Umroh menjadi impian banyak umat Islam. Namun, dibalik semangat untuk beribadah ke Tanah Suci, masih banyak informasi yang beredar tanpa dasar yang jelas.
Tidak sedikit calon jamaah, terutama yang baru pertama kali berangkat, mempercayai berbagai cerita dari mulut ke mulut dibandingkan mencari penjelasan dari sumber yang valid.
Akibatnya, muncul berbagai anggapan yang sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Agar tidak salah memahami ibadah ini, mari kenali Mitos dan Fakta Seputar Umroh berikut sehingga Anda bisa berangkat dengan ilmu yang benar dan hati yang lebih tenang.
Mitos 1: Umroh Selain Bulan Ramadhan Tidak Memiliki Keutamaan
Faktanya
Memang benar terdapat hadis yang menjelaskan bahwa pahala umroh di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat besar, bahkan disamakan dengan pahala haji bersama Rasulullah saw, sebagaimana sabda beliau:
عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً مَعِي
Artinya, “Umroh pada bulan Ramadhan setara dengan haji bersamaku.”
Namun, bukan berarti umroh di bulan lain tidak memiliki keutamaan. Umroh tetap menjadi ibadah yang sangat dianjurkan kapan saja sepanjang tahun selama kondisi memungkinkan.
Banyak jamaah justru memilih bulan selain Ramadhan karena suasana lebih nyaman, antrian lebih sedikit, dan ibadah dapat dilakukan lebih khusyuk.
Karena itu, Madinah Iman Wisata selalu memberikan edukasi kepada calon jamaah agar memilih waktu keberangkatan sesuai kondisi fisik, kesiapan finansial, dan kesempatan yang dimiliki, bukan sekadar mengikuti tren.
Mitos 2: Perempuan Tidak Boleh Umroh Tanpa Mahram
Faktanya
Dalam fikih, terdapat perbedaan pendapat mengenai perempuan yang melaksanakan umroh tanpa mahram. Detik Hikmah menjelaskan bahwa Mazhab Syafi’i dan Maliki memberikan kelonggaran apabila perjalanan dilakukan dalam kondisi aman serta bersama rombongan perempuan atau kelompok yang tepercaya. Sementara itu, Mazhab Hanafi dan Hanbali mensyaratkan adanya suami atau mahram dalam perjalanan jauh, termasuk untuk umroh.
Karena terdapat perbedaan pendapat, jamaah sebaiknya mengikuti pandangan ulama atau pembimbing ibadah yang dipercaya. Selain pertimbangan fikih, calon jamaah juga perlu memeriksa kembali ketentuan resmi pemerintah Indonesia, kebijakan Arab Saudi, dan persyaratan dari penyelenggara umroh yang berlaku saat keberangkatan.
Baca juga: Apa itu Mahram dalam Umroh? Umroh Tanpa Mahram Apakah Boleh?
Mitos 3: Umroh Hanya Cocok untuk Orang yang Sudah Tua
Faktanya
Tidak ada batasan usia tertentu untuk melaksanakan umroh. Selama seseorang memiliki kemampuan fisik, mental, dan finansial, maka ia dapat menunaikan ibadah umroh.
Bahkan, banyak anak muda memilih berangkat lebih awal agar memiliki kondisi tubuh yang prima ketika menjalankan rangkaian ibadah. Dengan fisik yang lebih kuat, aktivitas thawaf, sa’i, maupun ibadah lainnya bisa dijalankan dengan lebih nyaman.
Menunda tanpa alasan yang jelas justru berisiko karena tidak ada yang mengetahui kondisi kesehatan maupun kesempatan di masa depan.
Mitos 4: Umroh Itu Mahal dan Hanya untuk Orang Kaya
Faktanya
Biaya umroh memang membutuhkan persiapan, tetapi bukan berarti hanya orang kaya yang mampu berangkat. Saat ini banyak masyarakat yang mempersiapkan dana umroh secara bertahap melalui tabungan khusus selama beberapa tahun.
Selain itu, tersedia berbagai pilihan paket dengan fasilitas dan durasi yang berbeda sehingga calon jamaah dapat menyesuaikannya dengan kemampuan finansial masing-masing.
Yang paling penting adalah memilih travel yang transparan mengenai biaya, fasilitas, jadwal, dan pelayanan agar tidak mengalami kerugian di kemudian hari.
Mitos 5: Harus Menunaikan Haji Terlebih Dahulu Sebelum Umroh
Faktanya
Anggapan tersebut tidak benar. Umroh dapat dilakukan sebelum haji.
Dalam praktiknya, justru banyak umat Islam yang lebih dahulu melaksanakan umroh karena antrian haji reguler di Indonesia sangat panjang. Umroh menjadi kesempatan untuk mengenal kondisi Masjidil Haram, tata cara ibadah, serta suasana di Tanah Suci sebelum suatu saat memperoleh kesempatan berhaji.
Tidak ada ketentuan syariat yang mewajibkan urutan haji terlebih dahulu baru kemudian umroh.
Mitos 6: Umroh Hanya Boleh Dilakukan Sekali Seumur Hidup
Faktanya
Umroh boleh dilakukan lebih dari satu kali selama dilakukan dengan niat yang baik dan tetap memperhatikan kemampuan.
Bahkan Rasulullah saw sendiri beberapa kali melaksanakan umroh sepanjang hidup beliau.
Meski demikian, sebagian ulama juga mengingatkan agar tidak terlalu sering mengulang umroh dalam waktu yang sangat berdekatan apabila masih banyak kebutuhan umat yang lebih mendesak untuk dibantu. Intinya, lakukan ibadah sesuai kemampuan dan dengan niat yang ikhlas.
Mitos 7: Umroh Tidak Memerlukan Persiapan atau Manasik Khusus
Faktanya
Persiapan merupakan bagian penting dari keberhasilan ibadah umroh. Jamaah sebaiknya mengikuti manasik agar memahami:
Tata cara ibadah
Memahami urutan ihram, thawaf, sa’i, hingga tahallul akan membuat ibadah lebih tenang dan mengurangi kebingungan ketika berada di Masjidil Haram.
Persiapan fisik
Berjalan kaki cukup jauh menjadi aktivitas yang hampir setiap hari dilakukan selama di Tanah Suci. Oleh karena itu, latihan berjalan dan menjaga kesehatan sebelum keberangkatan sangat dianjurkan.
Persiapan mental
Kondisi cuaca, kepadatan jamaah, hingga perbedaan budaya memerlukan kesiapan mental agar tetap sabar selama menjalankan ibadah.
Itulah sebabnya Madinah Iman Wisata selalu mengadakan manasik sebagai bekal penting bagi seluruh jamaah sebelum keberangkatan.
Mitos 8: Umroh Otomatis Menghapus Semua Dosa
Faktanya
Dalam hadis disebutkan bahwa umroh menjadi penghapus dosa di antara dua umroh apabila dilakukan dengan benar dan penuh keikhlasan.
Namun, hal tersebut bukan berarti seseorang bebas melakukan maksiat setelah pulang. Taubat yang sungguh-sungguh tetap menjadi syarat penting dalam memperoleh ampunan Allah.
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah Ayat 222:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri.”
Karena itu, perubahan akhlak setelah pulang umroh menjadi salah satu tanda bahwa ibadah tersebut memberikan dampak positif dalam kehidupan.
Mitos 9: Jamaah Wajib Menghafal Semua Doa dalam Bahasa Arab
Faktanya
Memang terdapat doa-doa yang diajarkan Rasulullah saw pada beberapa tempat tertentu. Namun, tidak ada kewajiban menghafal seluruh doa dalam bahasa Arab.
Jamaah diperbolehkan berdoa menggunakan bahasa yang dipahami agar lebih khusyuk. Yang terpenting adalah menghadirkan hati, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak istighfar selama berada di Tanah Suci.
Banyak pembimbing umroh juga menyediakan buku doa sebagai panduan sehingga jamaah tidak perlu merasa khawatir apabila belum hafal semuanya.
Baca juga: Bolehkah Berdoa dengan Bahasa Indonesia Saat Tawaf dan Sa’i?
Mitos 10: Semua Travel Umroh Memberikan Pelayanan yang Sama
Faktanya
Kenyataannya, setiap travel memiliki standar pelayanan yang berbeda, mulai dari kualitas hotel, maskapai, pembimbing ibadah, jadwal perjalanan, konsumsi, hingga pelayanan setelah pendaftaran.
Oleh sebab itu, jangan hanya tergiur harga murah. Pastikan travel memiliki izin resmi, pengalaman yang baik, jadwal keberangkatan yang jelas, serta pembimbing yang memahami syariat sehingga jamaah mendapatkan pelayanan terbaik selama beribadah.
Memilih travel yang tepat akan membuat perjalanan ibadah terasa lebih nyaman, aman, dan fokus pada tujuan utama, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah rekam jejak penyelenggara.
Madinah Iman Wisata telah berpengalaman mendampingi jamaah selama bertahun-tahun dengan pembimbing yang berfokus pada bimbingan ibadah sesuai sunnah.
Kesimpulan
Berbagai Mitos dan Fakta Seputar Umroh masih sering dipercaya karena informasi yang beredar tidak selalu berasal dari sumber yang tepat. Sebelum berangkat, pastikan Anda mencari ilmu dari ustadz, pembimbing ibadah, maupun travel yang berpengalaman agar dapat menjalankan umroh dengan benar, nyaman, dan penuh kekhusyukan.
Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.
