampai keinginan menyelesaikan Arbain membuat seseorang memaksakan diri hingga jatuh sakit. Menjaga kondisi tubuh tetap prima justru lebih penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan baik.
Tips Menjalankan Arbain dengan Lebih Tenang
Agar pelaksanaan Arbain terasa lebih ringan, ada beberapa hal sederhana yang bisa dipersiapkan sejak awal.
- Datang ke Masjid Nabawi lebih awal sebelum adzan.
- Atur waktu tidur agar tubuh tetap segar.
- Perbanyak minum air putih, terutama saat cuaca panas.
- Gunakan sandal atau sepatu yang nyaman dipakai berjalan.
- Hindari terlalu banyak aktivitas di luar jadwal ibadah.
- Konsumsi makanan bergizi agar stamina tetap terjaga.
- Bawa perlengkapan ibadah seperlunya supaya lebih praktis.
- Jangan ragu beristirahat jika tubuh mulai terasa lelah.
- Fokus pada kekhusyukan salat, bukan sekadar mengejar target.
Hal yang tidak kalah penting adalah menikmati setiap proses ibadah. Banyak jamaah justru merasa lebih tenang ketika tidak terlalu terpaku pada hitungan, tetapi benar-benar memanfaatkan waktu di Madinah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bagaimana Jika Tidak Selesai 40 Waktu?
Tidak semua jamaah berhasil menyelesaikan Arbain. Ada yang harus pulang lebih cepat karena jadwal perjalanan, ada pula yang mengalami gangguan kesehatan sehingga tidak memungkinkan mengikuti seluruh salat berjamaah.
Jika mengalami kondisi seperti itu, tidak perlu berkecil hati. Salat yang telah dikerjakan tetap bernilai ibadah dan tetap mendapatkan pahala dari Allah SWT. Arbain bukan ukuran diterima atau tidaknya umrah maupun haji seseorang.
Yang terpenting adalah menjaga niat, melaksanakan ibadah sesuai kemampuan, dan tidak memaksakan diri di luar batas fisik. Islam selalu mengajarkan keseimbangan antara semangat beribadah dan menjaga kesehatan.
Selama berada di Madinah, masih banyak amalan lain yang dapat dilakukan, seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, bershalawat kepada Rasulullah saw, memperbanyak doa, atau menghadiri kajian apabila memungkinkan. Semua amal tersebut juga menjadi bekal berharga yang bisa dibawa pulang setelah kembali ke tanah air.
Kesimpulan
Sekarang Anda sudah memahami Apa Itu Arbain beserta tujuan, keutamaan, lama pelaksanaannya, sehingga hukum menjalankannya saat umrah maupun haji. Arbain merupakan amalan sunnah yang dianjurkan apabila kondisi memungkinkan, tetapi tidak menjadi kewajiban yang harus dipaksakan. Yang paling utama adalah menjaga kualitas ibadah, kesehatan, dan keikhlasan selama berada di Madinah sehingga setiap waktu yang dilalui benar-benar bernilai di sisi Allah SWT.
Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.
