Bagi jamaah umroh maupun haji, Masjidil Haram bukan hanya tempat untuk melaksanakan thawaf dan ibadah wajib lainnya. Di sana terdapat banyak tempat mulia yang memiliki keutamaan tersendiri, salah satunya adalah Multazam. Tidak sedikit jamaah yang rela menunggu waktu lengang demi bisa berdoa di area ini karena diyakini sebagai salah satu tempat mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Multazam merupakan tempat yang berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Area ini sering dipadati jamaah karena banyak riwayat yang menjelaskan tentang keutamaan berdoa di sana. Bahkan para ulama menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah menempelkan dada dan wajah beliau di tempat tersebut ketika berdoa kepada Allah SWT.
Meski demikian, masih banyak jamaah yang belum memahami secara benar apa itu Multazam, bagaimana tata cara berdoa di sana, kapan waktu terbaik mendatanginya, hingga doa apa saja yang dianjurkan untuk dibaca. Padahal memahami adab dan tata caranya akan membantu jamaah lebih khusyu ketika beribadah.
Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian Multazam, keutamaannya, tata cara berdoa yang sesuai sunnah, lengkap dengan bacaan doa dalam bahasa Arab dan artinya. Dengan begitu, ibadah umroh maupun haji Anda dapat terasa lebih tenang, tertata, dan penuh makna.
Apa itu Multazam?
Multazam adalah area yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Tempat ini memiliki ukuran yang tidak terlalu luas, namun menjadi salah satu lokasi paling istimewa di Masjidil Haram. Banyak jamaah datang ke area tersebut untuk memanjatkan doa karena dipercaya sebagai tempat dikabulkannya permohonan.
Secara bahasa, kata “Multazam” berasal dari kata iltizam yang berarti menempel atau melekat. Penamaan ini berkaitan dengan cara berdoa yang dilakukan para sahabat dan ulama terdahulu, yaitu dengan menempelkan dada, wajah, dan kedua tangan ke dinding Ka’bah ketika berdoa.
Baca Juga: Apa Saja Perbedaan Ihram Laki-Laki dan Perempuan? Pelajari di Sini!
Keutamaan Multazam dijelaskan dalam berbagai riwayat. Para ulama menyebutkan bahwa tempat tersebut termasuk lokasi yang dianjurkan untuk memperbanyak doa, terutama setelah menyelesaikan thawaf. Karena itulah banyak jamaah yang berharap dapat berkesempatan berdoa di sana saat menjalankan ibadah umroh maupun haji.
Keutamaan Berdoa di Multazam
Tempat Mustajab untuk Memohon kepada Allah
Multazam dikenal sebagai salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Banyak ulama menjelaskan bahwa doa yang dipanjatkan di tempat ini memiliki keutamaan besar. Oleh sebab itu, jamaah biasanya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memohon ampunan, kesehatan, keberkahan rezeki, hingga keselamatan dunia dan akhirat.
Baca Juga: Sejarah Singkat Ka’bah yang Wajib Jamaah Ketahui!
Selain itu, suasana di sekitar Ka’bah yang penuh kekhusyukan membuat hati jamaah lebih mudah tersentuh. Tidak sedikit orang yang menangis ketika berada di Multazam karena merasakan kedekatan spiritual yang begitu kuat kepada Allah SWT.
Dicontohkan oleh Rasulullah SAW
Keutamaan Multazam juga diperkuat oleh riwayat yang menjelaskan praktik Rasulullah SAW dan para sahabat ketika berada di sana. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Abdullah bin Umar mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW berdoa di Multazam dengan menempelkan badan ke Ka’bah.
Menjadi Tempat Penuh Harapan Jamaah
Bagi banyak jamaah, Multazam menjadi tempat untuk mencurahkan seluruh harapan kepada Allah SWT. Di tempat inilah seseorang memohon kemudahan hidup, keberkahan keluarga, kelancaran usaha, hingga memohon agar tetap istiqomah dalam kebaikan.
Karena itulah suasana di Multazam sering dipenuhi doa-doa yang sangat personal dan menyentuh hati.
Tata Cara Berdoa di Multazam
Berdoa di Multazam memiliki adab yang dianjurkan para ulama berdasarkan riwayat yang ada. Berikut tata cara yang dapat dilakukan jamaah.
Mendatangi Multazam dengan Tenang
Jamaah dianjurkan mendatangi Multazam dengan tertib tanpa mendorong atau menyakiti jamaah lain. Mengingat area ini sering padat, penting untuk tetap menjaga akhlak dan kesabaran.
Menempelkan Dada dan Tangan ke Dinding Ka’bah
Tata cara ini didasarkan pada riwayat berikut:
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا الْمُثَنَّى بْنُ الصَّبَّاحِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: طُفْتُ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ فَلَمَّا جِئْنَا دُبُرَ الْكَعْبَةِ قُلْتُ: أَلا تَعَوَّذُ؟ قَالَ: نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ، ثُمَّ مَضَى حَتَّى اسْتَلَمَ الْحَجَرَ وَأَقَامَ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْبَابِ، فَوَضَعَ صَدْرَهُ وَوَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ وَكَفَّيْهِ هَكَذَا وَبَسَطَهُمَا بَسْطًا، ثُمَّ قَالَ: هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُهُ
Artinya:
“Aku thawaf bersama Abdullah bin Umar. Ketika kami berada di belakang Ka’bah aku bertanya: tidakkah kamu memohon perlindungan? Abdullah bin Umar menjawab: Kami berlindung kepada Allah dari panasnya api neraka. Kemudian beliau mengusap Hajar Aswad dan berdiri di antara rukun dan pintu Ka’bah, lalu merapatkan dada, wajah, kedua siku, dan kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berkata: seperti inilah aku melihat Rasulullah SAW melakukannya.”
Memperbanyak Doa dengan Khusyuk
Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca di Multazam. Jamaah dapat memohon apa saja yang baik untuk dunia maupun akhirat. Namun terdapat doa yang dinukil dari Imam Nawawi dan sering dibaca oleh jamaah.
Bacaan Doa di Multazam
Berikut salah satu doa yang dianjurkan dibaca ketika berada di Multazam:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَكَ وَيُكَافِئُ مَزِيدَكَ، أَحْمَدُكَ بِجَمِيعِ مَحَامِدِكَ مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَعَلَى جَمِيعِ نِعَمِكَ مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَعَلَى كُلِّ حَالٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ أَعِذْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ وَأَعِذْنِي مِنْ كُلِّ سُوءٍ، وَاقْنِنِي بِمَا رَزَقْتَنِي وَبَارِكْ لِي فِيهِ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ أَكْرَمِ وَفْدِكَ عَلَيْكَ وَأَلْزِمْنِي سَبِيلَ الِاسْتِقَامَةِ حَتَّى أَلْقَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Artinya:
“Ya Allah, bagi-Mu segala pujian dengan pujian yang menyempurnakan nikmat-Mu dan membalas tambahan karunia-Mu. Aku memuji-Mu atas seluruh nikmat yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, lindungilah aku dari godaan setan dan segala keburukan. Cukupkan aku dengan rezeki yang Engkau berikan dan berkahilah rezeki tersebut. Ya Allah, jadikan aku termasuk tamu terbaik di sisi-Mu dan tetapkan aku di jalan istiqomah hingga aku berjumpa dengan-Mu wahai Rabb semesta alam.”
Waktu Terbaik untuk Berdoa di Multazam
Setelah Menyelesaikan Thawaf
Banyak ulama menganjurkan berdoa di Multazam setelah selesai thawaf karena pada saat itu hati jamaah biasanya lebih khusyuk dan tenang.
Saat Kondisi Tidak Terlalu Padat
Jika memungkinkan, jamaah dapat memilih waktu yang lebih lengang agar bisa berdoa dengan nyaman tanpa berdesakan. Keselamatan dan kenyamanan bersama tetap harus diutamakan.
Ketika Hati Sedang Khusyuk
Pada dasarnya waktu terbaik untuk berdoa adalah ketika hati benar-benar hadir dan penuh harap kepada Allah SWT. Karena itu, jangan hanya fokus mengejar lokasi, tetapi juga menjaga keikhlasan dan kekhusyukan ibadah.
FAQ Seputar Konten
- Apakah semua jamaah harus berdoa di Multazam? Tidak wajib. Berdoa di Multazam merupakan amalan sunnah. Jika kondisi terlalu padat dan beresiko membahayakan diri sendiri maupun jamaah lain, maka tidak perlu memaksakan diri.
- Kapan waktu terbaik menuju Multazam agar tidak terlalu ramai? Biasanya kondisi lebih longgar pada waktu-waktu tertentu di luar jam padat thawaf. Jamaah dapat menyesuaikan jadwal bersama pembimbing agar lebih nyaman ketika ingin berdoa di sana.
- Apakah ada doa khusus yang wajib dibaca di Multazam?Tidak ada doa wajib yang harus dibaca. Jamaah boleh memohon apa saja selama berisi kebaikan dunia dan akhirat. Namun beberapa doa dari ulama dapat dijadikan amalan untuk menambah kekhusyukan.
Kesimpulan
Multazam merupakan salah satu tempat istimewa di Masjidil Haram yang berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Tempat ini dikenal sebagai lokasi mustajab untuk berdoa dan memiliki keutamaan besar dalam ibadah umroh maupun haji. Tata cara berdoa di Multazam dilakukan dengan penuh adab, khusyuk, serta tetap menjaga kenyamanan jamaah lain.
Selain memahami tata cara dan doa yang dianjurkan, jamaah juga perlu mendapatkan bimbingan ibadah yang benar agar perjalanan umroh maupun haji terasa lebih tenang dan bermakna.
Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo.
Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.
