Berita & Informasi

Apa Itu Istitha’ah Kesehatan dalam Ibadah Haji? Ini Penjelasan Mudahnya

andri creativism.id
15 July 2026
No Responses

Menunaikan ibadah haji bukan hanya soal kesiapan biaya dan kelengkapan administrasi. Ada satu syarat penting yang perlu dipahami calon jemaah, yaitu istitha’ah kesehatan. 

Banyak orang mengira pemeriksaan kesehatan hanyalah formalitas sebelum berangkat. Padahal, hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar untuk memastikan calon jamaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman. 

Mengingat aktivitas haji cukup padat, membutuhkan stamina yang baik, serta dilakukan dalam kondisi cuaca yang berbeda dengan Indonesia, pemeriksaan istitha’ah kesehatan menjadi bagian penting agar ibadah dapat berlangsung lancar dan tidak membahayakan diri sendiri maupun jamaah lain.

Apa Itu Istitha’ah Kesehatan?

Secara bahasa, istitha’ah berarti kemampuan atau kesanggupan. Dalam konteks ibadah haji, istitha’ah bukan hanya berkaitan dengan kemampuan finansial, tetapi juga kemampuan fisik dan kesehatan.

Allah SWT berfirman:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

Artinya, “Dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.” (QS. Ali ‘Imran: 97).

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016, istitha’ah kesehatan adalah kemampuan jemaah dari aspek fisik dan mental yang diukur melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan agar dapat menjalankan ibadah haji sesuai tuntunan agama.

Penilaian ini dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan medis oleh tenaga kesehatan. Tujuannya bukan untuk mempersulit keberangkatan jamaah, melainkan melindungi keselamatan calon jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Bagi jamaah yang memilih berangkat bersama Madinah Iman Wisata, pemahaman mengenai syarat kesehatan seperti ini juga menjadi bagian dari edukasi sebelum keberangkatan sehingga jamaah lebih siap menghadapi seluruh proses ibadah.

Apa Saja Pemeriksaan dalam Istitha’ah Kesehatan Haji?

Menurut RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Medical Check Up (MCU) calon jemaah haji dilakukan secara menyeluruh melalui wawancara riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan lainnya dapat dilakukan sesuai usia, riwayat penyakit, serta kondisi masing-masing calon jemaah.

  • Pemeriksaan Riwayat Kesehatan

Dokter akan menanyakan riwayat penyakit yang pernah diderita, termasuk penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga riwayat operasi.

Riwayat penggunaan obat secara rutin juga menjadi bagian penting dalam penilaian.

  • Pemeriksaan Fisik

Calon jamaah akan menjalani pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan, berat badan, denyut nadi, pernapasan, hingga pemeriksaan kondisi organ tubuh secara umum.

Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui apakah tubuh mampu menghadapi aktivitas fisik selama berhaji.

  • Pemeriksaan Penunjang

Apabila diperlukan, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan tambahan seperti:

  • Pemeriksaan darah
  • Pemeriksaan urine
  • Rekam jantung (EKG)
  • Foto rontgen dada
  • Pemeriksaan fungsi ginjal
  • Pemeriksaan gula darah
  • Pemeriksaan kolesterol

Jenis pemeriksaan dapat berbeda sesuai usia dan kondisi kesehatan masing-masing calon jamaah.

  • Pemeriksaan Kebugaran

Selain kondisi medis, kebugaran fisik juga dinilai. Tes kebugaran membantu mengetahui kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas yang cukup berat seperti berjalan kaki dalam jarak jauh, thawaf, sa’i, hingga wukuf.

Karena itu, calon jamaah sangat disarankan mulai rutin berolahraga jauh sebelum jadwal keberangkatan.

Bagaimana Hasil Pemeriksaan Istitha’ah Kesehatan Ditentukan?

Setelah seluruh pemeriksaan selesai dilakukan, dokter akan mengevaluasi seluruh hasil pemeriksaan secara menyeluruh.

Secara umum, hasil penilaian dapat dibagi menjadi beberapa kondisi.

  • Memenuhi Istitha’ah Kesehatan

Artinya, calon jamaah dinilai mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji secara mandiri dengan kondisi kesehatannya saat itu.

Walaupun demikian, dokter tetap dapat memberikan beberapa saran, misalnya menjaga pola makan, mengontrol tekanan darah, atau membawa obat tertentu selama perjalanan.

  • Memenuhi Istitha’ah dengan Pendampingan

Pada beberapa kondisi, jamaah masih dapat berangkat tetapi memerlukan pengawasan medis atau pendampingan tertentu selama menjalankan ibadah.

Biasanya kondisi ini berlaku bagi jamaah yang memiliki penyakit kronis tetapi masih dapat dikendalikan dengan pengobatan rutin.

  • Belum Memenuhi Istitha’ah

Apabila ditemukan kondisi kesehatan yang berisiko tinggi dan dapat membahayakan keselamatan jamaah, maka keberangkatan dapat ditunda sampai kondisi kesehatannya membaik.

Keputusan ini diambil demi keselamatan jamaah itu sendiri, bukan sebagai bentuk penolakan.

Pendampingan dari travel berpengalaman seperti Madinah Iman Wisata juga membantu jamaah memahami proses pemeriksaan sehingga tidak merasa bingung ketika mengikuti tahapan persiapan keberangkatan.

Kondisi Kesehatan yang Perlu Diwaspadai Calon Jamaah

Tidak semua penyakit otomatis membuat seseorang tidak dapat berhaji. Namun terdapat beberapa kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus karena berisiko tinggi selama pelaksanaan ibadah.

  • Penyakit Jantung Berat

Gangguan jantung yang belum stabil dapat meningkatkan risiko komplikasi akibat aktivitas fisik yang cukup berat selama berhaji.

  • Gagal Ginjal Stadium Lanjut

Penderita gagal ginjal dengan kondisi tertentu memerlukan pengawasan medis yang intensif sehingga perlu dilakukan penilaian secara menyeluruh sebelum dinyatakan memenuhi istitha’ah.

  • Gangguan Pernapasan Berat

Penyakit paru kronis yang menyebabkan sesak napas berat dapat mengganggu kemampuan menjalankan aktivitas ibadah.

  • Penyakit Infeksi yang Beresiko Menular

Penyakit menular tertentu juga menjadi perhatian karena dapat membahayakan jamaah lain selama berada di Tanah Suci.

  • Gangguan Mental yang Tidak Terkontrol

Kemampuan memahami rangkaian ibadah dan mengikuti arahan petugas juga menjadi bagian penting dalam penilaian istitha’ah kesehatan.

Selain penyakit-penyakit tersebut, dokter juga mempertimbangkan usia, kondisi fisik secara umum, kemampuan berjalan, serta stabilitas penyakit kronis apabila ada.

Baca juga: Tips Menghindari Heat Stroke Saat di Tanah Suci Mekkah

Cara Mempersiapkan Kesehatan Sebelum Ibadah Haji

Persiapan kesehatan sebaiknya dimulai sejak jauh hari, bahkan sebelum jadwal pemeriksaan istitha’ah dilakukan.

  • Rutin Berolahraga

Biasakan berjalan kaki minimal 30–45 menit beberapa kali dalam seminggu agar tubuh terbiasa melakukan aktivitas fisik yang cukup panjang.

  • Mengatur Pola Makan

Perbanyak konsumsi sayur, buah, protein, dan air putih. Kurangi makanan tinggi gula, garam, dan lemak agar tekanan darah serta kadar gula tetap terkontrol.

  • Tidur yang Cukup

Istirahat yang berkualitas membantu menjaga daya tahan tubuh sehingga lebih siap menghadapi aktivitas ibadah.

  • Mengontrol Penyakit Kronis

Bagi penderita hipertensi, diabetes, atau penyakit lainnya, jangan menghentikan obat tanpa anjuran dokter. Lakukan kontrol secara rutin sesuai jadwal.

  • Melengkapi Vaksinasi

Pastikan seluruh vaksin yang diwajibkan telah diterima sesuai ketentuan pemerintah agar tubuh memiliki perlindungan terhadap penyakit tertentu.

  • Mengikuti Manasik Haji

Selain memahami tata cara ibadah, manasik juga memberikan gambaran aktivitas fisik yang akan dijalani sehingga jamaah dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Bersama Madinah Iman Wisata, calon jamaah juga memperoleh pembinaan sebelum keberangkatan agar lebih siap secara fisik, mental, dan spiritual dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Kaki Selama Umroh: Banyak Jalan Tapi Tetap Kuat

Kesimpulan

Memahami Istitha’ah Kesehatan sangat penting bagi setiap calon jamaah haji. Pemeriksaan ini bukan sekadar syarat administrasi, melainkan langkah untuk memastikan jamaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman, sehat, dan nyaman. 

Dengan menjaga pola hidup sehat, rutin memeriksakan kondisi tubuh, serta mengikuti seluruh anjuran tenaga medis, peluang untuk memenuhi syarat istitha’ah akan semakin baik. 

Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.