Berita & Informasi

Apa Saja Perbedaan Ihram Laki-Laki dan Perempuan? Pelajari di Sini!

Suci
8 May 2026
No Responses

Ihram sering kali hanya dipahami sebagai pakaian putih yang dikenakan saat haji atau umroh. Padahal ihram bukan sekadar urusan pakaian. Begitu seseorang berniat ihram di miqat, kondisi ibadah resmi dimulai dan membawa seperangkat ketentuan, termasuk apa yang boleh dan tidak boleh dikenakan selama berihram.

Allah SWT berfirman dalam QS. Allah SWT memerintahkan dalam QS. Al-Baqarah: 196 agar haji dan umroh disempurnakan karena Allah. Pakaian yang dikenakan saat berihram bukan pengecualian dari perintah itu. Rasulullah SAW pernah ditanya langsung oleh seorang sahabat soal pakaian ihram. Beliau tidak menjawab dengan menyebut apa yang boleh dipakai, tetapi justru menyebut apa yang tidak boleh. Para ulama menilai cara menjawab ini sangat tepat karena yang dilarang jumlahnya terbatas, sementara yang dibolehkan tidak.

Baca Juga: Apakah Umroh Sah Jika Melewati Miqat Tanpa Ihram?

Laki-laki dan perempuan tidak mengenakan ihram dengan cara yang sama. Perbedaan ihram laki-laki dan perempuan cukup mendasar, dan jamaah yang tidak memahaminya sejak awal rentan melakukan kesalahan yang seharusnya bisa dihindari. Salah memahami bisa berujung pada pelanggaran yang baru disadari setelah sampai di sana.

Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Pakaian Ihram Laki-Laki: Ketentuan dan Larangannya

Laki-laki yang berihram wajib mengenakan dua lembar kain yang tidak berjahit. Lembar pertama disebut izar, digunakan untuk menutup aurat bagian bawah. Lembar kedua disebut rida’, diselempangkan di atas pundak. Keduanya disunnahkan berwarna putih dan dalam keadaan bersih.

Ada beberapa larangan yang wajib ditaati. Pertama, tidak boleh memakai pakaian berjahit. Definisi pakaian berjahit menurut para ulama, sebagaimana tercantum dalam Al-Majmu’ 7/255, adalah pakaian yang disesuaikan dengan ukuran tubuh atau anggota tubuh sehingga membungkus dan melekat dengan sendirinya, baik dijahit maupun dengan cara lain. Baju, kaos, celana, dan pakaian dalam termasuk dalam kategori ini. Namun jika hanya tepiannya yang berjahit, hal itu tidak menjadi masalah karena yang dilarang adalah pakaian berjahit yang biasa dikenakan sehari-hari.

Baca Juga: Pelajari Doa Masuk Masjidil Haram di Sini!

Kedua, tidak boleh memakai penutup kepala dalam bentuk apa pun, termasuk peci, sorban, atau topi. Ketiga, tidak boleh memakai sepatu yang menutup mata kaki. Jika tidak memiliki sandal, boleh memakai sepatu tetapi harus dipotong hingga berada di bawah mata kaki, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Ibnu Umar RA.

Pakaian Ihram Perempuan: Lebih Fleksibel, Tetap Ada Aturannya

Berbeda dengan laki-laki, perempuan tidak diwajibkan memakai dua lembar kain tanpa jahitan. Pakaian ihram perempuan adalah pakaian biasa yang syar’i. Boleh berjahit, boleh berupa gamis, mukena, atau pakaian longgar lainnya, selama menutup seluruh aurat kecuali wajah dan telapak tangan.

Soal warna, tidak ada ketentuan yang mengikat. Perempuan boleh memakai warna apa saja, tetapi dianjurkan memilih warna yang tidak mencolok dan tidak menarik perhatian, khususnya lawan jenis. Warna gelap seperti hitam, cokelat tua, atau abu-abu lebih disarankan.

Meski aturannya lebih longgar, ada dua larangan yang tidak boleh dilanggar. Pertama, tidak boleh memakai cadar. Para ulama empat mazhab sepakat bahwa perempuan yang berihram dilarang menutup wajahnya dengan cadar. Jika tetap memakainya tanpa kebutuhan mendesak, maka wajib membayar dam. Kedua, tidak boleh memakai sarung tangan. Kedua larangan ini secara tegas disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Umar RA yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Perbedaan Ihram Laki-Laki dan Perempuan

Perbedaan ihram laki-laki dan perempuan mencakup beberapa aspek, mulai dari jenis pakaian hingga larangan yang berlaku. Memahami perbedaan ini penting agar ibadah berjalan sesuai ketentuan syariat.

  • Jenis pakaian: Laki-laki wajib memakai dua lembar kain tidak berjahit, yaitu izar dan rida’. Perempuan boleh memakai pakaian berjahit yang syar’i dan menutup aurat.
  • Penutup kepala: Laki-laki dilarang memakai penutup kepala dalam bentuk apa pun. Perempuan wajib menutup kepala sebagai bagian dari menutup aurat.
  • Penutup wajah: Laki-laki boleh menutup wajah. Perempuan justru dilarang memakai cadar saat berihram.
  • Penutup tangan: Laki-laki tidak ada larangan khusus terkait tangan. Perempuan dilarang memakai sarung tangan.
  • Alas kaki: Laki-laki wajib memakai sandal yang tidak menutup mata kaki. Perempuan boleh memakai alas kaki apa saja selama tidak membentuk atau menonjolkan bagian tubuh.

Hukum Memakai Warna Selain Putih Saat Ihram

Warna putih memang identik dengan ihram, dan Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memakai pakaian putih. Namun, anjuran ini bukan kewajiban. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Al-Mumti’ menegaskan bahwa warna putih hukumnya mustahabb, dianjurkan, bukan diwajibkan. Ihram dengan warna lain tetap sah dan tidak berdosa.

Ketentuan ini berlaku untuk laki-laki maupun perempuan. Laki-laki boleh memakai kain ihram berwarna krem, abu-abu muda, atau warna lain, selama kainnya tidak berjahit dan memenuhi syarat ihram. Perempuan lebih fleksibel lagi dalam hal warna, asalkan tidak mencolok, tidak tipis, dan tetap menutup aurat dengan sempurna.

Baca Juga: Biro Umroh Terbaik di Solo – Madinah Iman Wisata!

Ini juga menjadi bagian dari perbedaan ihram laki-laki dan perempuan yang perlu dipahami. Meski sama-sama tidak diwajibkan putih, aturan warna bagi perempuan lebih ditekankan pada unsur kesederhanaan agar tidak menarik perhatian selama beribadah.

FAQ Seputar Konten

  • Apakah perempuan boleh memakai pakaian dalam saat ihram? Boleh. Perempuan tidak dilarang memakai pakaian berjahit, termasuk pakaian dalam, selama tetap menutup aurat dan tidak mencolok.
  • Apakah ihram laki-laki tetap sah jika kainnya memiliki jahitan di tepiannya? Sah. Yang dilarang adalah pakaian berjahit yang membungkus dan mengikuti bentuk tubuh, bukan sekadar jahitan di tepi kain.
  • Apa saja perbedaan ihram laki-laki dan perempuan dalam hal larangan berpakaian? Laki-laki dilarang memakai pakaian berjahit dan penutup kepala. Perempuan dilarang memakai cadar dan sarung tangan, tetapi boleh memakai pakaian berjahit.

Kesimpulan

Perbedaan ihram laki-laki dan perempuan bukan sekadar soal model pakaian. Ada larangan yang berbeda, dan ketentuan yang tidak bisa disamakan begitu saja. Ibadah yang sudah dipersiapkan dengan susah payah layak dijalankan dengan benar dari awal hingga selesai.

Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo.

Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.