Berita & Informasi

Sejarah Masjid Quba, Masjid Pertama yang Dibangun Rasulullah SAW di Madinah

andri creativism.id
31 July 2026
No Responses

Masjid Quba menjadi salah satu tempat yang hampir selalu dikunjungi jamaah saat berada di Madinah. Bukan tanpa alasan, masjid ini memiliki sejarah yang sangat istimewa karena menjadi masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW setelah hijrah dari Makkah.

Hingga sekarang, Masjid Quba tetap menjadi simbol awal berdirinya masyarakat Islam yang dibangun di atas keimanan, persaudaraan, dan ketakwaan. Melalui Sejarah Masjid Quba, kita bisa memahami bahwa bangunan ini bukan hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menyimpan banyak pelajaran bagi umat Islam hingga hari ini.

Baca juga: Sejarah Masjid Qiblatain, Tempat Perubahan Arah Kiblat dalam Islam

Sejarah Pembangunan Masjid Quba

Membahas Sejarah Masjid Quba berarti kembali mengingat peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah. Setelah perjalanan yang cukup panjang, beliau tidak langsung memasuki pusat Kota Madinah. 

Rasulullah SAW singgah terlebih dahulu di sebuah perkampungan bernama Quba yang berada di pinggiran Madinah. Di tempat inilah Rasulullah SAW tinggal selama beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanan. 

Selama berada di Quba, beliau bersama para sahabat membangun sebuah masjid sederhana yang kemudian dikenal sebagai Masjid Quba. Inilah yang membuat Masjid Quba dikenang sebagai masjid pertama dalam sejarah Islam.

Menariknya, Rasulullah SAW tidak hanya memberikan arahan kepada para sahabat. Beliau juga ikut mengangkat batu dan membantu proses pembangunan. 

Sikap ini menjadi teladan bahwa seorang pemimpin tidak hanya memerintah, tetapi juga terlibat langsung dalam pekerjaan yang dilakukan bersama. Bangunan Masjid Quba pada masa itu tentu sangat sederhana. 

Dindingnya dibuat dari batu dan tanah, sedangkan tiang serta atapnya memanfaatkan batang dan pelepah kurma yang banyak tumbuh di sekitar wilayah Madinah. Walaupun sederhana, masjid ini memiliki makna yang sangat besar karena menjadi pusat ibadah pertama setelah hijrah.

Setelah masjid selesai dibangun, Rasulullah SAW memimpin shalat berjamaah bersama kaum muslimin. Dari sinilah Masjid Quba mulai berfungsi sebagai tempat shalat, pusat pembelajaran agama, tempat bermusyawarah, hingga mempererat hubungan antara kaum Muhajirin dan Anshar.

Perjalanan waktu membuat Masjid Quba mengalami banyak perubahan. Pada masa Khalifah Utsman bin Affan dilakukan renovasi agar bangunan menjadi lebih kokoh. 

Perbaikan juga terus dilakukan pada masa Dinasti Umayyah, Abbasiyah, Kesultanan Utsmaniyah, hingga pemerintahan Arab Saudi. Kini, Masjid Quba tampil megah dengan kubah-kubah putih yang menjadi ciri khasnya. 

Area shalatnya luas dan mampu menampung puluhan ribu jamaah. Meski bentuk bangunannya sudah jauh berbeda dibandingkan masa Rasulullah SAW, lokasi serta nilai sejarahnya tetap dipertahankan.

Banyak jamaah yang mengaku merasakan suasana berbeda ketika berada di Masjid Quba. Ada rasa haru karena bisa berdiri di tempat yang dahulu menjadi saksi awal perjuangan Rasulullah SAW membangun masyarakat Islam.

Masjid Quba dalam Al-Qur’an dan Perkembangannya

Keistimewaan Masjid Quba ternyata tidak hanya tercatat dalam sejarah. Allah SWT juga mengabadikan keutamaan masjid ini dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah At-Taubah ayat 108.

Allah SWT berfirman:

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

Artinya:

“Janganlah engkau melaksanakan shalat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih berhak engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersuci.” (QS. At-Taubah: 108)

Ayat tersebut turun sebagai pembeda antara Masjid Quba dan Masjid Dhirar. Masjid Dhirar dibangun oleh orang-orang munafik dengan tujuan memecah belah kaum muslimin. Sebaliknya, Masjid Quba dibangun semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT dan menjadi pusat persatuan umat.

Banyak ulama menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan betapa pentingnya membangun sebuah tempat ibadah dengan niat yang benar. Bukan sekadar mendirikan bangunan yang megah, tetapi menjadikannya sebagai tempat yang membawa umat semakin dekat kepada Allah SWT.

Seiring berkembangnya Islam, Masjid Quba juga terus diperluas agar mampu menampung jamaah yang semakin banyak. Renovasi besar dilakukan beberapa kali tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.

Saat ini, Masjid Quba memiliki beberapa menara tinggi, puluhan kubah putih, halaman yang luas, serta fasilitas yang sangat nyaman bagi jamaah. Walaupun sudah modern, suasana religius tetap terasa kuat ketika memasuki area masjid.

Baca juga: Keutamaan Salat di Masjid Quba: Ini yang Dijanjikan Rasulullah SAW

Keutamaan Beribadah di Masjid Quba

Selain memiliki sejarah panjang, Masjid Quba juga terkenal karena keutamaan beribadah di dalamnya. Salah satu keutamaan tersebut dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.

Beliau bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ، ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءٍ، فَصَلَّى فِيهِ صَلَاةً، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ

Artinya:

“Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba lalu shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah.”

Hadis inilah yang membuat banyak jamaah selalu menyempatkan diri mengunjungi Masjid Quba ketika berada di Madinah.

Namun, para ulama menjelaskan bahwa pahala tersebut bukan berarti menggantikan kewajiban umrah. Maksudnya adalah Allah SWT memberikan pahala yang sangat besar kepada orang yang melaksanakan shalat di Masjid Quba sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW sendiri memiliki kebiasaan mengunjungi Masjid Quba secara rutin, bahkan sering datang setiap hari Sabtu untuk melaksanakan shalat dua rakaat. Kebiasaan beliau ini menjadi sunnah yang banyak diikuti oleh umat Islam hingga sekarang.

Saat berada di Masjid Quba, jamaah biasanya tidak hanya melaksanakan shalat sunnah. Banyak pula yang memanfaatkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, atau sekadar merenungkan perjalanan hijrah Rasulullah SAW yang penuh pengorbanan.

Suasana yang tenang membuat siapa pun lebih mudah merasakan kekhusyukan dalam beribadah. Tidak sedikit jamaah yang mengaku merasa lebih dekat dengan sejarah Islam ketika berada di sana.

Karena itulah, Masjid Quba bukan sekadar destinasi wisata religi. Tempat ini menjadi pengingat bahwa perjuangan besar Islam dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Bersama MIW Travel Solo, jamaah juga mendapatkan penjelasan tentang keutamaan Masjid Quba berdasarkan Al-Qur’an dan hadis sehingga perjalanan ibadah menjadi lebih berkesan sekaligus menambah ilmu.

FAQ

Mengapa Masjid Quba disebut sebagai masjid pertama dalam Islam?

Karena Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW setelah hijrah dari Makkah menuju Madinah. Pembangunannya dilakukan langsung bersama para sahabat sebelum beliau memasuki Kota Madinah.

Apakah shalat di Masjid Quba benar-benar berpahala seperti umroh?

Ya, berdasarkan hadis sahih, orang yang bersuci dari rumah kemudian datang ke Masjid Quba dan melaksanakan salat akan mendapatkan pahala seperti pahala umrah. Namun, pahala tersebut tidak menggantikan kewajiban umrah bagi yang mampu.

Kapan waktu terbaik mengunjungi Masjid Quba?

Masjid Quba dapat dikunjungi kapan saja. Namun, banyak jamaah memilih datang pada pagi hari agar suasananya lebih nyaman dan dapat beribadah dengan lebih khusyuk sebelum melanjutkan ziarah ke tempat-tempat bersejarah lainnya di Madinah.

Kesimpulan

Sejarah Masjid Quba menunjukkan bahwa masjid pertama dalam Islam bukan hanya menjadi bangunan bersejarah, tetapi juga simbol persatuan, ketakwaan, dan semangat membangun peradaban Islam. Dari tempat sederhana inilah Rasulullah SAW bersama para sahabat memulai langkah besar dalam menyebarkan ajaran Islam di Madinah. 

Hingga sekarang, Masjid Quba tetap menjadi salah satu destinasi yang paling dirindukan umat Islam dari seluruh dunia. 

Apabila Anda ingin melaksanakan umroh atau haji dengan bimbingan dari muthawif sunnah, hubungi saja Madinah Iman Wisata. Travel Umroh Solo ini sudah dipercaya oleh banyak jamaah lokal dan sudah beroperasi lebih dari 20 tahun lamanya. Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp.